
" Dalam beberapa bulan, aku sudah menikah, tetapi Allah belum juga memberiku momongan. Aku akan tetap bersabar untuk menghadapi cobaan dan ujiannya, ”
Anin Fitri Ani
🌷Happy Reading 🌷
Dalam sebuah pernikahan mempunyai jalan untuk menjadi yang lebih terbaik dan emang pernikahan bukan hanya untuk di pandang saja. Emang pernikahan harus di jalani dengan baik-baik dan selalu menuju masa depan. Semuanya akan ada kenangan terindah dan terburuk.
Anin masuk ke dalam kamarnya dan duduk di tepi ranjang, selama lima bulan menikah, Anin dan Rifa'i melakukan itu-itunya sampai kadang lupa waktu. Hari ini, Anin badannya cukup melelahkan dan akhirnya Anin pun menidurkan badannya. Dengan posisi yang tidak mengenakkan,
*****
Rifa'i yang baru saja pulang dari dinas, akhirnya masuk ke rumah dan melemparkan kunci mobilnya kepada mang Jalal. Rifa'i menghempaskan tubuhnya ke sofa, “ Oh iya mang, kemana istri saya? ” Tanya Rifa'i melepaskan sepatunya.
“ Saya nggak tau den, dari tadi Non nggak keluar kayaknya. ” Ucap mang Jalal mengambilkan minuman untuk Rifa'i.
“ Oalah gitu ya, kalau begitu taruh aja di meja mang, minumannya. Saya mau ngecek dulu istri saya di kamar, ” Ucap Rifa'i dengan mengambil sandal dan melangkah ke anak tangga. Rifa'i pun membuka kamarnya dan benar saja, Anin tidur dengan posisi yang salah.
Rifa'i melangkah dan mendekati Anin, Rifa'i mengangkat tubuh Anin dengan posisi yang benar. Anin pun bergerak dengan samar-samar, akhirnya Anin bangun dan menggerakkan tubuhnya. ’kretek-kretek' suara Anin menggerakkan tubuhnya.
“ Eh mas, kamu udah pulang. Maaf mas, ” Akhirnya Anin berdiri dan membantu Rifa'i untuk ganti baju. Rifa'i menggelengkan kepalanya,
“ Nggak usah yang, aku mau mandi dulu. Kamu siapkan makan aja, tadi minumnya udah ada di meja. ” Ucap Rifa'i dengan melangkah ke kamar mandi.
“ Iya mas, aku mau siapkan dulu makanannya. ” Anin mengambil kerudungnya dan memakainya. Sebelumnya Anin telah menyiapkan baju untuk Rifa'i pakai malam ini. Setelah itu, akhirnya
Anin membuka handle pintu dan ada suara mamanya di bawah. “ Hm, kayaknya ada mamah itu di bawah. Ya, udah lah ke bawah aja, sambil buat makanan. ” Ucap Anin melangkah ke anak tangga.
Benar saja ada mamahnya di meja makan, sambil makan buah di meja makan dengan bi Ijah. “ Assalamu'alaikum mah, ” Ucap Anin menghampiri mamahnya dan menyalimi mamahnya. Mamahnya pun memeluk Anin dan mengecup kening Anin. “ Waalaikumsalam nak, apa kabar nak? ” Tanya mamahnya dan mengajak Anin untuk duduk.
“ Allhamdulilah baik mah, mamah sama papah gimana kabarnya? ” Tanya Anin sambil mengambil minum. “ Allhamdulilah baik nak, oh iya belum masak kan. Mamah tadi bawakan makanan buat kamu sama Rifa'i, ” Ucap mamah Hajar dengan mengeluarkan makanannya yang begitu banyak.
__ADS_1
“ Mah, banyak amat. Emang kita makan sama kayak sapi gitu mah. Banyak, ”
“ Ya nggak lah, ini juga buat papah sama mamah jugaan. Mamah sama papah mau nginap di sini, sekitar 5 harian lah. ” Ucap mamah Hajar.
“ Ha, tapi papah kemana mah? Kok nggak liat aku mah, ” Ucap Anin membawa piring. “ Papah lagi di depan. Ngomong sama mang Jalal, ” Jawab Hajar.
“ Oh gitu ya mah, mas Rifa'i lagi mandi, jadi harap tunggu beberapa menit. Ya, sekitar 30 menit kalau mandi. Sekarang kalau mandi itu ya, mah. Lama banget, aku aja nunggu dia mandi sampe lumutan mah. Mandinya smedi kayaknya mah, ” Ucap Anin.
