
Zizi tampak panik dan bingung menjelaskan tentang Dede gemoy.
"Em ... itu, ah sudahlah lupakan! Nggak penting," balas Zizi yang kemudian Ia pun mengalihkan pembicaraan.
Sementara itu di seberang meja, Aksa terus memperhatikan sang sohib yang sedang asyik makan bersama teman-temannya, dan yang lebih mengkhawatirkan dirinya adalah keberadaan Rendy yang duduk satu meja dengan Zizi.
"Sialan, kamvret! Zizi tuh kenapa sih deket-deket sama si Rendy, mending gue pura-pura gabung aja deh, gue nggak rela ya kalo Zizi dideketin sama cowok lain, enak aja Zizi tuh cuma milik gue lah," batin Aksa yang memutuskan untuk pergi ke meja dimana Zizi berada.
Sedangkan Juleha dan Juminten tampak sedang mengambil foto-foto bersama Aksa, dan menguploadnya ke sosial media milik mereka dengan caption With My Boy.
Aksa pun pamit kepada kedua gadis itu yang masih sibuk cekrak-cekrek mengambil foto kebersamaan mereka dengan cowok terkeren di kampus mereka.
"Eh gue pergi dulu, ya! Gue mau ke sana sebentar," pamit Aksa sembari beranjak dari tempat duduknya. Spontan Juleha menarik tangan Aksa dan bertanya, "Elu mau kemana, Sa! Di sini aja bersama kita, entar gue traktir," seru Juleha yang tidak ingin Aksa pergi, kedua gadis itu tampak melarang Aksa untuk meninggalkan meja mereka.
"Eh bener kata Juleha, elu di sini saja, Sa! Ngapain sih ke sana, elu mau ke mejanya Zizi, udah ngapain sih ke sana, si Zizi kan lagi sama si Rendy, jangan diganggu mereka, sebagai sahabat yang baik, elu sebaiknya ngasih Zizi kesempatan untuk pdkt sama si Rendy, kalau ada elu gimana Zizi bisa pdkt," sahut Juminten yang juga ikut menahan tangan Aksa.
"Eh dasar cewek dodol! Kalian nggak tahu aja kalau si Zizi bini gue, ya nggak mungkin lah gue biarin Zizi deket sama cowok lain, enak aja!" batin Aksa sembari berusaha melepaskan dirinya dari kedua cewek itu.
__ADS_1
Sementara di seberang meja, Zizi melihat sang suami yang sedang digandeng oleh Juleha dan Juminten, ia pun tidak bisa lagi menahan untuk segera pergi dari tempat itu dan memutuskan untuk pulang.
"Eh busyeettt main gandeng-gandeng aja si Akang, huuu mending pulang, sakit mata gue di sini terus!" Zizi bermonolog sendiri sembari beranjak pergi.
Tentu saja Rendy dan Rere terkejut saat Zizi pamit pulang, "Zi, elu mau kemana? Makanannya belum dihabiskan," seru Rere yang melihat makanan Zizi masih banyak.
"Gue mau pulang duluan, ya! Sorry mendadak kepala gue pusing, daaahh sorry, guys!" Zizi segera pergi meninggalkan Rere dan Rendy yang masih bingung dengan sikap Zizi.
Melihat sang istri pergi, Aksa pun segera mengejar Zizi yang berlari kecil menuju ke luar halaman.
Sementara itu Juleha dan Juminten terlihat kesal karena gara-gara Zizi, mereka harus ditinggal oleh cowok terkeren sekampus.
"Sialan tuh si Zizi, apa sih istimewanya tuh cewek, cuma jadi sahabatnya doang aja manja banget, dihh cewek aneh!" umpat Juleha yang tidak pernah menyukai Zizi, pun sama Juminten juga tidak pernah menyukai Zizi yang disukai oleh banyak cowok di kampusnya.
"Zi! Elu mau kemana?" tanya Aksa sambil menarik tangan istrinya.
"Pulang!" jawabnya singkat.
__ADS_1
"Ya tunggu gue, gue bakal ambil motor dulu, jangan pulang sendiri," sahut Aksa.
"Bodo! Gue mau naik taksi aja." Zizi terlihat masih kesal. Aksa pun segera berlari ke parkiran untuk segera mengambil motornya.
"Elu tunggu di sini! Jangan kemana-mana," pinta Aksa agar Zizi tidak jadi naik taksi.
Di saat Aksa mengambil motornya di parkiran, Robi dan Fikri tak sengaja melihat Aksa. Mereka berdua pun menghampiri Aksa.
"Eh Bro! Kok buru-buru banget, mau kemana lu?" tanya Robi.
"Gue mau pulang, bini gue ngambek!" jawabnya sembari memakai helm. Robi dan Fikri saling menatap, kemudian Fikri berkata kepada Aksa, "Sabar, Bro! Gue yakin Zizi sebenarnya cinta sama elu, pasti dia ngambeknya juga pingin elu peluk, jiahaaa. Oh ya, elu udah buka kado dari kita, belum?"
"Belum." Aksa menggelengkan kepalanya sambil menaiki motor.
"Waahh pantesan, entar ya nyampe rumah, elu buka tuh kado dari kita berdua, pasti kalian berdua tuh girang banget, gue jamin besoknya pasti saling senyum-senyum dan nggak bakalan berantem lagi, suerr!" seru Fikri sambil tertawa kecil.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1