Samawa Till Jannah

Samawa Till Jannah
– S2 – Episode 16. Hilang


__ADS_3

Happy Reading


Anin dan Rifa'i pun berangkat menuju mal. Anin mengutak-atik layar yang ada di mobil. “ Huh, nggak ada film yang bagus. Cuma film bioskop yang di puter-puter aja terus sampe bosen. ”


Ucap Anin dengan nada kesal dan Rifa'i menggelengkan kepalanya. “ Mau ke bioskop? Kalau iya, besok kita ke bioskop. ” Mendengar itu semua, Anin mengubah posisinya.


“ Beneran kamu mas? Kan besok mau ke Bogor, mas. Jauh lagi, ” Ucap Anin dengan nada sedih.


Rifa'i memutar stir mobil dan menatap wajah Anin dengan senyuman.


“ Hm, ya kita kan lewat jugaan bioskopnya. Bogor banyak bioskop lagi, kamu emang nggak mau? Kalau nggak mau, nggak apa-apa. Uang di dompet aman terkendali, ” Ucap Rifa'i dengan tertawa. “ Iya mau lah, masa iya nggak mau tawarannya untuk nonton film di bioskop. ” Ucap Anin.


“ Ya udah besok sekalian ke Bogor, ”


“ Iya, eh mas emang kita mau kemana? Kok ke Bogor, ” Ucap Anin dengan membuka botol minuman dan dia minum. “ Iya sekalian mau ke sana, mau kunjungi rumah pakde. Kakak dari papah. ” Jawab Rifa'i.


“ Oh gitu ya, ” Ucap Anin dan akhirnya mereka pun sampai di mal. Rifa'i memarkirkan mobilnya dan mereka pun keluar dari mobil.


“ Ya udah yuk masuk! ” Rifa'i menggandeng tangan Anin dan mereka pun masuk ke dalam mal. Rifa'i mengambil kotak belanja untuk menampung belanjaannya.


Anin memilih-milih barang untuk di dapur,


“ Eh ini lagi promo apa gimana? Kok kayaknya, ini promo. Aduh bisa kecantol apa-apa? Kalau udah denger promo, apa nggak diskon? ” Ucap Anin dengan mengambil barang tersebut.


“ Iya ini, aduh banyak juga. Ini apa? Kok bentuknya seperti bakso, tapi bukan bakso. ” Ucap Anin memencet-mencet benda tersebut.


Akhirnya Anin mengecek, apakah barang tersebut ada BPOM-RI nya atau Cap Halalnya atau tidak? Akhirnya dia ketemu dengan BPOM-RI dan nomornya.


“ Allhamdulilah, nggak ilegal untung aja barangnya. Bisa-bisa pemilik mal ini yang di penjara kalau nggak ada itunya, ” gerutu Anin.


“ Hm, apalagi ya? ” Dengan begitu Anin mengambil jagung dan dia letakkan ke keranjang. “ Tinggal apa ya? Lupa aku, ” Anin muter-muter sampe Rifa'i tidak tau arahnya.


“ Ini kali ya, kayaknya di rumah udah habis ini. Mending beli ajalah daripada nanti di rumah habis. ” Ucap Anin dengan mengambil barang yang berharga di hidupnya.

__ADS_1


“ Ehm, gimana ini? Kayaknya mahal itu, ” Anin pun memegang barang tersebut dan benar saja harganya cukup mahal. “ Nggak usah beli lah, ”


Anin mengabaikan dan memilih pindah tempat.


“ Oh iya mas Rifa'i kemana? Aduh kan, kamu ini ya nin. Bisa-bisanya main ketinggalan lagi, emang kalau udah lihat barang promo aja. Lari ke barangnya terus ambil barangnya, ” Anin terus saja menggerutu dan akhirnya Anin muter-muter sampe akhirnya mereka bertabrakan.


“ Aduh kamu ini nggak lihat apa? Jalan pake kaki bukan pake mata, ” Ucap Anin dengan begitu Anin memandang wajah Rifa'i yang penuh amarah. “ Kamu kemana aja? ” Tanya Rifa'i dengan dingin.


“ Ha, tadi anu-anu. Itu mau beli barang yang belum ke beli mas, ” Jawab Anin dengan tidak merasa bersalah. “ Oo gitu ya, ya udah tadi aku pesen apa? ” Tanya Rifa'i.


