
Happy Reading
“ Mau kemana hm? ” Tanya Rifa'i yang begitu lembut dengan memegang handphonenya di tangan.
“ Cari angin di luar, makan di restoran apa gimana gitu mas. ”
Anin membujuk Rifa'i agar Rifa'i mau menuruti permintaannya.
“ Boleh kalau kamu mau, la emang kenapa kok kayaknya bosen gitu? ”
Rifa'i meletakkan handphonenya di meja dan memegang tangan Anin.
“ Engga kok, cuma pengen aja cari angin. ”
“ Boleh tapi nanti ya, soalnya masih pagi ini. Ehm, pesen makanan apa mau masak sendiri? ”
“ Pesen aja mas. ” Jawab Anin.
“ Ya, kalau gitu bentar. ”
Rifa'i pun menelpon pelayan, akhirnya pelayan mengantarkan makanan kepada mereka.
“ Kamu mandi aja dulu mas! ”
“ Nanti aja, mau jemur dulu. ”
“ Ooo gitu, aku mau ke kamar mandi dulu mas. Panggilan alam udah nyampe, ”
Anin ke kamar mandi, sedangkan Rifa'i berjemur dan menyelulupkan badannya di kolam renang.
*******
Beberapa menit, akhirnya mereka pun makan bersama dan Rifa'i memiliki kejutan untuk Anin, yang sebelumnya dia siapkan sejak lama.
“ Buka ini, buat kamu. ”
Rifa'i menyodorkan sebuah paper bag dan di dalamnya berisi kotak.
“ Ini... Apa mas? ”
“ Buka aja, daripada penasaran. ”
Anin membuka kotak tersebut dan ternyata berisi handphone.
“ Handphone mas? ”
“ Iya, kok cemberut. Kenapa emangnya? Nggak suka dengan modelnya? ”
“ Nggak kok suka, tapi aku kan nggak bisa main beginian mas. Bisanya cuma di depan komputer aja, ”
“ Nggak papa, nanti aku ajarin. Udah kan, kalau gitu kita mau cari angin dulu. ”
“ Eeh iya, aku simpan dulu mas. Tunggu, mau pake kerudung dulu. ”
Anin mengambil kerudung dan memakainya. Rifa'i juga mengambil kunci mobil,
“ Yuk! ”
Anin dan Rifa'i keluar dari kamar, sekalian mengembalikan piring dan gelasnya di dapur.
“ Mbak, kita mau kembalikan piring sama gelasnya mbak. ”
“ Iya bu, maaf merepotkan. ”
Anin menyerahkan nampannya dan di Terima oleh pelayan.
“ Nggak kok. Kalau begitu saya permisi. ” Anin pun tersenyum dan di balas senyuman oleh pelayan yang ada di sana.
__ADS_1
Rifa'i menekan tombol lift dan mereka masuk ke dalam lift, sesampainya di bawah Rifa'i menggandeng tangan Anin.
Mereka pun sampai di parkiran mobil dan Rifa'i membukakan pintu samping kemudi untuk Anin, Rifa'i memutar arah.
Rifa'i membuka pintu kemudi, langsung menghempaskan bokongnya di kursi mobil dan memakai seatbeltnya.
Rifa'i memanaskan mobilnya terlebih dahulu, akhirnya mereka berangkat ke Bogor menjenguk nenek panti di sana.
Anin tersenyum senang karena benar-benar hari yang menyenangkan baginya,
setelah lama mendekam di rumah saja.
“ Mas, mau kemana emangnya? ”
“ Ke Bogor yang, ”
Rifa'i memutar stir mobil dan Anin terkejut ada mobil yang bertabrakan dengan mobil lain.
“ Eeh astaghfirullahalazim, ya Allah. ”
“ Kasian itu yang kecelakaan mas, aduh kok ya di depan mata gitu lho. ”
“ Hm bener kasian juga, nasibnya seperti itu. ”
Anin merinding dan berdoa agar mereka selamat sampai tujuan.
Akhirnya menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih, mereka pun sampai di panti asuhan.
Mereka pun turun dari mobil, Anin melihat anak-anak yang berlarian dan tertawa riang, membuatnya tersenyum.
“ Mas ini panti asuhan siapa? ”
“ Udah masuk aja, nanti juga tau orangnya. ”
Rifa'i menggandeng tangan Anin, mereka pun masuk ke dalam panti asuhan.
“ Assalamu'alaikum, ” sapa Rifa'i dengan mengetuk pintunya.
Keluarlah sosok ibu-ibu yang sudah berumur sekitar lima puluh tahun lebih.
