SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Unyu-unyu


__ADS_3

"Apa? Gue suka sama si Juminten? Ogah beud, masa iya cowok terhormat, lugu dan unyu-unyu gini tertarik sama si Juminten yang centil itu, nggak akan!!" tolak Robi mentah-mentah. Tak terima Robi berkata seperti itu padanya. Juminten pun membalasnya dengan kata yang tak kalah membuat Robi semakin kesal.


"Apa lu kata? Idiiih jangan pernah ngarep gue bakal suka sama bujang lapuk kayak elu, unyu-unyu darimana, dilihat dari sedotan noh, muka elu persis boneka chucky, hiiii nyeremin!" ledek Juminten yang semakin membuat mereka geleng-geleng kepala. Rendy pun melerai keduanya yang tampak berseteru.


"Udah-udah, apa-apaan sih kalian ini, ribuuuuutttt mulu, malu tahu nggak saja pak Haji, kita ini tamu di sini, ngerti ngga?" seru Rendy yang tampak serius. Akhirnya mereka pun diam, meskipun mereka diam tapi mata mereka masih saling berseteru, seolah-olah perseteruan mereka tetap berlanjut.


"Apa lu!" seru Robi kepada Juminten.


"Apa lihat-lihat?" balas Juminten yang juga melototkan matanya kepada Robi.


Aksa dan Zizi tampak saling tertawa, mereka pun teringat akan masa lalu mereka yang juga dulu sering sekali berantem.


"Lihat mereka lucu, ya? Kayak kita dulu," bisik Aksa di telinga Zizi.


Zizi pun tersenyum dan ia pun membayangkan bagaimana dulu saat dirinya masih sering bercanda dan bertengkar dengan Aksa, suaminya.

__ADS_1


"Hmm ... kamu tuh nyebelin banget, sok ganteng, sok caper, mana pacarnya banyak banget, dasar buaya Empang!" ucap Zizi yang masih mengingat julukan yang ia berikan kepada suaminya, buaya Empang.


"Yee ... wajarlah, kamu harus akui jika suamimu ini memang memiliki pesona yang luar biasa, jadi aku tuh nggak perlu ngejar-ngejar cewek, mereka sendiri yang datang sama Suamimu ini, hebat kan?" sahut Aksa yang membuat Zizi mengerucutkan bibirnya sambil komat-kamit.


Keasyikan antara Aksa dan Zizi tampaknya diperhatikan oleh keempat temannya, tak terkecuali Rendy dan Rere, kedekatan Rendy dan Rere pun semakin terlihat, mereka sering pergi berdua untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan tentang tugas mereka.


Sedangkan, Robi, Fikri, Juleha dan Juminten tampak mengawasi Aksa dan Zizi yang selalu tampil mesra, bahkan Aksa tak canggung-canggung mencium pipi Zizi tak perduli teman-temannya memperhatikan mereka berdua.


"Ya ampun, mereka segitu amat sih gaya pacarannya, udah diluar batas tuh!" seru Juminten.


Robi dan Fikri yang mendengar ucapan kedua gadis itu, mereka mendekati keduanya dan mengatakan sesuatu kepada kedua gadis itu yang sejatinya mereka belum mengetahui rahasia jika Aksa dan Zizi sudah menikah.


"Eh nggak usah ngiri sama mereka, wajarlah jika mereka seperti itu, mereka berdua kan saling sayang," sahut Robi.


"Idiiih saling sayang nggak gitu juga kali, mereka itu belum punya ikatan, gue khawatir aja jika perbuatan mereka berdua tuh bakal di demo sama warga sekitar, elu tahu sendiri warga sini orangnya santri-santri semua, bisa gawat kan kalau mereka kepergok berciuman, masih untung pak Haji nggak lihat, bisa-bisa nama kampus kita bakal tercoreng!" ungkap Juminten.

__ADS_1


"Juminten benar tuh, eh asal kalian tau ya, kita berdua tuh udah punya bukti rekaman tentang perbuatan mereka yang bakalan membuat kita geli," ungkap Juleha yang membuat Fikri penasaran.


"Eh kalian punya bukti apaan? Penasaran gue!" tanya Fikri serius. Kemudian Juleha pun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan menunjukkan kepada Robi dan Fikri tentang video adegan Aksa dan Zizi yang sedang berciuman.


Robi dan Fikri melihat video yang ditunjukkan oleh Juleha, keduanya pun auto tertawa setelah melihat adegan itu. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Robi dan Fikri membuat gadis itu saling menatap.


"Eh lu pada kok malah ketawa sih? Emangnya ada yang lucu, heran sama nih cowok kadal!" gerutu Juleha dan Juminten. Kemudian Robi pun menjawabnya.


"Eh mendingan ya, elu hapus aja tuh video, nggak guna. Buat apa coba, atau jangan-jangan kalau elu lagi pingin dicium ya hayo ngaku lu! Sini gue cium biar sehat jiwa dan raga," seru Robi sambil meledek kedua cewek itu.


"Enak aja pingin di cium, yang ada noh, pantat tawon noh cium sono, biar sekalian gede tuh mulut, gue ini lagi serius pea!" jawab Juleha. Akhirnya, Fikri pun angkat suara tentang hubungan diantara Aksa dan Zizi.


"Eh buset! Kira-kira dong, masa nyium pantat tawon sih, bisa-bisa ndower nggak bisa mingkem nih bibir seksoy," balas Robi, sementara itu Fikri mencoba menjelaskan kepada semuanya agar tidak perlu mengusik kebahagiaan Aksa dan Zizi, karena dirinya sudah berjanji kepada Aksa untuk tidak menyebar luaskan informasi tentang pernikahan mereka, terpaksa Fikri harus merahasiakannya, demi pertemanan mereka semua.


"Eh ... asal kalian tahu ya, Aksa dan Zizi itu memang saling cinta, dan gue ingetin sama elu berdua, pokonya jangan repot-repot cari tahu tentang hubungan mereka, karena nantinya kalian akan menyesal," ungkap Fikri kepada kedua gadis itu.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2