SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Mengerjai Alaska dan Bening


__ADS_3

Mereka bertiga tampak tertawa kecil hingga akhirnya tiba-tiba saja seorang pelayan mengatakan jika dokter sudah datang. Disaat yang bersamaan, Alaska meminta izin untuk pergi ke kamar mandi.


"Abang mau ke kamar mandi, dimana kamar mandinya?" tanya Alaska.


"Oh Abang masuk aja, lurus nanti ada belokan ke kiri, nah disitu kamar mandinya," seru Zizi sembari menunjuk ke arah kamar mandi.


"Oh oke, makasih!" Alaska pun segera pergi ke kamar mandi, setelah itu Aksa pun menatap sang istri. "Mbak Bening ke sini?" tanyanya penasaran.


"Iya, tadi aku hubungi dia!" balas Zizi.


"Ada mas Alaska di sini, bagaimana jika mereka bertemu, aku jadi penasaran bagaimana reaksi mereka saat bertatap mata," seru Aksa.


"Hmm aku juga, Kang! Pasti mereka berdua sangat terkejut," sahut Zizi.


"Aku punya ide!" balas Aksa sambil membisikkan sesuatu pada telinga sang istri.


'ggrtujjfsskkbbntgiihggfsdu' entah apa yang dibisikkan oleh Aksa sehingga membuat Zizi tersenyum.


"Hihihi boleh-boleh tuh, Kang! Pasti seru. Eh tapi sebelum kita melakukannya kok aku udah pingin ketawa duluan, ya! Bayangin kamu nanti kek gimana hihi!" sahut Zizi saat membayangkan bagaimana mereka berdua melakukan rencana mereka untuk mengerjai Alaska dan Bening.


"Aduuhh pokoknya kamu harus nahan ketawa, ya! Biar mereka nggak curiga!" balas Aksa. Zizi pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Keduanya pun mulai bersiap untuk mengerjai calon pengantin itu, meskipun sebenarnya baik Alaska maupun Bening belum tahu jika mereka berdua akan dinikahkan esok hari.


Tak berselang lama, Bening datang dengan membawa sebuah tas, Zizi dan Aksa yang sudah merencanakan sesuatu tampak berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Dan Aksa pun berpura-pura terlihat lemas dan tidak berdaya. Aksa tampak tiduran di atas sofa dengan tubuh yang pura-pura menggigil, padahal dirinya baru saja minum obat sakit kepala yang diberikan oleh sang istri efek mual-mual yang sedang dialaminya.


"Selamat siang Aksa, Zizi! Loh Aksa kenapa tuh!" seru Bening saat melihat kondisi Aksa yang berakting sakit.


"Nggak tahu nih, Mbak! Akhir-akhir ini suamiku seperti itu, mual muntah sampai lemas, Mbak! Aku khawatir dia kenapa-kenapa, takutnya kesambet jin penunggu hutan di tempat kita KKN kemarin, Mbak! Dia kan nakal banget di sana, suka pipis sembarangan, mungkin saja setan sana nggak terima suamiku pipis di bawah pohon beringin," seru Zizi yang membuat Bening tertawa kecil.


"Astaga Zi! Hari gini masih percaya gituan? Aduh yang bukannya Aksa yang kesambet setan sana, boro-boro gangguin nih anak, lihat mukanya aja setannya udah ketawa duluan," sahut Bening yang seketika membuat Aksa membatin. "Asseemm nih Mbak Bening, masa setan malah ketawa lihat gue sih? Selucu itukah muka ane? Muka ane kan mirip Tom Crush, njiiir! Weheee bukan mirip Tomcat heleh!" Aksa bermonolog sendiri sembari mengintip sang istri yang sedang berbincang dengan Bening dengan membuka kelopak matanya sedikit.


"Ya nggak tahu juga, Mbak! Coba Mbak Bening periksa deh!" pinta Zizi. Akhirnya, Bening pun memeriksa kondisi Aksa dengan memeriksa perutnya, Bening pun tidak menemukan sesuatu yang berarti, dan bisa dikatakan jika Aksa dalam kondisi baik-baik saja, dan perasaan mual muntah itu adalah hal yang lumrah terjadi pada seorang suami yang istrinya sedang hamil, dan itu disebut dengan hamil simpatik.


Aksa terlihat kejang-kejang saat melihat Alaska yang datang menghampiri mereka, tentu saja kondisi Aksa yang seperti orang kesurupan membuat Bening dan Alaska sangat terkejut.


"Akangg!! Kamu kenapa, yoloh! Sadar Akaaanngg!" teriak Zizi sambil pura-pura memeluk suaminya.


"Eh Aksa kenapa kamu?" seru Bening yang ikut panik melihat sepupunya tiba-tiba seperti orang kesurupan. Tentu saja Alaska langsung menghampiri adik iparnya, niat hati ingin menolong, justru ia terkejut dengan kehadiran Bening di sana.


"Bening, kok elu ada di sini?" seru Alaska kepada Bening. Tentu saja Bening juga tak kalah terkejut saat melihat Alaska ada di sana.


"Elu? Gu-gue ke sini karena Zizi yang minta," balas Bening.

__ADS_1


"Aduuhh Abang tolongin suami aku, gimana dong ini? Sepertinya suamiku kemasukan setan penunggu pohon beringin di hutan itu deh!" ungkap Zizi pura-pura.


Aksa pun terlihat pura-pura mengomel dan sesekali melihat ke arah Bening dan Alaska secara bergantian. Untuk sesaat Zizi tidak bisa menahan rasa ingin tertawanya saat melihat ekspresi wajah sang suami.


"Ya ampun suamiku, kok kayak gini sih, eh tapi pinter banget dia aktingnya, Mbak Bening dan Abang kayaknya nggak tahu kalau kita kerjain mereka berdua," batin Zizi.


Alaska berusaha untuk menenangkan Aksa yang terlihat komat-kamit, sementara itu Bening mencoba memberikan suntikan obat bius untuk Aksa agar sepupunya itu bisa tenang. Seketika Aksa melototkan matanya saat melihat jarum suntik yang akan dimasukkan ke dalam tubuhnya oleh Bening.


"Al! Elu coba pegangin Aksa, biar gue suntik dia!" seru Bening kepada Alaska, tentu saja Zizi pun bingung harus berbuat apa, tidak mungkin suaminya harus terkena suntikan obat bius, saat Bening berusaha untuk menyuntik tangan Aksa, dengan kekuatan penuh, Aksa berontak hingga akhirnya menyulitkan Bening untuk menyuntiknya.


Aksa yang sangat takut dengan jarum suntik berusaha untuk pergi dari cengkeraman Alaska yang terus memegangi tubuhnya, karena tak ingin sang suami yang terkena suntikan, Zizi pun berpura-pura menyenggol lengan Bening sehingga suntikan itu meleset dan menancap pada lengan Alaska.


"Awwww ...!!" terdengar suara teriakan Alaska saat suntikan obat bius itu mengenai lengannya.


"Waduh!!! Kena suntik deh! Ewww enakan suntik gue daripada suntik itu!" sahut Aksa sembari bersembunyi di balik punggung istrinya, Zizi pun terlihat menyikut perut suaminya.


"Sssttt!!"


...BERSAMBUNG...


__ADS_1


__ADS_2