Samawa Till Jannah

Samawa Till Jannah
– S2 – Episode 76. Ayah Aksa


__ADS_3

Happy Reading 📖


"Eh salah perkataan ku tadi, itu mah orang kejepit juga nggak mau." Ucap Aksa di dalam hatinya dengan menyunggingkan senyuman kepada ayahnya.


"Ini dia orang yang punya harta kekayaan terbesar nomer---"


"Sebentar Yah, ada telepon." Ucap Aksa, membuat bapaknya menghela napas dan menatap nanar dari kejauhan sang anak. Aksa menatap dan mengatakan 'yes' di dalam hati. Bisa bebas dari jeratan ayahnya sendiri.


Aksa bercanda ria dan guyonan di balik layar handphone. Padahal dulunya kaku dan dingin sekali, apalagi ayahnya tidak bisa meluluhkan hati seorang diri.


"Eh, maaf yah... Aku tinggal lama ya tadi, sesekali ini aja yah. Aku mau pergi dulu sebentar aja, nggak papa 'kan?" Ucap Aksa dengan menepuk pelan bahu ayahnya dan tidak mempunyai wajah berdosa karena sudah cekikikan terus ayahnya menunggu pula.


"Emang anak nggak tau dosa kayak gini." Dumal sang ayah dengan menutup handphone dan melangkah ke arah dapur.


"Gimana yah?" tanya Aksa dengan membuntuti ayahnya. Ayahnya menggidikkan bahunya dan menatap Aksa kembali.


"Oke, ayah akan kasih waktu kamu dua bulan untuk mencari istri! Ayah nggak mau kamu jomblo dan jadi bujang lapuk, nggak laku-laku. Keburu busuk nanti," heh ayahnya tadi ngomong apa? Wah, ayah sama anak pada aneh semua ini.


"Hah, segitu dekatnya yah?"


"Yes, benar. Kamu nggak boleh menunda waktu, karena menunda-nunda itu perbuatan jelek. Harus pada saatnya, kamu 'kan udah mau kepala tiga nak. Masa iya belum punya istri? Apa kata orang nanti, ketika kamu belum menikah dan ayah akan jawab apa nanti?" Ujar ayah Aksa dengan menasehati Aksa, Aksa termenung dan menatap isi tatapan hati dan matanya.


"Yah." panggil Aksa dengan lemas dan seraya ingin sekali meminta restu bersama Aksa ingin melamar Anin.


Aksa akan membawa orang tuanya, Ibu bersama Ayahnya akan segera merestui jika benar-benar Aksa mencintai perempuan itu.


"Hem, boleh lah aku menyetujui permintaan ayah tadi?" Tanya Aksa, dia melupakan pekerjaannya tadi dan ingin sekali dia memiliki seorang istri, hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.


"Iya, maksudnya gimana nak?" Kelembutan dan parau ayahnya bisa ia dengar, ayah yang selalu Aksa impikan.

__ADS_1


Karena setiap impian belum tentu bisa membuahkan hasil yang terbaik dan tercapai oleh semua yang kita mau.


"Yah, aku akan me... la... mar..."


"Melamar siapa? Melamar pekerjaan atau wanita? Wah, ayah jadi salut sama kamu. Walaupun mentingin pekerjaan tapi kamu juga mentingin perkataan ayah yang barusan ngomong tadi 'kan?" Ini orang tua mulutnya pingin di sumpeli kaos kaki yang udah busuk nih di dalam. Nggak pernah di cuci selama satu bulan. Mau gimana lagi?


Palingan juga nggak ada suaranya nanti sama batang hidungnya, yang tiap hari mampir ke sini.


"Hem, gimana ya yah?" Aksa masih ragu mau berbicara, tapi ayahnya sesekali mendesak anak supaya cepat menikah.


Dan ayah Aksa akan menimang cucu.


Mengingat kejadian di masa lalu, ingat kalau Aksa tukang ngompol saat di ajak jalan-jalan.


Sekarang udah mandiri dan bisa menyatakan dirinya sebagai direktur utama ataupun CEO di perusahaannya sendiri.


Sebelum di temukan oleh ayah dan ibu tercinta, orang tua angkat Aksa ada di kampung sana.


Aksa sekarang tinggal bersama orang tua kandungnya.


Yang ingin memimpikan sang anak segera menikah.


***


Author PoV


~Siang Hari~


Rifa'i memutar-mutar video yang ia edit sendiri, sebagai launching perusahaan cabang baru di kota ini. Ia memutar arah supaya maju terus perusahaan yang bukan miliknya.

__ADS_1


Tetapi milik dari Papa mertuanya.


Tok-tok-tok


"Masuk!" Ucap Rifa'i yang fokus di laptop dan handphonennya.


Ya, istrinya yang mengantarkan makanan untuk Rifa'i makan siang. Rutin setiap hari Putri mengantarkan makanannya.


Karena ingin suaminya menjaga pola makan dan minumnya kalau di luar, padahal nggak tau aja kalau Putri yang setiap hari di cafe terus restoran.


"Mas, makan dulu yuk! Udah waktu makan siang ini lho. Apalagi kamu lembur nanti malam. Jadinya tubuh harus fit nggak boleh sakit-sakitan mas." Ucap Putri dengan menata piring dan rantangnya ia bongkar.


Drtt... Drttt...


"Handphone siapa itu mas?" Mata Rifa'i melotot dan fokus ke Putri yang lagi menanyakannya.


Ini adalah handphone sekretaris Papanya Putri dan ia lagi mengedit-edit supaya launching bagus dan keren.


Lah, si istrinya pasti kobong kalau denger ginian. Bisa aja nih, posisi kek gini lagi enak-enakkan edit malah tambah runyam masalahnya.


"Siapa mas? Di tanya malah bengong," Putri pun menyuapi Rifa'i dengan tangannya sendiri dan sebelum itu mencuci tangannya di wastafel.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya gess 😝😝😝


Makasih zemua yang udah memberikan dukungan kalian dan bisa memberikan waktu untuk mampir.


🙏🙏❤❤

__ADS_1


__ADS_2