
Beberapa saat kemudian ...
Aksa senyum-senyum sambil mencium kening istrinya, sementara Zizi tampak terlihat lemas dan penuh dengan keringat yang membasahi wajah cantiknya.
"Untuk sekian kalinya, terima kasih sudah memberikan aku hak sebagai seorang suami, aku sangat bahagia ternyata rasanya semakin nikmat jika kita melakukannya dengan rasa cinta," ucap Aksa sembari menyelipkan rambut Zizi di belakang Telinga. Zizi tersenyum dan mengusap wajah Aksa yang juga masih dipenuhi oleh keringat hasil percintaan mereka baru saja.
"Hmm ... bukankah harus seperti itu, sekarang tidak ada lagi yang harus ditutupi, sorry, Kang! Jika kemarin aku sangat egois, aku masih malu untuk mengakuinya, dan sekarang aku minta kamu jangan pernah deket-deket lagi sama si Juleha atau siapapun, awas aja kalau aku lihat kamu bercanda dengan mereka," seru Zizi yang seketika membuat Aksa tertawa.
"Iya iya aku tahu, kamu bisa pegang kata-kataku, aku nggak bakalan deket-deket sama mereka, tapi kalau mereka yang deket-deket gimana dong? Kamu tahu sebenarnya kan suamimu ini adalah cowok terkeren yang digandrungi para cewek, mana mungkin aku bisa menghindari mereka," seketika Zizi mencubit pipi Aksa dengan kedua tangannya. Aksa pun merasa kesakitan dan sedikit berteriak.
__ADS_1
"Ahhh ... aduh-aduh sakit, Sayang! Iya iya ampun-ampun!!" Zizi pun melepaskan cubitannya dari pipi Aksa, pria itu terlihat mengusap-usap pipinya sambil mengerucutkan bibir.
Zizi bangun dan berkata, "Itu masih belum seberapa, coba-coba berani melakukannya, aku gantung Dede gemoy kamu jadi jimat, biar nggak ada setan perempuan yang berani deketin suamiku," mendengar ucapan Zizi, Aksa pun membulatkan matanya, membayangkan bagaimana Dede gemoy miliknya digantung menjadi jimat. Setelah itu Zizi beranjak untuk pergi ke kamar mandi.
"Waduh busyeettt! Gimana nasib Dede gue kalau dijadikan jimat, sumpah nih bini, garang euy!" ucap Aksa lirih, disaat yang bersamaan Zizi melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, namun tiba-tiba saja ia tampak kesusahan berjalan, dan benar saja Zizi tampak kesusahan untuk berjalan.
Zizi meringis kesakitan saat merasakan ada yang sedikit perih, ternyata rasa perih itu akibat lecet pada area sensitifnya, belum lagi kedua kakinya yang terasa pegal-pegal karena terlalu lama terbuka lebar.
"Sini-sini aku bantuin. Hati-hati!" Aksa berkata sembari memapah sang istri untuk masuk ke dalam kamar mandi. Zizi pun berpegangan pada tubuh suaminya yang sama-sama masih tanpa sehelai benangpun.
__ADS_1
"Sakit, ya?" tanya Aksa basa-basi.
"Udah tahu nanya, ya sakit lah lecet semua deh kayaknya, kamu juga sih kira-kira dong! Aku bilangnya udah kamu terus aja ngelanjutin, sampai sakit nih kaki, kebanyakan di atas," mendengar ucapan dari sang istri, Aksa pun menjawab, "Ya gimana dong! Enak banget sih soalnya, mumpung halal gas aja lah, biar cepet nongol jagoan kita, kalau kita punya anak, pasti gokil kayak emak bapaknya, pasti dia jago dansa, jago silat, jago nembak, pokoknya anak kita jago semuanya." Dengan bangganya Aksa membayangkan bagaimana putranya kelak, dimana dirinya sangat aktif dalam proses pembuatan calon anak-anak mereka, seperti yang Aksa sebutkan, dirinya melakukan berbagai gaya dan model sesuai petunjuk buku panduan Kama_sutra yang didapatnya dari kado pernikahan mereka.
Rupanya ucapan Aksa mendapatkan protes dari sang istri yang merasa tidak terlalu banyak gaya, ia cukup diam sambil menggeliat manja dengan mulut komat-kamit bukan marah, tapi komat-kamit merasakan keenakan.
"Nggak bisa! Anak kita nanti bakal jadi anak yang pendiam, santun, nggak banyak tingkah, pokonya kalem kayak Mamanya, karena Mamanya nggak banyak tingkah, nggak kayak kamu kayak helikopter yang sedang nangkring, ah capek ingatnya sampai lecet semua," sambung Zizi yang membuat Aksa garuk-garuk kepalanya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...