
Sementara di tempat lain, seorang pemuda dengan postur tubuh tegap, tinggi sempurna, wajah yang maskulin dan tentunya sangat tampan.
Dialah Alaska Mahesa, putra pertama Dion Mahesa yang tak lain adalah Kakak kandung Zizi. Alaska baru saja pulang dari London menyelesaikan S2 nya di University of Oxford. Tentu saja putra Dion Mahesa itu tumbuh menjadi pemuda yang tampan mempesona, ketampanan yang didapat dari sang ayah merupakan kelebihan bagi pemuda berusia 27 tahun itu, usia yang cukup matang untuk waktunya menikah.
Ia kembali ke Indonesia membantu sang Daddy untuk mengelola perusahaan, Daddy Dion sengaja meminta anaknya untuk pulang, karena sudah waktunya Alaska menggantikan posisi sang Ayah, selain itu Alaska juga sudah dijodohkan dengan seorang gadis yang tentunya gadis itu adalah putri seorang pengusaha kaya yang juga partner bisnis Sang Daddy, yang tak lain adalah putri Carlos Abraham, anak angkat Daddy Leo, mertua Zizi.
Alaska tidak tahu gadis mana yang akan dijodohkan dengan dirinya, gadis pilihan kedua orang tuanya itu diketahui seorang dokter muda, meskipun begitu, Alaska tidak terlalu serius dengan perjodohan yang sudah direncanakan oleh kedua pihak keluarga, justru Alaska sibuk mencari tahu tentang kabar sahabatnya yang bernama Bening Embun, sehingga ia pun tidak ikut dalam acara lamaran di rumah calon istrinya, yang seharusnya ia juga harus hadir agar dirinya tahu gadis yang akan dijodohkan dengannya.
Alaska sibuk mencari akun sosial media milik Bening, sahabatnya saat dari masa SMP itu ternyata sekarang sudah tidak tinggal di kota yang sama dengan kota tinggalnya. Terakhir Bening tinggal di sebuah rumah bersama sang Tante, menurut tetangganya, Bening sudah pindah ke luar kota untuk tinggal bersama orang tuanya, sehingga Alaska tidak bisa bertemu dengan sang sahabat.
__ADS_1
"Alaska! Kamu belum siap juga, Nak! Kamu lihat sekarang sudah jam 8, keluarga Om Carlos pasti sudah menunggu kedatangan kita, ayo bersiaplah!" titah Mama Nafa kepada putra sambungnya itu. Alaska pun cuma menggeliat dan merenggangkan otot-otot lehernya, ia terlihat masih sibuk di depan laptop sambil mencari keberadaan sang sahabat. Mama Nafa pun menggelengkan kepalanya.
Alaska baru beberapa jam tiba di rumah, tepatnya tadi pagi, dan malamnya ia langsung diajak oleh keluarga nya untuk meminang seorang gadis, bukannya istirahat Alaska justru sibuk mencari keberadaan sang sahabat, setelah dirinya menghubungi Zizi dan mengatakan akan segera pulang, padahal Alaska sudah berada di rumah.
"Alaska masih capek, Ma! Boleh nggak Alaska nggak ikut? Lagipula untuk apa sih Ma pakai acara dijodohin segala, udah nggak jamannya, Ma!" protes Alaska yang tak habis pikir dengan keputusan Daddy Dion dan Mama Nafa.
"Sayang! Kamu itu udah dewasa, usia kamu itu sudah matang, kamu sendiri tidak pernah menggubris permintaan kami untuk menikah, dengan alasan sibuk dan masih belum sempat nyari jodoh, jadi Daddy dan Mama memutuskan untuk mencarikan kamu seorang istri, lagipula gadis yang akan menjadi calon istrimu ini adalah seorang dokter muda, dia sangat cantik dan Mama yakin kamu pasti suka," ungkap Mama Nafa yang masih tidak dipedulikan oleh Alaska.
"Ahh Mama, Alaska nggak peduli dengan gadis itu, Alaska nggak tertarik, bisa tidak perjodohan itu ditunda? Alaska masih ingin sendiri," balas pemuda itu.
"Ah Mama, tapi Alaska tidak seperti Zizi, Ma. Dia kan anak cewek, jadi ya wajarlah kalau dia nikah lebih cepat, kalau Alaska lagi nggak pingin merit, Ma!" jawaban Alaska seketika terdengar oleh Daddy Dion.
__ADS_1
"Hei ... kamu yakin tidak mau menikah dengan gadis pilihan kami? Dengarkan Daddy! Pilihan Daddy tidak pernah salah, dan Daddy sangat yakin sekali jika kamu pasti menyukainya, lagipula sampai kapan kamu menyendiri terus, tuh teman-teman Daddy udah banyak yang gendong cucu, lah Daddy kapan? Daddy dan Mama kamu ini sudah pingin gendong cucu, tuh Adik kamu Zizi juga Daddy jodohin, dan mereka bahagia tuh, udah lebih baik kamu ikut saja! Nggak usah banyak cincong," sahut Daddy Dion.
"Ahh Daddy payah!!" sahut Alaska sembari beranjak pergi ke kamar mandi.
Alaska pun terpaksa mengikuti perintah sang Daddy, meskipun sebenarnya Ia malas untuk ikut.
"Jangan lama-lama ke kamar mandinya," teriak Daddy Dion saat Alaska berada di dalam kamar mandi. Alaska pun menyahuti, "Iya iya Daddy! Tunggu sepuluh menit, Alaska mau cukuran dulu, mana udah gondrong,"
Untuk sejenak Daddy Dion menatap wajah sang istri dan mengerutkan keningnya. "Memang apanya yang gondrong? Perasaan rambut nya pendek?" tanya Daddy Dion yang seketika membuat Mama Nafa bingung.
"Mana aku tahu, Sayang! Mungkin rambut yang lain barangkali!" balas Mama Nafa sembari menebak..
__ADS_1
"Rambut lain? Apakah rambut ketek?" jawaban Daddy Dion pura-pura tidak tahu, pernyataan Daddy Dion memaksa Mama Nafa tertawa kecil.
...BERSAMBUNG...