
Happy Reading
Aksa sedari tadi mencium aroma wangi ayahnya datang dan pikirannya kacau.
Bisa saja ayahnya menjodohkannya dengan wanita yang tidak ia cintai. Malah, nanti bisa aja dia merusak dan mencuci otak perempuan itu agar menjauh darinya.
"Aksa," benar dugaannya ayahnya datang dan Aksa memutar bola matanya dengan malas karena ayahnya ke sini membawa perempuan.
Entahlah beberapa kali Aksa menolak, tapi ayahnya selalu berjuang keras untuk mendapatkan jodoh yang terbaik untuknya.
Katanya bebet, bobot, semuanya harus setara. Nggak boleh kalau nggak setara, itulah menjadi pengganjal bagi Aksa karena ayahnya selalu bilang dirinya sudah pantas untuk menjadi suami dan ayah.
Masa iya umurnya udah 30 tahun belum juga menikah, tapi Aksa tetap sabar ingin jodohnya segera ia temukan dan ia nikahi.
Allah juga belum menghendaki dia untuk menjadi suami maupun ayah, Allah masih menyembunyikan siapa jodohnya kelak.
"Yah, kenapa sih bawa perempuan terus? Apa kemarin itu kalian mencari perempuan ini agar mau itu?" ucap Aksa dengan keras.
Membuat perempuan itu minggir dan di pojokkan sana, sepertinya gadis desa ini.
Kok ya macam nggak punya harga diri apa?
Aksa tilik tajam perempuan itu, membuat ayahnya bertindak lebih cepat.
Menampar sang anak dan ibunya pun mencegahnya agar tidak ada pertengkaran kembali di keluarga ini.
__ADS_1
"Kamu itu bukan ayahku, kamu pembunuh! Jadilah orang yang bijak!" Mengatakan ayahnya, karena telah menamparnya setiap kali bertemu.
"Jangan berani-berani kamu mengotori pipi ku untuk hal beginian! Ayah macam apa kamu ini? Tidak mengerti apa maksud dari hati Aksa ke hati orang lain. Aksa mencoba untuk mendekat sama perempuan, tapi apa? Aksa tidak pernah bisa menyatakan 'cinta' dan masalahnya ayah kenapa mencoba untuk mengurusi hidupku, kamu bukan ayahku cuma ayah tiriku. Semua ini ibu sudah di berikan campuran bumbu untuk tetap mempertahankan rumah tangganya. Kamu memang benar-benar menjadikan ibu sebagai pembantu, bukan istri." Ucap Aksa dengan panjang lebar.
Sedangkan, yang di katakan Aksa semuanya fakta memang ibunya sekarang memakai kursi roda dan tidak bisa berjalan dengan senormal dahulu kala.
Ayahnya menatap Aksa dengan kebencian, ayah tirinya ingin dia terbaik bukan salah memilih perempuan yang terburuk baginya.
***
Anin menghidangkan makanan malam untuk pakde dan budenya, dari tadi belum keluar kamar juga. Apa yang di buat?
Adonan kue palingan ya.
Biar cepet mateng terus jadi deh.
"Makan dulu ya, nanti keburu dingin makanannya. Mereka juga nggak keluar-keluar dari tadi," Anin mengambil piring dan sendoknya, ia mengambil beberapa makanan.
"Assalamu'alaikum..." Ucap orang yang mengetuk rumah dan sepertinya orang nggak di kenal.
Apa orangnya mau bayar kontrakan? Atau ada urusan lain, Anin tidak ambil pusing. Dia menjawab salamnya tapi nggak di bukakan pintunya.
"Wa'alaikumsalam, siapa sih yang gedor-gedor pintu. Orang kagak punya akhlak apa? Mau maghrib bertamu, giliran sore tadi kemana aja? Ih, orang itu kok nggak keluar-keluar." Anin semakin mengebu-ngebu karena pakdenya sama bude belum keluar dari kamar.
"Iya sebentar," Anin akhirnya mau membukakan pintu dan ada tetangga sebelah.
__ADS_1
"Bayar utang?" tanya Anin dan tetangga sebelah mengangguk.
"Ini, katanya pakde kamu nanti kalau nggak ada orangnya, belang hidungnya. Di suruh nitipin uangnya ke kamu, yaudah kalau gitu saya mau ke masjid dulu. Oh, iya pakde mu belum pulang. Tapi, kok mobilnya udah di rumah." tetangga juga tau kalau setiap hari pakde Anin memakai mobilnya setiap ke kantor.
"Biasalah.. Namanya juga lagi beribadah," tetangga mengangguk-angguk seraya mengerti semua.
Palingan juga sholat maghrib.
Tapi, belum adzan.
Wah... Wah tetangga langsung menaiki sepedanya dan keluar, menuju masjid.
"Utang bayarnya maghrib, tak kirain mau bertamu ternyata utang belum di bayar." Anin menggelengkan kepala dan menutup gerbangnya kembali.
"Oh iya bentar lagi mau maghrib nih, hihihihi... Aku nak bangunin mereka nanti jadinya apa ya? Apa, ah nggak-nggak... Nggak boleh berpikiran seperti itu." Anin masuk kemana ke dalam rumah dan menatap meja makan.
Ternyata mereka ada di meja makan.
Anin gabung ke meja makan, bercengkrama dengan mereka.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komennya🔥🔥🔥
Gas... Jaga kesehatan ya 🌺🌺🌺
__ADS_1
Terima kasih 🙏💕