
Pak lurah dan mahasiswa lainnya, tampak menunggu kedatangan Aksa dan Zizi, bak artis terkenal, Aksa dan Zizi mendadak menjadi idola papan atas yang sangat ditunggu-tunggu kedatangannya. Sedangkan Aksa dan Zizi sendiri masih santai merapikan baju mereka sebelum kembali ke penginapan.
Zizi berdiri di depan cermin sembari menyisir rambutnya yang masih basah, sedangkan Aksa tampak memeluk sang istri dari belakang.
Zizi mengusap lembut wajah Aksa yang saat itu sedang mencium pipinya.
"Hmm udah, Kang! Ayo kita kembali, anak-anak pasti nungguin kita, ini sudah kelewat siang, jam sepuluh loh!" seru Zizi sembari melihat ke arah jam tangan miliknya.
"Iya, kita kembali sekarang, aduh rasanya badanku lemas, Zi! Semuanya habis gara-gara kamu, sepertinya aku butuh asupan gizi," sahut Aksa dengan gaya memelas. Zizi pun tersenyum.
"Gimana nggak lemes, kamu habisin semua tenaga kamu, kamu praktekin semua yang ada di buku Kama_Sutra itu," balas Zizi sembari memakaikan jaket untuk suaminya.
__ADS_1
"Hehehehe ... iya, habisnya enak banget sih," ucap Aksa dengan bangganya. Keduanya pun saling tertawa mengingat pergulatan mereka semalaman.
Akhirnya, mereka check out dari penginapan 'Merem Melek' itu dengan wajah yang berseri dan berbunga-bunga. Aksa dan Zizi menaiki sepeda motor dengan perasaan berbunga-bunga.
Di perjalanan, Zizi bertanya kepada sang suami, bagaimana nanti mereka menghadapi pak lurah dan teman-teman mereka yang pastinya akan bertanya. Aksa pun hanya bisa tersenyum dan berkata, "Kamu tidak usah khawatir, serahkan semuanya sama suamimu ini, oke!!"
"Aku takut aja, Kang! Takut jika mereka nggak percaya dan menuduh kita sembarangan," sambung Zizi.
"Udah nggak usah cemburu gitu dong! Kamu tahu sendiri bagaimana aku, mana mungkin aku tergoda dengan pria lain, sementara suamiku sudah sangat membuatku tidak bisa berkata-kata lagi, goyanganmu bikin nagih, Kang!" balas Zizi sembari memeluk Aksa semakin erat dan menyandarkan kepalanya pada punggung Aksa.
Aksa pun akhirnya sampai di pemukiman warga dan menyerahkan motor yang disewanya kepada warga tersebut, dan sekarang Aksa dan Zizi kembali ke penginapan dengan berjalan kaki.
__ADS_1
Aksa dan Zizi tampak tidak bisa lepas tangan mereka berdua, keduanya selalu bergandengan, dan keduanya sesekali bergurau dengan saling mencubit lengan masing-masing.
Pada akhirnya, tiba saatnya Aksa dan Zizi sampai di area penginapan, Aksa dan Zizi pun berhenti saat melihat pagar betis yang terdiri dari teman-teman mahasiswa dan tentu saja pak lurah yang tak ketinggalan.
Tatapan mereka terlihat sangat aneh dan cenderung lebih kesal dengan kedatangan Aksa dan Zizi yang telah lama dinantikan.
"Waduh Kang, gawat Kang!! Ada apa ini? Kenapa semuanya ikut berdiri di sana?" bisik Zizi yang tentunya tidak menyangka jika secepat itu teman-temannya akan melakukan hal itu saat tahu jika dirinya dan Aksa sedang pergi berdua.
"Udah, aman sama aku, sekarang kita harus menghadapi mereka, Zi! Semangat!!" ucap Aksa yang terlihat merasa dirinya harus berakting untuk menunjang perannya sebagai mahasiswa yang tidak tahu apa-apa dan tiada berdosa, kalem dan gemar membuang sampah pada tempatnya.
"Eh ada pak lurah, loh semuanya pada kenapa? Pasti kangen nungguin saya, ya?" seloroh Aksa membuat sang istri menepuk jidatnya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...