
Happy Reading
Anin melangkah dengan langkah berat dan kabur ke rumah bude-nya sama pakde nya.
Pastinya di sana lebih aman dan mengungkapkan rasanya lebih enak, tetapi nanti kalau di tanya yang aneh-aneh bagaimana?
Nggak papalah, emang dia pantas mendapatkan balasan yang setimpal.
Anin mengetuk pintunya dan meletakkan sandalnya yang copot tadi.
Ya Allah, kakinya terasa perih dan merah-merah.
“ Assalamu'alaikum bude. Hiks-hiks, ” Anin menangis dan merasakan sakit luar biasa.
Bude langsung membukakan pintunya dan bude terkejut seketika, Anin langsung memeluk bude Wati dan menumpahkan air matanya.
“ Kenapa sayang? Kok kamu nangis, ” Bude Wati menggiring Anin untuk masuk ke dalam rumah.
“ Hwaaaa... Bude aku ndak terima. Aku di sakitin di sana, hati aku terluka bude. ” Ucap Anin dengan keras dan Pakde yang baru saja menyembulkan wajahnya dari dapur, mendengar kalau di sakiti pastinya tidak terima.
“ Kenapa? Ada apa nak? ” Bude Wati menghela napasnya karena tingkah suaminya.
“ Itu selingkuh... Hwaaaa... Nggak kuat mending mati aja. ” Bude Wati memerah wajahnya dan Pakde juga.
“ Emang itu laki-laki, bajingan, bangsat, nggak punya hati. Pakde mau hampiri dia sekarang juga. ” Anin mencegahnya dengan langkah tertatah dan bude Wati terkejut karena wajah Anin ungu-ungu seperti itu.
“ Nggak usah Pakde, aku udah ngomong, aku mau cerai sama dia. ”
“ Hah... Ya Allah nak, ” dada bude Wati serasa sempit karena kata perceraian itu kata yang di benci oleh Allah SWT.
Tetapi nanti kalau bertentangan dengan ini bagaimana?
“ Nak, begini ya. Bude mau ngomong kamu hamil nggak? ”
Anin langsung menghentikan nangisnya dan menggeleng kepalanya.
“ Begini nak, kalau Istri yang ditalak selagi suci yang telah digauli berarti ditalak untuk menghadapi ‘iddah yang tidak meyakinkan. Hal ini karena boleh jadi dia hamil sehingga ‘iddahnya adalah melahirkan, atau dia tidak hamil sehingga ‘iddahnya adalah tiga kali haid. Benar, dia dapat langsung menghadapi ‘iddahnya salah satu dari dua kemungkinan tersebut, tetapi ‘iddah yang akan dihadapinya tidak menentu. Kamu harus melewati beberapa tahapan, selagi kamu masih suci ataupun itu lah, pokoknya kamu harus lewati semuanya. ”
“ Iya bener nak kata bude kamu, kamu pertimbangkan baik-baik. Nanti Pakde ajak kamu ke rumah sakit buat periksa perut kamu apakah ada isinya atau tidak. ” Ucap Pakde dengan membuang napasnya.
“ Iya Pakde. ” Anin di obati lukanya dan beberapa luka yang ada di kakinya.
“ Udah mendingan? Yaudah kamu istirahat dulu, Pakde mau cek beberapa kontrakan yang belum bayar. ” Pakde melangkah keluar dan Anin di bantu untuk ke kamar yang sudah di siapkan.
“ Istirahat dulu, nanti baru ke dokter. ”
“ Iya bude. ”
“ Bude mau ke dapur dulu buat makan malam nanti. Kamu pokoknya nggak boleh kemana-mana ya. Harus istirahat! ”
Bude Wati keluar dari kamar, Anin sebenarnya tidak bisa tidur dan memikirkan untuk perceraiannya.
“ Ya Allah, kalau nanti aku hamil bagaimana? Aku nggak mau melihat wajah dia di hadapanku, tetapi nanti pastinya nggak akan sah bila aku hamil. Apa ini cobaan yang hamba lalui begitu berat, hamba nggak mau di duakan. ” Ucap Anin dengan menatap perutnya yang rata dan menangis terseguk-seguk.
“ Walaupun aku merasa berat tapi aku harus kuat. Semangat terus, jangan menyerah! Kata ibu, kalau kamu menyerah berarti hidup kamu nggak akan tertata lagi. ” Ucap Anin dengan meremat bantal karena perbuatan Rifa'i yang membuatnya muak.
__ADS_1
***
Sore sudah tiba, akhirnya bude Wati menyiapkan beberapa baju untuk di pakai Anin di ambilnya di rumah Almarhum ibunya.
Untung saja, bajunya tidak di bawa di rumah Rifa'i semua dan Bude Wati membawa beberapa baju yang sudah di ambil tadi, Bude melangkah ke kamar Anin.
Cupp...
Bude Wati mengecup kening Anin dan mengelus rambut Anin.
“ Hidup kamu miris sekali nak, kamu nggak pantas di gituin. Bude sampai menangis dari tadi, kamu harus kuat ya nak. Kalahkan semua pikiran yang masuk di dalam pikiranmu nak. ” Bude bergumam dan mengusap punggung Anin.
“ Bangun yuk nak! ” Ucap bude Wati dengan halus dan membangunkannya saja pakai tangan yang begitu lembut suaranya.
