Samawa Till Jannah

Samawa Till Jannah
–S2– Episode 57. Pah, Restui Aku Menikah


__ADS_3

Happy Reading


Sekarang sudah jam 10 malam lebih, Pakde matanya tetap terperongok dengan TV yang menampilkan tayangan setan-setan, Anin terkejut karena ada penampakan putih-putih, dia tidak segan-segan melempar gulingnya. Dan membuat Pakde juga terkejut kalau Anin melayangkan gulingnya ke udara, Bude sudah tidak tau arahnya kemana sekarang. Mimpi dengan nyenyak, tidak tau dua orang yang masih meringis gara-gara penampakan setannya tiba-tiba.


"Pakde, aku tidur dulu ya... Pakde kalau mau liat, liat aja, aku udah nggak tahan..."


"Eeh jangan dulu! Apa janjinya tadi?"


"Temani Pakde nonton film hantu, tapi aku takut Pakde... Apalagi itu-itu ada apa?"


"Apanya? Siapa? Jangan nakut-nakutin lah, kunti.. apa itu..." Jawab Pakde, Anin sudah ketakutan dan gemetaran hebat. Dia menutupi matanya dan seluruh tubuhnya dengan selimut agar tidak di colek dengan setan, udah malem kayak gini yang ada setannya terbawa mimpi lagi.


"Wah, endingnya nggak seru ini mah... Apaan lah, filmnya ini... Horor iya, tapi kok udah selesai, kudune berpanjang-panjang episode."


Wah, bisa jadi tiap hari Pakde Anin menonton dan kamar Anin dekat sumur lagi, walah pingin di tampol kalau gitu.


Janganlah sampai berpanjang-panjang episode, yang ada seremnya beneran!


Untung terselamatkan, Anin pun menapas lega dan meminum airnya.


"Pakde, aku tidur di sini ya. Temani tapi, jangan kemana-mana Pakde!!!"


"Iya, besok Pakde nggak kerja jadinya bisa begadang..."


Ya Allah baru nyadar jam setengah sebelas, aduh besok bisa terlambat kerja. Anin pun meloloskan matanya dan akhirnya matanya sudah terpejam.


***


Keesokan harinya, di rumah Putri ramai dan para media mau masuk meliput pernikahan Rifa'i bersama Putri, tapi semua media tidak boleh ada yang masuk. Penjagaan yang begitu ketat dan banyak orang yang menjaga di depan pintu.


Rifa'i Pov

__ADS_1


Aku bersedia menikah, tetapi hati ini masih ada sisa-sisa kenangan yang terindah. Walaupun aku mengingatnya tanpa sebatas kenangan saja.


Hari ini aku menikah dengan Putri Johnson, keluarga dari orang yang terpandang dari Inggris, aku seperti orang yang tidak mengenal siapa nama dari ayah Putri, calon Istriku yang beberapa menit lagi kita menikah.


Ayah Putri dia merupakan keluarga dari orang sukses dan melebihi papahku, aku tidak pandang siapapun, yang penting hati bisa memilih dan bisa di jadikan tambaan untuk sang hati kecilku.


Putri, calon istriku itu adalah mantan pacarku dulu SMA, dia emang orang baik dan bisa menjadi pencurahan hatiku ini. Sedia kalanya dia selalu meminjamkan hatinya untukku.


Siapa yang nggak kenal namanya mantan pertama yang indah dan selalu menjadi ukiran di hati? Dialah yang selalu yang pertama.


Kenapa aku mikirnya ke sana? Bukan, aku mau nikah... Jangan ke sana dulu!!! Jangan memalukan keluarga Putri, nanti yang ada aku ditertawakan oleh semua media!


"Assalamu'alaikum nak.." Papah masuk ke dalam dengan paras tinggi dan rupawan, papah ku yang selalu aku rindukan dan selalu aku sayang.


Maaf, aku tidak bisa menuruti apa yang ada... Semuanya sudah menjadi takdir kalau kita benar-benar belum bisa menjadi pasangan yang serasi dan romantis.


