Samawa Till Jannah

Samawa Till Jannah
– S2 – Episode 14. Salah Lagi


__ADS_3

“ Ketika belum berakhir, semuanya akan terbalik, ”


Anin Fitri Ani


Happy Reading


Beberapa menit, akhirnya mereka selesai makannya dan mereka pun duduk-duduk di kursi taman. Memandang langit sore,


Aldo yang menyirami tanaman di taman, jadinya menyiram mang Jalal yang lagi minum kopi.


Jadi gagal fokus,


Mang Jalal pun menyiramkan kopinya ke wajah Aldo, “ Heh aduh Pak. Bapak ini, ” Karena kopi tersebut dingin dan mang Jalal menjewer telinga anaknya. “ Kamu ini ya, udah tau bapak di sini. Kok ya, bisa-bisanya nyiram bapak to, ” Ucap mang Jalal dan Aldo meringis.


“ Hehehe maaf Pak, bapak aja yang di situ. Kan nggak tau, namanya juga fokus sama Pak Rifa'i, Pak. ” Jawab Aldo dengan cengengesan dan mang Jalal pun menjewer telinganya Aldo dengan kencang. “ Eh Pak, ampun. Emang dah, punya orang tua kek gini. Mak, tolong. Bapak ini lho, main jewer telinganya Aldo, mak. ” Ucap Aldo dengan mengadu kepada bi Aseh sebagai istri dari mang Jalal.


“ Heh, kok bapak yang salah. Sekarang cepetan mandi, jangan lihatin orang itu! Kamu belum cukup umur, jadi kamu ingat harus belajar, bukan main cinta-cintaan. Orang lagi kelas satu SMP aja, otaknya udah kemana-mana? Apalah kalau nanti besar? ” Ucap mang Jalal memegang kepalanya.


“ Ya, nggak usah di pikirkan Pak. Emang aku juga udah tau, Pak. ” Jawab Aldo dengan berlari menuju kamar mandi. “ Emang ya itu anak kurang ajar, ” Ucap mang Jalal dan bi Aseh pun keluar dari dapur. “ Eh Pak, siapa yang kurang ajar? ” Tanya bi Aseh. “ Eh ibu, itu lho anakmu udah otaknya ngeres dicampur tepung lagi tambah ngeresnya poll, bu. ” Jawab mang Jalal dan bi Aseh pun menjewer telinganya mang Jalal.


“ Kamu ini ya, Pak. Sama aja, anak sama bapak nggak ada bedanya. ” Bi Aseh pun menyeret tubuh mang Jalal ke belakang.


*********


Anin dan Rifa'i pun masuk ke dalam kamarnya.


Rifa'i merebahkan tubuhnya di sofa dan Anin melepas kerudungnya. “ Eh mas, mau tanya itu kenapa mamah sama papah bisa romantis gitu ya? ” Tanya Anin dengan menaruh kerudungnya.


“ Hehehe, aku mau cari resepnya dulu sama papah. Siapa tau nanti kita cepet di kasih momongan, yang? ” Ucap Rifa'i dengan membuka surat kabar.

__ADS_1


“ Udah lah mas, itu juga udah kehendak Allah, kita juga sudah berusaha. Mau gimana lagi? ” Ucap Anin dan Rifa'i memandang Anin.


“ Eh kok gitu yang, ya kita juga sama yang. Setiap kali aku melihat temenku, pasti bawaannya udah ada anak semua yang. Apalagi temenku yang satunya, itu satu minggu menikah langsung jadi, yang. ” Ucap Rifa'i dengan mata berbinar.


Anin sontak saja terkejut bukan main karena perkataan Rifa'i. “ Hm, mas. Jangan mulai ya! Kamu ini jangan asal bicara, mas! ” Ucap Anin dengan tidak percaya.


“ Bener lho yang, aku nggak bohong. Masa iya satu minggu langsung jadi, itu nggak tau yang. Soalnya katanya itu, dokternya bilang kalau mereka subur, emang cepet jadi yang. ” Ucap Rifa'i dengan menyakinkan perkataannya.


Anin masih tetap tidak percaya dan Anin tidak memikirkan jauh-jauh. Adzan maghrib pun berkumandang, Anin dan Rifa'i mengambil air wudhu. Dengan begitu, Anin mengambil sarung dan baju koko untuk Rifa'i. Akhirnya semuanya sudah siap. Mereka pun melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu, membantu Rifa'i melepas baju koko nya.


Semuanya sudah selesai, Rifa'i dan Anin pun duduk di sofa, menonton TV. Anin kepalanya di paha Rifa'i, sedangkan Rifa'i mengelus-elus kepala Anin. Anin membelalakkan matanya karena melihat berita di TV, karena kejadian hamil di luar nikah.


