
Juleha pun marah saat Zizi melemparkan kulit kacang pada dirinya, ia pun hendak membalas Zizi, tapi Juminten melarangnya.
"Udah jangan! Biarin aja, nanti kita balas di sana, cewek belagu kayak dia bakalan kita permalukan di sana, kamu tahu kan kalau desa tempat tujuan kita nanti tuh warganya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dalam pergaulan, biar nanti si Zizi kena damprat warga sekampung, secara tuh pergaulannya sama Aksa deket banget, kayak istrinya aja dia, diiihhh sok!!" umpat Juminten yang sudah punya rencana untuk mengerjai Zizi, Juleha pun tersenyum jahat dan setuju dengan pendapat Juminten.
"Iya elu benar, ah gue udah nggak sabar ingin segera melihat Zizi dipermalukan oleh warga karena cara bergaul dia sama cowok tuh terlalu kelewat batas, ngomongnya cuma sahabatan, tapi mau-maunya dipegang-pegang, dipeluk-peluk, dihhh apaan perrek banget!!" Juleha pun semakin gemas dengan sikap Zizi kepada Aksa yang terlihat semakin manja. Sementara itu Zizi hanya tersenyum melihat tingkah kedua temannya itu dan ia pun tetap santai menyikapinya, apalagi sang suami yang juga tidak perduli dengan omelan kedua gadis itu.
"Udah biarin aja mereka, yang penting aku dan kamu tetap akan selalu bersama," ucap Aksa yang juga ikut makan kacang kulit bersama sang istri.
*
__ADS_1
*
*
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, akhirnya rombongan bus para mahasiswa itu pun tiba di desa tujuan, sebuah desa kecil yang terdapat di lereng gunung Panderman, dengan pemandangan alam yang sangat indah dan menawan, membuat mata siapa saja akan tergoda dan terbius oleh keindahan sang pencipta.
Suasana yang masih asri dan masih sangat hijau, apalagi udara yang tentu saja sangat sejuk dan cenderung dingin, memaksa mereka harus menggunakan jaket setiap saat.
Setelah beramah tamah, pak Lurah menunjukkan tempat tinggal sementara untuk para mahasiswa, para warga sudah menyiapkan sebuah tempat untuk mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan, setidaknya mereka akan tinggal sesuai gender masing-masing dan tidak diperbolehkan untuk campur antara laki-laki dan perempuan.
__ADS_1
Pak lurah segera menunjukkan sebuah lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat tinggal mahasiswa putra, yaitu sebuah rumah yang dekat dengan rumah pak Lurah, tepatnya rumah itu terletak di sebelah kanan rumah pak Lurah. Sedangkan untuk mahasiswa putri, juga disediakan tempat tinggal yang letaknya di sebelah kiri rumah pak Lurah, karena pada dasarnya rumah-rumah itu adalah milik pak Lurah yang biasa digunakan sebagai tempat tinggal para mahasiswa yang sedang mengadakan KKN di desa mereka.
Para mahasiswa tampak senang disambut dengan ramah oleh pak Lurah, hingga akhirnya mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang gadis cantik yang keluar dari rumah pak Lurah, tentu saja kedatangan gadis yang merupakan anak Lurah itu menjadi pusat perhatian para mahasiswa terutama mahasiswa cowok.
"Waahh cantik beud, ternyata kata orang-orang tuh gadis-gadis di desa itu bening-bening dan cantik-cantik, ternyata itu bukan hoax, gila!!" seru Robi yang tidak berkedip saat melihat anak pak lurah yang sedang berjalan menghampiri sang ayah.
"Gilaa nih cewek, mulusnya nggak ketulungan, pasti dalemnya juga mulus beud, asyik nih kesempatan buat deketin anaknya pak lurah, kali aja berjodoh," celetuk Fikri. Mendengar ucapan dari Fikri, Aksa pun menyahuti, "Halah ... sama aja, gue nggak percaya kalau dalamnya mulus, pasti tetap aja rimbun, gue lihat sih masih beningan bini gue lah, biasa aja tuh mukanya."
Robi dan Fikri hanya bisa tersenyum, ternyata sohibnya itu memang sangat berubah, biasanya jika melihat cewek cantik Aksa lah yang nomor satu yang akan merayu cewek itu dan menjadikannya sebagai pacar, tapi kali ini Aksa seakan tidak perduli dan cuek, ia malah masih curi-curi pandang kepada istrinya meskipun mereka berada sedikit menjauh.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...