“ Ya Allah nak, lama amat. Kok ya gitu juga ya, apa nggak keriputan itu tangannya sampe 30 menit kalau mandi. ” Ucap mamah Hajar.
********
Rifa'i yang sehabis mandi,
" Iya gitulah mah, nggak tau kenapa. Itu orangnya dateng, ” Ucap Anin sambil menunjuk Rifa'i.
Rifa'i pun melangkah ke dapur dan menghampiri mamahnya. “ Mah, apa kabar? ” Tanya Rifa'i dengan menyalimi tangan mamahnya. “ Baik nak, eh katanya istrimu kamu kalau mandi tiga puluh menit sendiri. Nak, nak kamu ini di kamar mandi sambil umik-umik. Dengan berdo'a sambil smedi juga. ” Ucap mamah Hajar. umik-umik (komat-kamit)
“ Ehm, yang aku mau ngambil minumku dulu di depan. Sama lihat papah, ” Ucap Rifa'i dengan mendekati Anin dan mencium kening Anin.
“ Weh, mamah jadi mau nih. Nak, tolong cium mamah deh. Biara ngerasain mamah kalau di cium sama anaknya. Sekali-kali, ” Ucap mamah Hajar dengan tertawa dan Rifa'i menggeleng kepalanya. “ Itu papah, papah katanya mamah suruh cium itu mamahnya. ” Ucap Rifa'i dengan berteriak dan memanggil papahnya.
“ Ehehehe kamu ini ya, ya udah sana. Emang tadi apaan? ” Tanya mamah Hajar dengan menjitak kepala Rifa'i. “ Ehm, nggak tau namanya apa? Jugaan malu mah, itu privasi mah. Mamah ini otaknya suka menjelajah. Pah, mamah otaknya traveling ini lho, ” Ucap Rifa'i dengan kabur dan melarikan diri.
Anin tertawa terpingkal-pingkal melihat anak dan mamah yang sukanya bercanda. Mamah Hajar tertawa sampai nahan kencing, “ Aduh suamimu itu lho nak. Emang ya, nggak ada ahklak sama sekali, ” Ucap mamah Hajar.
“ Iya mah, ” Anin mengiyakan saja perkataan mamah Hajar. Orang sama-sama edaannnya juga, anak sama mamah sukanya traveling.
“ Eh nak, kamu ambilkan sendoknya nak. Mamah nggak sampe ini, ” Anin pun mengambilkan sendoknya.
“ Ya udah kalau begitu, kamu panggil suamimu sama papah ya. Ini jugaan makanannya sudah selesai kalau menyiapkannya. ” Mamah Hajar mencicipi hidangannya. Akhirnya Anin melangkah ke ruang tamu,
__ADS_1
“ Assalamu'alaikum pah, ”
Anin melangkah dan mendekati papahnya. Mencium tangan papahnya dan menyalimi papahnya.
“ Eh waalaikumsalam nak, kamu apa kabar? Papah jarang ke sini, makin gendut aja ini. ” Ucap papah Rahmat dengan memandang Anin yang sedikit buncit menurutnya, padahal Rifa'i mengatakan kalau selama beberapa hari ini, badan Anin kurus.
“ Allhamdulilah baik pah, ayuk pah, mas! Makanannya sudah siap, katanya mamah di suruh makan. ” Ucap Anin dan mereka pun berdiri, melangkah ke dapur.
Hajar sehabis membuang kotak di tempat sampah dan kembali lagi. Akhirnya Hajar duduk kembali di tempatnya. “ Nih udah mamah samaa Anin tadi yang menyiapkan.
Makan yuk! Enak lho, apalagi sama ketoprak nih. Sambelnya pedes terus kecapnya manis, beuhh.” Mereka pun bergabung dan memulai memakan hidangannya.
Beberapa menit, akhirnya mereka selesai makannya dan mereka pun duduk-duduk di kursi taman. Memandang langit sore,
Aldo yang menyirami tanaman di taman, jadinya menyiram mang Jalal yang lagi minum kopi.
Jadi gagal fokus,
Bersambung
Jangan lupa like dan komen positif!!!!
Mampir yuk ke instagram!!!
@dindafitriani0911
•
•
•
__ADS_1
# Terima kasih