“ Astagfirullahalazim, mas. Ya Allah kok ya lakinya itu nggak tau diri apa gimana gitu? ” Ucap Anin dengan meremat paha Rifa'i dan Rifa'i pun meringis.


“ Yang, itu pahanya jangan diremat! Aduh bisa-bisa kulitnya buat taun baru yang, besok malam. Hahaha di bakar enak, yang. ” Ucap Rifa'i dengan senyuman.


Anin merinding dan mencoba memindahkan badannya ke kursi lain, tetapi di cegah oleh Rifa'i. “ Mau kemana kamu? ” Tanya Rifa'i.


Rifa'i melangkah ke dapur dan Anin pun sama, membuatkan Rifa'i teh. “ Ehm, ada dua orang ini. Maaf Pak, bu. Numpang lewat aja, ” Ucap Aldo dengan melangkah ke kamarnya dan Anin terkejut. Rifa'i tersenyum,


“ Anak-anak emang ya, ” Ucap Rifa'i dengan geram dan Anin tertawa ngakak. “ Eh, siapa yang anak-anak? ” Tanya Anin dengan membawa nampan berisi teh hangat.


“ Ini tehnya di minum, ” Ucap Anin dengan menyodorkan teh hangatnya ke meja. “ Iya, taruh aja di situ. ” Ucap Rifa'i mengotak-ngatik handphonenya.


“ Ehm mas, aku mau tanya besok kan mau tahun baru. Gimana kalau nanti bakar ayam aja, sekalian bakar jagung? ” Ucap Anin dengan tersenyum dan mengambil jeruk.


“ Ha, ya, ya. Seterah, kalau maunya itu. Tapi, besok aku mau ngajak kamu jalan-jalan, yang. Sekalian honeymoon, ” Ucap Rifa'i dengan membuka laptopnya dan mengerjakan tugasnya, karena ada tugas yang belum dia selesaikan.


“ Apa mas? Emang dimana honeymoonnya? ” Tanya Anin dengan memakan jeruknya. Rifa'i mengangguk dan menyomot jeruk Anin.

__ADS_1


“ Hm, ya nggak tau. Itukan surprise buat tahun baru, yang. ” Anin mengangguk pasrah, sebenarnya dia mau nggak mau harus di rumah, tahun baru ini.


“ Ya udah kalau begitu, ” Anin melangkah ke kulkas dan membuka kulkasnya. Mengambil buah-buahan di sana, karena tidak ada cemilan dan adanya buah-buahan. Jadi, Anin memilih untuk makan buah-buahan.


“ Pakde mau kemana? ” Tanya Aldo kepada Rahmat yang berjalan dengan mindik-mindik.


“ Aduh ini anaknya siapa? Kok ya, teliti amat gitu lho. ” Ucap Rahmat di dalam hati. Rahmat pun berbalik badan dan menatap senyuman di wajah Aldo.


“ Eh, do kamu kenapa? Itu badan kamu kayaknya biru-biru gitu? ” Ucap Rahmat menghindari rasa malunya karena dia ingin mengambil minum. Rahmat pun mengajak Aldo pergi, akhirnya Anin menjadi salah tingkah.


“ Kenapa itu? Aduh, kebiasaan. ” Ucap Rifa'i menepuk jidatnya. Anin menggelengkan kepalanya melihat tingkah mertuanya.


“ Oh iya yang, kita belum belanja bulanan lho. Besok kita belanja ya, soalnya mau tahun baru. Masa iya kulkas kosong, ” Ucap Rifa'i menutup laptopnya dan meletakkan kacamatanya.


“ Hm iya, ” Rifa'i pun menyemprotkan cairan mata ke bola matanya dan Anin mengambil nampannya. Dan di letakkan di tempat cuci piring, “ Allhamdulilah, ” Anin mencuci tangannya dan mengelapnya.


“ Ya udah yuk! Yang, sholat isya, terus itulah. ” Rifa'i mengedipkan matanya dan Anin membelalakkan matanya dengan sempurna.


Bersambung


Beuh, mata di ajak begadang ini. Sampe mau handphonenya jatuh lagi, aduh. Maafkan author yang kejam ini ya, kemarin mau up. Tapi dan tapi udah 2 hari ini setiap malem pasti hujan, jadi kalau hujan cepet tidur, matanya. Pengennya begitu, hahaha 😄😄😄


Besok kalau nggak ada halangan apapun, bisa up 2 kali yak!


Selamat tahun baru we!!! Moga taun 2021 masehi ini menjadikan yang lebih baik lagi we,


Bye-bye 😗😗😗


Mampir ke instagram :

__ADS_1


@dindafitriani0911


Males ngedit naskah, udah itu dulu we. Besok kalau ada yang salah. Ngomong di komentar!!!


__ADS_2