SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Nyemil kerikil


__ADS_3

Fikri melihat tangan Juleha yang melingkar pada pinggangnya, setelah itu Ia pun masih meneruskan akting terbaiknya, bakat teater Fikri memang tak terbantahkan. Pemuda berpura-pura diam dan tanpa ekspresi, ia pun tidak melakukan apapun atas apa yang Juleha lakukan, sehingga membuat Juleha merasa ada yang aneh dengan temannya itu.


Juleha melepaskan tangannya dan membalikkan badan Fikri, dilihatnya wajah yang tanpa ekspresi, wajah yang seolah penuh dengan kesedihan. Juleha pun berusaha untuk menanyakan apakah yang terjadi pada temannya itu.


"Hei! Elu kenapa, Fikri?" tanya Juleha sambil menepuk-nepuk pipi Fikri. Kemudian akting kedua Fikri pun dimulai, pemuda itu seolah-olah tengah kesurupan dan meracau sendiri. Fikri terdengar mengerang dan membuat Juleha merasa takut, ia pun sedikit menjauh dan berteriak meminta tolong kepada teman-temannya yang masih ada di sana. Lokasi sungai yang tidak jauh dari lokasi penginapan, membuat Aksa dan teman-temannya terkejut mendengar ribut-ribut dari arah sungai.


"Toloooggggg, Guys!! Tolongin si Fikri, Guys!!" teriak Juleha yang spontan terdengar di area penginapan, beruntung hari itu pak lurah sedang ada di kantor kelurahan, sehingga kejadian itu tidak membuat pak lurah turun tangan.


Sementara itu Fikri sudah menyiapkan naskah drama untuk aktingnya kali ini. Ia berpura-pura memejamkan matanya sambil komat-kamit menyebut jika yang sedang merasuki tubuh Fikri adalah khodam pendamping Fikri.


Aksa dan teman-temannya datang ke tempat di mana Juleha berteriak, Aksa melihat sohibnya itu yang sedang meracau tak karuan, Aksa cuma tersenyum melihat Fikri seperti itu, seolah Aksa sudah tahu apa yang sebenarnya Fikri lakukan.


"Ya elah nih anak! Kayaknya dia sedang mengasah kemampuan aktingnya, hadeuuhh dia kesurupan siapa nih, Nyi Blorok apa Nyi melet??" bisik Aksa kepada Robi yang juga ikut tertawa geli melihat akting sohibnya itu. Ketiga sahabat itu tentu sudah sangat tahu bagaimana sifat dan karakter masing-masing, bahkan saat seperti ini pun Aksa dan Robi hanya santai menyaksikan sohib mereka bermain akting.


Tentu saja kebanyakan teman-temannya tidak akan pernah menyadari jika apa yang dilakukan oleh Fikri hanyalah sebuah sandiwara, bahkan Zizi dan teman-temannya pun sangat takut dan khawatir jika terjadi apa-apa pada Fikri.


"Kang! Tolongin si Fikri tuh, kasihan dia sampai kayak gitu, kesurupan tuh anak, mungkin kesurupan jin penunggu nih sungai," seru Zizi kepada suaminya.


"Udah nggak usah khawatir, kita duduk aja di sini sambil nyemil kerikil!!" celetuk Aksa sambil mengajak istrinya duduk di batu besar sembari menyaksikan tontonan mengasyikkan dari Fikri.


Zizi pun tampak menepuk tangan sang suami, "Nyemil kerikil- nyemil kerikil, nggak usah ajak-ajak kalau cuma buat nyemil kerikil," protes Zizi yang membuat Aksa tertawa gemas. Kemudian Aksa memangku sang istri dan memeluknya dari belakang sambil menyaksikan pertunjukan yang akan diperlihatkan oleh Fikri.


"Ahh ... kita duduk aja di sini? Sebentar lagi nih ya, kamu akan menyaksikan pertunjukan yang sangat menarik, anggap saja kita sedang melihat Fikri tampil di panggung teater, eh eh tapi jangan gerak-gerak dong! Duduk anteng, ya! Biar Dede kamu juga anteng," seru Aksa kepada Zizi.


"Iya iya!!" balas Zizi singkat.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun melihat Fikri yang sedang mengomel-ngomel yang cukup membuat Aksa dan Zizi tertawa.


"Heeiii ... aku ini adalah khodam pendamping Fikri, aku datang ke tubuh pemuda tampan ini karena godaan dari gadis itu!!!" omel Fikri sembari menunjuk ke arah Juleha. Semua teman-temannya melihat ke arah Juleha yang saat itu sedang bingung.


"Waahh parah lu Jul, apa yang elu lakukan sampai khodam si Fikri muncul, elu musti tanggung jawab tuh, khodam nya udah muncul loh, hidup elu nggak bakalan tenang, hayo loh!!" sahut Robi yang semakin membuat Juleha ketakutan. Karena sejatinya Robi sudah tahu jika Fikri sedang berakting.