“ Hoaammm... Hhhh... ” Anin memolet-molet dan dia membuka matanya, melihat bude-nya yang tersenyum menatapnya.
“ Udah ashar, jangan tidur! Kamu mandi dulu ya. Bude siapkan pakaian untuk kamu. ”
Anin mengangguk dan turun dari ranjang, melangkah ke kamar mandi yang ada di kamarnya. Satu ruangan dengan kamarnya.
“ Allhamdulilah, kayaknya udah nggak terasa lagi. Palingan cepet melupakan kejadian tadi. ”
Bude Wati mengambil pakaiannya dan meletakkan di atas ranjang.
Anin keluar dari kamar mandi, dia langsung mengambil bajunya dan berganti di kamar mandi lagi.
Bude Wati menunggu Anin yang memoles bedak dan memakai kerudung.
Semuanya serasa udah siap, bude Wati menggandeng tangan Anin keluar dari kamarnya dan Pakde yang menatap layar TV dengan berita-berita yang di lebih-lebihkan kata-katanya yang pasti.
“ Pak, berangkat yuk! Nanti maghrib di masjid aja, selesai cek-up. ” Ucap bude Wati dengan mengambil tasnya.
Pakde memencet tombol mematikan TV dan pakde mengambil kunci mobil di atas meja.
Beberapa bulan yang lalu, pakde beli mobil dari dealernya langsung dengan keberhasilannya sekarang, yang menjadi arsitek.
Kemana-mana pasti bude ngintil.
Hahaha... Ekornya terus, begitulah sejatinya pasangan. Kalau di tinggal harus mengikutinya kemanapun berada. Dari sabang sampai merauke pokoknya.
Anin membuka pintu mobil dan bude Wati mengikutinya. Mobil pun jalan dengan kecepatan sedang dan pakde juga sudah handal dengan mobilnya karena sekali pakai langsung bisa.
***
Sesampainya di rumah sakit, Pakde yang melakukan pendaftaran, sedangkan Anin sama bude Wati menunggu di loby rumah sakit.
“ Nak kamu mau apa? ”
“ Nggak bude, aku nggak mau apa-apa. ” Jawab Anin dengan lemas karena daftar pastilah menunggu antrian yang begitu panjang.
Jantungnya serasa copot, apakah hamil atau tidak?
“ Yaudah kalau begitu, bude mau beli minum dulu ya. Nanti kalau ada apa-apa bisa minum buat menjadi lega dan kuat lagi. ”
Apa maksudnya bude?
__ADS_1
Aduh, bikin deg-deg ser ini mah.
Bude Wati menghilang dan tinggalah Anin sendiri di sana.
“ Udah nin, jangan aneh-aneh lah! Tadi, bude cuma bilang kalau melegakan masalah nanti. Iya, bener juga minum itu biar nggak seret. ”
Anin mondar-mandir kayak kiciran angin, karena perasaannya tidak enak dan menunggu pakde yang mengisi formulir rumah sakit.
Pakde sudah selesai dan mendapatkan antrean nomor 5, untung selamat. Pada, akhirnya juga begitu.
Apakah sampai maghrib atau tidak ini?
“ Nak, kamu duduk dulu napa? Jangan mondar-mandir, nanti capek! ” Ucap Pakde melihat Anin yang muter-muter, di rasa yang pening kepalanya.
Hahaha... Kasian juga kalau Pakde pusing, nanti nggak bisa kerja lagi.
Bude terburu-buru dengan langkah yang cepat dan napas terengah-engah.
“ Assalamu'alaikum Pak. ”
Huh... Huh... Napasnya naik turun.
“ Kenapa bu? ”
“ Tadi, ibu lihat Rifa'i dengan perempuan, terus mereka ada di rumah sakit. Entah siapa yang sakit? ”
“ Astagfirullahalazim... ” Anin terkejut dan melongo seketika.
“ Emang itu anak harus di beri pelajaran. ” Ucap Pakde di dalam hati dengan mengumpat beberapa kali nama ' Rifa'i '.
Pakde urungkan niatnya untuk menghajar Rifa'i dan tetap tenang, menahan emosinya agar tidak meledak-ledak.
Dia akan keluar selepas dokter memanggil nama Anin, Anin hatinya terluka lagi dan luka hatinya kembali menganga.
“ Sabar nak. Kamu kuat, nggak boleh menyerah. Kamu harus menghadapi semuanya. ”
Enak amat kalau ngomong... Belum merasakan tapi udah memberikan masukan.
Iya, Anin butuh support dari keluarganya dan Anin mengubur dalam-dalam untuk menghampiri Rifa'i.
“ Hm, Pak. Nanti bapak sekalian urus semuanya ya Pak. Kasian Anin, ” Bisik bude Wati.
Pakde mengangguk dan mereka semua menunggu untuk di panggil oleh suster.
“ Kenapa kamu membuat Anin menjadi terluka dari hatinya, kamu memang seperti ayah Anin. Yang menyakiti Ibu Anin, kamu sekarang nggak pantas mendapatkan cap suami yang di inginkan oleh semua orang. ” Ucap Pakde di dalam hati dan mengepalkan tangannya.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen ya ❤❤❤
Btw, othor butuh refresing dulu ya. Besok ndak up☺☺☺
Ini udah bonus buat kalian semua...
Terima kasih sudah memberikan dukungan
__ADS_1
🙏💕