SAHABATku PENGANTINku

SAHABATku PENGANTINku
Sebuah kado buku


__ADS_3

"Beneran nih? Gue pegang omongan elu, Kang! Gue percaya kok, elu pasti nggak pernah boong," balas Zizi sembari tersenyum dan melihat kado yang dibuka oleh suaminya. Sejurus Zizi melihat sebuah buku yang memiliki sampul berwarna hitam, setelah mereka lihat ternyata buku itu berjudul Kama_sutra yang diberikan khusus kepada mereka. Seketika Aksa senyum-senyum sendiri melihat kado yang pastinya akan membuat keduanya entah itu cekikikan atau terangsang jika keduanya membaca bersama.


"Kang! Itu buku buat apaan!?? Kok elu senyum-senyum gitu?" tanya Zizi yang penasaran melihat ekspresi suaminya yang seperti kegirangan.


"Oh bukan apa-apa, nanti kita baca bareng, ini buku buat nambah ilmu." Balas Aksa yang belum memberitahu kan kepada Zizi tentang isi buku itu.


"Nambah ilmu? Ilmu apaan, Kang? Masuk dalam mata kuliah kita nggak sih?" Zizi terlihat mengerutkan keningnya.


"Ya iyalah, ini masuk mata pelajaran biologi," jawaban Aksa membuat Zizi bahagia, pasalnya dia suka sekali dengan mata kuliah Biologi.


"Waaahhhh asyik tuh! Kita baca aja sekarang, Kang! Gue udah nggak sabar ingin lihat isinya." Seru Zizi sembari tersenyum senang.


"Emm ... sekarang? Apa elu nggak mandi dulu? Nanti aja deh habis mandi kita bacanya!" Zizi pun tetap memaksa untuk membacanya sekarang.


"Enggak! Sekarang aja, ayo Kang! Kita duduk di sana biar rileks gitu bacanya." Tunjuk Zizi pada ranjang Big size milik mereka, ranjang yang memiliki tirai berwarna putih itu terlihat begitu romantis, karena pada dasarnya ranjang itu disediakan khusus bagi pasangan pengantin baru itu.


"Iya iya, kita baca bareng."

__ADS_1


Akhirnya keduanya duduk di atas ranjang mereka sembari membawa buku bersampul hitam itu, sebelum Aksa membuka halaman buku, ia berkata kepada istrinya agar tidak heboh saat membaca isi dari buku tersebut.


"Tapi sebelumnya elu harus janji, nggak bakalan heboh sendiri dan tetap diem, baca aja terus, ngomong aja dalam hati kalau elu nemuin sesuatu yang membuat elu bahagia, elu faham!" Kata Aksa sembari menatap wajah istrinya yang mencoba untuk mengerti apa yang dikatakan oleh sang suami.


Zizi pun mengangguk dan seolah dirinya sudah mengerti dan meyakinkan Aksa dengan tersenyum kepada sohibnya itu. Lagi-lagi Aksa membatin. "Eh busyet! Tersenyum lagi dia, semakin dekat tambah cantik aja sih,"


"Diihhh ayo lekas dibuka malah liatin gue lu, ati-ati jatuh cinta lu sama gue, lihatnya biasa aja dong, pangling kan lu. Emang pinter banget MUA nya, bikin muka gue cantik beud, elu aja lihat gue kagak berkedip, gimana kalau si Rendy yang lihat." Mendengar ucapan dari Zizi, Aksa pun langsung membalas, "Nggak usah sebut nama Rendy, pokonya ya gue nggak mau nama Rendy elu sebut-sebut lagi sekarang, panas kuping gue. Rendy Rendy Rendy ... si kerempeng aja elu bangga-banggain."


Zizi melihat wajah suaminya yang sedang kesal saat dirinya menyebut nama teman Aksa itu.


Aksa mulai membuka halaman pertama yang berisi daftar isi. Seketika Zizi melototkan matanya saat membaca daftar isi buku tersebut.


"Loh Kang? Kok isinya ...!!"


"Udah nggak usah protes, dibaca aja ini tuh ilmu yang baik dan benar tentang ... tentang ... ah entar elu tahu sendiri." Sahut Aksa yang kemudian membaca bab berikutnya.


Mereka berdua pun membaca bab itu bersama, baru bab pertama Aksa mulai berkeringat dingin, bagaimana pun juga dirinya belum pernah merasakan hubungan seperti itu, meskipun sudah banyak cewek yang menjadi pacarnya, tapi Aksa tidak tergerak hatinya untuk melakukannya dengan cewek-cewek gebetannya.

__ADS_1


Pun sama dengan Zizi, gadis itu mulai gugup dan panik saat membaca halaman demi halaman buku panduan itu, tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir mereka, keduanya tampak serius membaca bersama.


Hingga akhirnya mereka dikejutkan dengan gambar yang mencontohkan tentang adegan ranjang yang tentu saja membuat keduanya saling menatap dan menahan tawa.


"Eh buset! Dede gue jadi bangun nih," batin Aksa.


"Apa-apaan sih ini, njiiir! Kok gue merasakan ikutan cenut-cenut." Batin Zizi yang mulai merasakan sesuatu yang membuatnya sedikit gerah.


Hingga akhirnya secara tidak sadar, tangan mereka saling bersentuhan, dan entah kenapa keduanya saling menggenggam erat seolah-olah keduanya membutuhkan pegangan masing-masing.


Keduanya pun tersadar jika tangan mereka saling bertaut, spontan keduanya saling menoleh dan saling menatap.


"Zi! Elu merasakan ada sesuatu, ngga?" tanya Aksa dengan suara lembutnya.


"Iya, Kang! Kayak ada yang cenut-cenut gitu," balas Zizi secara blak-blakan.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2