SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Hukum alam


__ADS_3

Masih satu hari mereka menikmati menjadi suami istri, ada aja kelakukan gokil keduanya yang selalu membuat siapa saja yang melihatnya pasti geleng-geleng kepala, apalagi bibi dan beberapa pelayan yang lain, yang dibuat bingung dengan tingkah pasangan pengantin baru itu. Bukannya bermesraan mereka justru kejar-kejaran, lari-larian karena saling ejek dan saling jail.


Aksa suka sekali menarik rambut Zizi yang saat itu sedang dikuncir kuda, tentu saja Zizi yang nggak terima mengejar sohibnya itu hingga sampai ke lantai atas, para pelayan dibuat lelah matanya melihat keduanya yang heboh sendiri.


"Akaaanggg ... kebiasaan banget suka tarik-tarik rambut, sakit tahu! Awas aja ya gue balas lebih kejam lu, tunggu gue bakal ampun-ampun lu!" Zizi pun mengejar suaminya yang sedang lari naik ke lantai atas, dengan wajah kesal Zizi terus mengejar Ajsa sampai akhirnya suaminya itu masuk ke dalam kamar mereka.


"Ayo kejar gue kalo bisa! Elu nggak bakalan bisa ngejar gue lu, dasar bawel!" Aksa tampak meledek istrinya dan berusaha untuk kabur, Zizi yang sudah dibuat gemas dengan sikap sohibnya itu tak akan membiarkan Aksa kabur dari kamar, Zizi mengunci pintu kamar mereka dan membuangnya ke segala arah.

__ADS_1


Di dalam kamar itu mereka saling berkejaran, Zizi yang sudah dibuat kesal dengan ulah sohibnya itu ia pun tak akan menyerah begitu saja, hingga akhirnya nasib naas dialami oleh Aksa, kakinya tanpa sengaja tersandung karpet dan tubuhnya terjatuh di atas lantai dengan posisi tengkurap tentu saja itu membuat Zizi tersenyum menyeringai, ia pun dengan cepat naik ke atas punggung sang suami sembari membalas apa yang dilakukan oleh Aksa kepadanya, yaitu menarik rambutnya.


"Aduhhh ampun, Zi! Iya iya gue minta maaf, gue nyerah deh, tolong lepasin rambut gue dong, entar ketampanan gue bisa pudar gara-gara elu, kalau rambut gue jebol gimana?" seru Aksa sambil meringis menahan rasa sakit saat rambutnya ditarik oleh sang istri.


Mendengar rintihan dari sang suami, Zizi pun mulai berpikir untuk membalas dendam secara estetik, ia pun melepaskan cengkraman tangannya pada rambut Aksa dan terlihat mengelus rambut sang suami dengan lembut sembari berkata, "Ohh sakit ya, ya ampun gue minta maaf, Kang! Gue emosi tadi, elu mau kan maafin gue?"


"Kang! Elu terlentang gih! Katanya tadi minta dipijit, sekarang aja gue pijitin, mumpung mood gue lagi bagus." Mendengar ucapan dari sang istri, tentu saja Aksa dengan semangat membalikkan badannya dan akhirnya kini dirinya dalam kondisi terlentang dengan posisi Zizi yang masih duduk di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Huassseeemmm, elu yakin mau pijitin? Elu nggak mgeprank gue, kan?" tanya Aksa yang mulai berkeringat dingin, pasalnya rok Zizi terbuka lebar dan tentu saja mereka berdua sangat dekat sekali.


Zizi tersenyum dan tidak lama ia membuka resleting celana sang suami dengan tatapan yang nakal. Aksa melihat saat Zizi melepaskan ritz celananya dan tentu saja si Dede gemoy bangun seketika saat tangan Zizi mulai menyentuh luar kain pelindung si Dede gemoy.


"Yang ini ya yang sakit? Hmm ... ya ampun Akang! Keras banget loh kepalanya, mana bisa dipijit, lemesin dikit dong. Gimana gue bisa mijit kalau tegang gini." Ucap Zizi sembari menunjuk ke kepala Dede gemoy.


"Hehehe nggak bisa, Zi! Udah hukum alam, kalau ada elu pasti dia bangun sendiri." Balas Aksa yang mulai berkeringat dingin.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2