“ Eh emang mas tadi pesen apa? Aku nggak tau ini, lupa mas. Ya, udah kalau gitu kita cari sama-sama, mas. ” Ucap Anin,


“ Kamu ini ya, yang. Huftt, jangan main pergi aja! Untung aja nggak hilang, kalau hilang gimana? Susah carinya. ” Ucap Rifa'i dengan menghela napasnya. Anin cuma cengengesan dan berusaha untuk meminta maaf. Sampai Anin mengelus-elus tangan Rifa'i.


“ Iya mas, maaf tadi nggak kedengaran soalnya. Mas, juga nggak ikut di belakang jugaan. ”


“ Hm, kamunya juga main pergi begitu saja. Ya udah, kita mau pergi ke toko handphone. ” Ucap Rifa'i dengan menggandeng tangan Anin.


Akhirnya mereka ke toko handphone,


“ Mbak saya mau handphone model keluaran terbaru, mbak. ” Ucap Rifa'i dengan menengok Anin yang melihat-lihat lemari kaca yang berisi handphone.


“ Mas kamu nggak salah? Kamu ke sini beli handphone buat siapa? Padahal handphone kamu masih bagus jugaan, ” Ucap Anin.


“ Iya nanti kita lihat saja, ” Jawab Rifa'i


“ Ehm mbak, berapa semuanya? ” Tanya Rifa'i


“ Semuanya harganya sekitar ini Pak, bapak bisa lewat transfer aja Pak. ” Ucap mbaknya dan Rifa'i melihat kertas tersebut yang sudah lengkap dengan total semuanya. Akhirnya Rifa'i mentransfer uangnya.


“ Kalau begitu kami permisi dulu mbak, ”


“ Iya, terima kasih Pak, bu. Udah mengunjungi toko kami, ” Ucap mbaknya.

__ADS_1


“ Ayuk! Mau pulang nggak? ” Tanya Rifa'i dan Anin mengangguk. Akhirnya mereka ke kasir untuk barang belanjaan mereka, semuanya sudah di selesaikan oleh Rifa'i.


“ Kamu nggak mau apa lagi? Soalnya kalau mau apa tinggal beli lagi, ” Tanya Rifa'i dengan membawa barang belanjaan mereka. Rifa'i melangkah ke parkiran mobil dan melangkah dimana mobilnya berada?


Rifa'i memasukkan barang belanjaannya di bagasi mobil dan di bantu oleh pelayan mal.


“ Makasih Pak, udah bantu. Maaf tadi merepotkan, ” Ucap Rifa'i dengan pelayan malnya.


“ Iya Pak, udah kewajiban kita untuk membantu orang-orang yang kesulitan membawa barang belanjaannya. Kalau begitu saya permisi dulu, Pak. ” Ucap pelayan tersebut dengan masuk ke dalam mal. Rifa'i menutup bagasi mobilnya dan memandang Anin yang ingin sesuatu.


“ Kamu mau apa? Mumpung masih di mal, ” Ucap Rifa'i dengan mengelus-elus kepala Anin.


“ Nggak mas, aku mau pesen sate kayaknya enak mas. Udah lama nggak makan sate, ” Ucap Anin dengan melangkah ke pintu samping kemudi dan pintunya di bukakan oleh Rifa'i. Rifa'i memutar arah dan membuka pintu kemudi.


“ Ya udah, kalau begitu kita beli sate. ” Ucap Rifa'i dengan menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya


“ Hm, mas aku mau tanya. Apa boleh? ” Ucap Anin dengan ragu-ragu.


“ Iya mau tanya apa? ”


“ Mas aku mau tanya, kamu emangnya masih betah dengan aku. Soalnya Allah belum kasih kepercayaan untuk kita buat mempunyai seorang anak, apakah kamu masih mau untuk mempertahankan rumah tangga kita mas. ” Ucap Anin dengan raut wajah sedih.


“ Yang, itu semua udah kehendak Allah untuk itu semua. Tetapi, kita sudah berusaha untuk berdoa dan berusaha untuk membuatnya, yang. Jangan selalu begitu, yang! InsyaAllah, Allah akan memberikan jalan terbaiknya. ” Ucap Rifa'i.


“ Iya mas, ” Jawab Anin dengan mengelap air matanya yang merembes begitu saja.


“ Udah nggak usah terlalu begitu yang, serahkan semuanya pada Allah, yang. Kalau kita di kasih kepercayaan untuk menjadi orang tua, InsyaAllah Allah akan memberikan jalan terbaiknya. ” Ucap Rifa'i dengan menyakinkan.


Bersambung


Jangan lupa like dan komen positif gess!!!


Mampir ke instagram yuk!!!

__ADS_1


@dindafitriani0911


# Terima kasih


__ADS_2