Samawa Till Jannah

Samawa Till Jannah
Tamat Season 2


__ADS_3

Hari, dan hari sudah terlewati, pada saatnya mereka melakukan janji suci pernikahan.


Hari ini Anin di sibukkan dengan kegiatan make-up dari jam empat pagi, sampai saat ini jam tujuh pagi. Dua jam lagi, mereka akan sah menjadi pasangan suami istri.


Pernikahannya akan di laksanakan di hotel, memilih untuk tempat yang cocok.


Hotel di ramaikan para tamu undangan yang hadir, di undang untuk hadir. Menemani saksi nikah mereka, undangan yang di sebar pun tidak main-main jumlahnya, sekitar lima ribu undangan yang di sebar dengan waktu yang cukup singkat.


Padahal, banyak lagi teman, maupun saudara dari pihak perempuan dan laki-laki.


Tapi, mereka memilih setengah dari teman atau saudara. Tamu sudah ada ruangannya sendiri, berfoto-foto, dan menampilkan penampilan dekorasi yang ada.


Sementara Aksa ber siap-siap, dan di make-up, sedikit polesan bedak.


Dengan kemeja berwarna putih polos serta di tutupi jas berwarna hitam, dan peci yang menempel di kepalanya.


"Pak, mau pipis nih. Kebelet," Aksa menggaruk tengkuk lehernya, dan mereka pun tertawa.


Menertawakan Aksa, Aksa malu.


Padahal dirinya ini sedang di uji nyali, kalimat janji suci itu di ucapkan dan di hafalkan bolak-balik. Sampai mulutnya berbusa, Ayahnya sudah memberikan pesan. Jangan terlalu tegang! Membuatmu lupa segalanya nanti, hembuskan napas lalu buang.


Tapi, itu tidak pas buat Aksa.


Baginya ini adalah hati-hati yang membuatnya tegang, dan sedikit berkeringat.


Aksa pun di antarkan oleh perias laki-laki, dan Ayah serta Pakde mengobrol di sana.


Melihat bagaimana prosesnya?


Apa mempelai laki-laki siap?


Ya, dari jauh-jauh hari Aksa melafalkan kalimat-kalimat itu.


"Hahaha... Bentar lagi kita mau besanan ya Pak, jangan lupa kalau bapak sekarang udah tua... Punya anak satu, nikah lho." Ejek Pakde, Ayah tersenyum lebar.


"Tidak apa-apa... Yang penting mereka bisa kasih cucu, udah seneng kok. Melihat bahagia, kami pun bahagia." Jawab Ayah Aksa, Pakde menepuk-nepuk punggung Ayah Aksa.

__ADS_1


***


Setelah dua jam di lewati, pada akhirnya ini lah waktu yang di tunggu tiba. Pada saatnya mereka merasakan kebahagiaan yang terpencar di wajah.


Hari ini sungguh banyak rintangan, Anin sudah bersiap untuk di gandeng Bude, serta saudaranya yang di sana yang sudah siap menemaninya.


Aksa sudah di hadapan Pakde sekarang, dan Pakde bersiap untuk menjabat tangannya.


"Tolong panggilkan pihak mempelai perempuannya, setelah itu kita baca kalimat syahadat ya?" Bapak penghulu mengaba-ngaba.


Dan mereka mengangguk, menyusul pihak mempelai perempuan.


"Assalamu'alaikum, bu..." Seru orang yang di suruh menyusul pihak mempelai perempuan.


"Iya, wa'alaikumsalam... Oh di suruh ke sana ya, ya kami akan ke sana." Anin berjalan keluar di gandeng bude dan saudara sepupunya.


Belakangnya ada tante, maupun teman-teman kantornya yang perempuan.


"Jangan salah ucap!" Ayah Aksa membisikkan sesuatu, dan keringat merembes keluar dari kening Aksa.


Bagaikan kata-kata yang membuatnya terngiang-ngiang, Aksa mendongakkan ke arah yang tepat sasaran.


"Nah, mempelai perempuan sudah ada... Silakan duduk di samping mempelai laki-laki!" Ucap penghulu itu.


"Mari kita baca syahadat dulu! Sebelum mengucapkan ijab kabul."


Penghulu mengucapkannya, lalu di ikuti oleh seluruh tamu. Sekarang giliran kedua mempelai, dan mereka bisa mengucapkannya dengan lancar.


Pakde pun mengucapkan ijab kabul dan dengan membaca basmallah terlebih dahulu.


Mengijabkan mereka, menjadi wakil dari bapak Anin. Anin meneteskan air mata harunya.


Lantas Aksa menjawab.


"Saya terima nikahnya Anin Fitri Ani Binti Reino dengan maskawin tersebut di bayar tunai." Dengan satu tarikan dan penghulu tersenyum lebar.


"Bagaimana para saksi sah..." Seru penghulu dengan sekeras-kerasnya di mik.

__ADS_1


"Saaahhh..." Jawab serentak mereka.


Penghulu pun mendoakan mereka dan Anin tersenyum bahagia, pernikahan yang kedua kalinya di gelar untuknya.


"Allhamdulilah... Kalian sudah sah di mata agama, dan sekarang silakan tanda tangannya di atas buku nikah ini!" Penghulu memberikan buku nikah keduanya, dan memberikan pulpen di atasnya.


Aksa bertanda tangan, dengan tangan gemetar dan keringat sejak tadi memenuhi punggungnya.


Tersenyum menatap Anin dari samping.


"Sekarang kalian sudah sah di mata negara, dan agama... Ya sudah silakan kalian menyematkan cincin!" Ucap penghulu yang bersiap-siap untuk pergi.


Penyematan cincin pun di mulai, dan setelah selesai Aksa mencium kening Anin.


Bahagia sekali hari ini.


"Allhamdulilah, Allah mengizinkan ku menikahi mu. Karena sejak awal, aku ragu." Ucap Aksa, Anin tersenyum lebar.


Hatinya berbunga-bunga hari ini, kekosongan dan kehampaan hatinya pun terisi dengan laki-laki yang mencintainya dengan tulus.


(Samawa Terus, sampai Jannahnya masing-masing) Ucapan author, sesuai judulnya....


Happy End 🤗


TAMAT (SEASON 2)


Makasih sudah menemani cerita ini sampai sini, dan ini cerita belum benar-benar tamat yah... Tapi, aku mau libur dulu beberapa bulan ke depan, dan nanti di lanjutkan ke season 3....


Dengan cerita baru, gimana fokusnya Aksa ke istrinya ketika hamil?


Jangan ngarep dulu yak! Karena lanjutannya nanti, wkwkwk 😂😂😂...


Aku mah janji-janji mulu, tapi kurang di tepati...


Sebentar lagi akan ada info buat novel baru ya, hehehe... Tinggal dua novel yang belum aku tamatkan juga, allhamdulilah bisa tamat...


Thanks ya, aku nggak bisa ucap banyak...

__ADS_1


Kecup Ongline 😗


__ADS_2