"Eh kok gue sih, gue nggak apa-apain dia kok, sumpah!" seru Juleha ketakutan.


"Kalau nggak elu apa-apain, kenapa si Fikri sampai gitu, sampai khodam nya muncul, tuh khodam pasti terusik," sahut Robi yang semakin membuat Juleha ketakutan.


"Terus gue harus gimana dong?"


Kemudian tiba-tiba Fikri berkata, "Menikahlah dengan Fikri! Dengan begitu aku tidak akan mengganggu hidupnya dan hidupmu, jika kamu tidak menikah dengannya, maka aku selalu datang ke dalam kehidupan Fikri dan juga kamu!!"


"Nah loh hayo, Jul! Elu musti mau nikah sama Fikri lu, nggak boleh nolak lu!!" desak Robi.


Sementara itu Aksa hanya bisa cekikikan melihat akting kedua sohibnya itu.


"Ya ampun mereka berdua itu memang jago banget aktingnya, si Juleha sampai nggak nyadar gitu," seru Aksa yang tidak terasa tangannya juga sedang berpiknik masuk ke dalam kaos Zizi, meraba dua mimik kembar Zizi yang masih terlindung oleh dua cup penutupnya. Tanpa sadar Aksa menarik-narik, memilin-milin dan memutar-mutar pucuk gunung kembar itu, sehingga membuat Zizi spontan bergerak-gerak di atas pengakuan Aksa.


"Eh Zi Zi, sudah aku bilang jangan gerak-gerak! Diem dong!!" bisik Aksa yang sudah merasa tidak nyaman.


Zizi pun menyahuti ucapan sang suami, "Hmm kamu juga nggak nyadar, Kang! Tangan kamu tuh! Ngapain masuk ke dalam segala!" balas Zizi yang seketika membuat Aksa cengar-cengir.


"Hehehe oh iya lupa, tangan ini sudah hafal di mana tempat dia bermain," jawab Aksa tanpa dosa, kemudian Ia pun mengeluarkan tangannya dari dalam baju istrinya. Dan kembali menonton pertunjukan sohibnya itu.

__ADS_1


Juleha pun akhirnya minta maaf kepada khodam pendamping Fikri, dan ia pun berjanji akan menikah dengan Fikri, ia juga mengaku bersalah jika sudah membuat Fikri seperti itu.


"Iya deh gue ngaku salah, tadi gue cuma bercanda aja, habisnya gue nggak suka tuh si Sari godain Fikri, kok kayaknya nggak rela aja si Sari deket-deket sama Fikri, makanya gue pura-pura peluk tuh anak, eh nggak tahunya teman dari alam ghaib nya yang muncul, beneran gue nggak bermaksud seperti itu," sesal Juleha yang membuat Fikri menyunggingkan senyumnya.


"Hmmm ... itu artinya elu suka dong sama Fikri? Nah, giliran dideketin sama Sari elu nggak suka, kalau bukan suka apa namanya, Jul!!" ucap Robi spontan dan blak-blakkan.


Juleha terdiam dan akhirnya Fikri berpura-pura sudah sadar, seolah khodam pendamping nya sudah pergi.


"Aduhhh kepalaku pusing!! Eh ada apaan ini pada ngumpul di mari?" tanya Fikri pura-pura bingung.


Tentu saja Juleha menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Gadis seksi itu mendekati Fikri dan berkata kepada pemuda itu.


"Fik!! Gue minta maaf, gue nggak bermaksud membuat elu seperti itu, jujur sih nggak tau kenapa kalo ada Sari di dekat lu, kok gue ngerasa nggak rela aja," seru Juleha sembari menundukkan wajahnya.


Fikri pun berpura-pura tidak mengerti maksud Juleha berkata seperti itu.


"Maksud elu apa, Jul? Emangnya apa yang sudah terjadi sama gue?" Fikri berkata dengan suara lemas sambil menyandarkan kepalanya pada pundak Robi.


Robi pun semakin menguatkan akting sohibnya itu dengan mengusap pipi Fikri berkali-kali. Bukannya mengusap dengan lembut, Robi justru menepuk-nepuk pipi Fikri cukup keras, kesempatan bagi Robi untuk mengerjai sohibnya itu.


"Cup cup cup sabar, Bro! Gue juga ikut bersedih hiks hiks hiks!!" sahut Robi. Fikri yang merasa jika sohibnya itu sengaja menepuk pipinya dengan keras, Fikri pun berbisik pada telinga Robi.


"Semprul lu pea! Sakit woii!! Yang benar aja dong ngusapnya!" umpat Fikri yang membuat Robi tertawa kecil..


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2