SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Jangan diucek


__ADS_3

Aksa menghisap jari telunjuk Zizi dengan lembut, Zizi yang merasa tidak enak ia pun segera mencabut jarinya dari mulut sang sohib.


"Ihh ... udah Kang, gue nggak apa-apa kok, cuma luka kecil nanti juga sembuh sendiri." Ucap Zizi sembari melihat jari telunjuknya yang ternyata tidak seperti dugaannya, luka goresan itu cukup dalam sehingga membuat Zizi sedikit perih.


"Awww ... ck! Kenapa sih gue nggak hati-hati, bisa-bisanya kena beling." Zizi melihat jari telunjuknya yang terdapat luka goresan pecahan beling yang cukup dalam. Melihat itu Aksa pun segera menarik tangan sang istri dan membawanya untuk duduk di atas tempat tidur. Sehingga membuat Zizi terkejut dengan apa yang dilakukan oleh sohibnya itu.


"Eh Akang, elu mau ngapain?"

__ADS_1


"Udah diem bawel, tunggu di sini!" titah Aksa dan ia pun segera mengambil kotak P3K untuk memberi pertolongan pertama pada luka gores pada jari Zizi.


Zizi memperhatikan Aksa yang sedang sibuk mengobati lukanya, dari membersikan luka itu hingga memberinya obat, setelah itu Aksa memberikan plester agar luka itu bisa menutup. Zizi terus saja memperhatikan wajah sang suami yang nyatanya ia mulai menyadari jika Aksa merupakan pria yang tampan. Wajah yang maskulin, kulit wajah yang halus, hidung mancung, bibir tipis nan mempesona, namun mampu membawa Zizi lupa jika mereka sahabatan.


"Gue tuh lihat elu sakit dikit aja, gue udah panik duluan, gue nggak mau elu terluka sedikitpun, ngga tahu kenapa kalau lihat elu luka, gue kayak ikut ngerasaain juga," seru Aksa sembari memberikan plester pada jari Zizi.


"Halah gombal, preeettt! Sok menderita lu, emang elu tahu rasanya sobek selaput dara? Elu kan yang bikin tuh luka, nyeri njiiir! Pakai acara ikut ngerasain-ngerasain, elu apain aja sih sampai modelnya berubah gitu, mengembang kek kue yang baru diangkat dari oven." Celetuk Zizi sambil komat-kamit seperti biasa. Aksa justru tertawa mendengar ucapan dari sohibnya itu.

__ADS_1


"Uuuu ... gue timpuk lu, dasar Akanggg, kenapa nggak elu tahan, pea!" seru Zizi setelah melemparkan bantal pada wajah sohibnya itu. Aksa pun berusaha menangkap lemparan bantal dari Zizi, namun rupanya bantal itu tak sengaja mengenai mata Aksa dan dirinya merasa seperti kelilipan. Spontan Aksa mengucek matanya yang terasa tidak nyaman.


"Aduhhh hati-hati dong, Zi! Mata gue sakit nih, wah parah lu, KDRT terus sama gue, salah apa coba gue sama elu!" Mendengar ucapan dari sang sohib, Zizi pun mencoba melihat mata Aksa.


"Halah manja banget, sini-sini, biar gue lihat! Cuma kena timpuk bantal aja kayak kelilipan linggis lu," Zizi tampak mencoba melihat mata sohibnya itu dengan mendekatkan dirinya sedekat mungkin pada sang suami dengan posisi Aksa duduk di tepi tempat tidur dan Zizi berdiri di depan sohibnya itu sembari memegang wajahnya dan memeriksa mata suaminya.


"Nggak ada apa-apa, elu aja yang lebay, jangan diucek mulu dong, kek gini kan jadinya, merah tuh," seru Zizi saat melihat keadaan mata Aksa yang terlihat memerah karena terlalu banyak diucek.

__ADS_1


"Iya ... nggak tahan nih rasanya nggak nyaman banget ganjal!" seru Aksa yang tanpa sengaja melingkarkan kedua tangannya pada pinggang sang sohib. Tentu saja Zizi semakin mendekat pada tubuh suaminya dan entah kenapa ia membiarkan Aksa melakukannya.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2