“ Cari siapa nak? ”
“ Hm, maaf Bu. Kami mau cari nenek yang punya panti asuhan ini, ”
“ Oalah nak. Mau cari yang punya panti ini, ”
“ Kalau begitu saya antarkan ke beliau, maaf nak di maklumi masih berantakan. ” Imbuhnya,
“ Nggak papa kok bu. Kita juga memaklumi kalau semuanya repot, apalagi mengurus anak-anak. ” Jawab Anin,
Rifa'i dan Anin mengekor di belakang ibu-ibu tersebut. Sampailah mereka di rumah bernuansa kayu semua dan pemandangan yang benar-benar hijau.
Ibu tadi pun mengetuk pintunya,
‘ Tok-tok... Tok-tok... ’
keluarlah anak laki-laki yang membawa snelli di sampirkan di tangannya.
“ Iya, eh bu, ada apa? ”
“ Maaf Pak, ada tamu. Itu orangnya, ”
“ Siapa? ”
Rifa'i memunculkan wajahnya.
“ Assalamu'alaikum bang, ”
__ADS_1
“ Waalaikumsalam Rifa'i. Ya Allah udah lama, nggak ketemu. ”
Raihan Adi Putra, anak laki-laki yang selalu menemani Rifa'i sejak kecil, dia adalah anak dari Raditya Adi Putra dan Daniarti Alona Beth.
Orang tua yang berbeda agama, yang orang tuanya sekarang menyatu agama. Ayahnya sekarang mengikuti agama ibunya yaitu agama Kristen, sedangkan Raihan memilih untuk ke agama Islam.
Orang tuanya pun setuju dengan keputusan Raihan, karena orang tuanya ingin melihat kebahagiaan Raihan itu dari hatinya sendiri.
Raihan memiliki ciri khas sendiri bagi Rifa'i, membuatnya berteman sejak lama, sampai benar-benar mereka di pisahkan oleh ajalnya masing-masing.
Raihan memeluk Rifa'i dengan erat sampai benar-benar mereka menangis terharu, karena sejak SMA mereka di pisahkan, adanya mereka berbeda cita-cita.
Raihan sama Rifa'i sekarang masih menjalin persahabatan mereka lewat media sosial.
Orang tua Raihan sekarang tinggal di London dan Raihan memilih untuk tinggal bersama neneknya di Bogor.
“ Kamu makin kurus aja bang, dulu aja suka makan bang. Sampe kamu jadi bahan bully-an di sekolah, ”
“ Bisa aja kamu, yaudah masuk yuk! Mau ketemu nenek yang pasti? ”
“ Iyalah mau siapa lagi? Bukannya aku nggak kangen sama abang, tetapi aku pengennya ketemu sama nenek. ”
“ Hahaha... ” Mereka pun tertawa, sampai Anin pun di lupakan oleh Rifa'i.
“ Bu, temani saya ya? Saya nggak tau itu suami saya, udah bener-bener lupa kayaknya. ”
“ Iya mbak. ”
Mereka pun masuk dan ternyata di dalamnya rumah tersebut, rumahnya bernuansa klasik dan benar-benar kayu semua bahannya.
“ Ini rumah siapa? Kok kayaknya aku nggak pernah dengar dari mas Rifa'i. ”
Anin pun mengikuti langkah mereka berdua, sampailah mereka di kamar.
“ Nenek... Nek... Ada tamu ini, ” Ucap Raihan dengan mengetuk pintunya.
“ Kita tunggu aja di ruang tamu dulu, nanti nenek nyusul. ”
Akhirnya mereka di giring Raihan di ruang tamu,
sampailah ada suara ketukan tongkat yang menggetarkan di lantai.
Nenek-nenek berjalan dengan membungkuk,
“ Assalamu'alaikum nek, ”
“ Waalaikumsalam. Siapa ini? ”
“ Ini nek, Rifa'i anaknya om Rahmat. ” Jawab Raihan dengan membantu nenek Sarifah untuk duduk di kursi.
“ Bener nak? ”
“ Bener nek, saya Rifa'i anaknya papah Rahmat. Masa nenek lupa sama Rifa'i, ”
Rifa'i mendekati nenek Sarifah dan duduk berjongkok di atas lantai.
Mencium tangan dan kening nenek Sarifah. Nenek Sarifah menyambutnya.
BERSAMBUNG
Uluh... Uluh sampe Anin jera itu kayaknya sama neneknya keknya... Cemburu..... Panas-Panas...
💔💔💔
-Jangan lupa like dan komen positif gess!!!
-Jangan lupa follow instagram:
__ADS_1
@dindafitriani0911
❤❤❤