"Wa'alaikumsalam Pah, oh iya gimana Pah acaranya? Udah mau dimulai keberangkatannya..." Tanyaku dengan tersenyum, aku memakai jas berwarna hitam yang sudah di sediakan oleh wedding organizernya.


"Baik Pak,"


Papahku mendekatiku dan aku ingin menyalami tangannya yang sudah keriput, makin umurnya panjang yang sudah di makan tahun, Papah tetap papahku dan orang tuaku.


Mamah sudah meninggal dan tersisa hanyalah papahku, aku memeluknya, sedangkan papahku terpaku dengan keadaan.


"Ada apa nak?" Papah memukul punggungku pelan dan aku mengelap air mataku yang jatuh begitu saja.


"Pah, aku mau menikah... Apakah papah akan merestui ku menikah dengan Putri?" Ucapku dengan menyapu kelembutan.


"Papah akan mengizinkan mu nak, tapi ada sesuatu hal yang harus tau. Papah tidak akan memojokanmu, tapi ini harus hari ke hati kalau berbicara. Apakah kamu sepenuhnya cinta dengan Putri, jangan kamu permainkan pernikahan ini dengan yang sudah kejadian di masa lampau nak! Papah cuma pesan itu saja. Yang penting kamu bahagia bersama Putri, papah akan senang nak." Jelas Papahku.


Sebenarnya aku masih menaruh luka, tapi aku harus melihat masa depan yang akan datang. Aku harus menata kehidupan ku, karena aku tidak mau main-main dengan adanya pernikahan... Karena pernikahan itu sekali cuma satu kali seumur hidup, sampai benar-benar ajal menjemput kita bersama... Aku lupa semuanya, karena telah terjadi kalau pernikahan itu main-main, nggak... Aku sudah sepakat untuk bahagia dan melihat istriku juga bahagia. Walaupun Allah menguji kami, kami akan sedia menerima cobaan apapun, kecuali kalau ada yang benar-benar ingin memisahkan kita berdua.

__ADS_1


"Nak, yuk kita berangkat! Jangan kebanyakan melamun nanti lupa lho sama maharnya!"


"Iya Pah, aku juga sudah ingat kok."


"Allhamdulilah... Kalau begitu kita berangkat, mas tolong nanti bereskan semuanya!"


"Baik Pak, saya akan bereskan semuanya."


Sisa ukiran wajahmu dan kenangan kita bersama, aku tetap akan mengingatnya. Carilah pasangan yang tepat bukan sepertiku, yang mempermainkan perasaan mu!


***


Author Pov


Anin bersiap-siap berangkat bekerja, Bude yang ribut dari tadi, membuat Anin tidak fokus dengan pekerjaannya. Yang ada membuat rumit pekerjaannya, karena Pakdenya kemarin mengajaknya menonton film horor, dia sudah melupakan pekerjaannya. Sampai lupa segalanya, Anin sampai terburu-buru mengerjakannya tadi pagi.


Pakdenya ikut turun tangan, walaupun matanya terpejam karena kemarin Pakde tidur jam 3 pagi dan itu pun pada saat Bude marah-marah, menyuruh Pakde untuk tidur.


Bude seperti biasa, dia sholat tahajjud untuk mengeluarkan semua masalah dan meminta petunjuk, memohon agar pernikahannya selalu diberikan keberkahan.


Anin menyelempangkan tasnya dan menyalami kedua tangan orang yang tercinta seperti orang tau sendiri bahasa Anin.


"Eh, sebentar... Kamu nggak ngunjungin ini nak, pernikahan mantanmu itu." Bude menunjukkan undangannya dan padahal pernikahannya hari ini, Anin benar-benar lupa sampai dia berani begadang semalam.


"Hehehe, iya maaf lupa. Alah, pokoknya nanti Bude bakar aja itu undangan daripada ribet," ucap Anin. Membuat Bude terkejut dan Anin berangkat naik ojek online yang dia pesan, daripada macet kalau pakai angkot atau taksi.


Bersambung...


Jangan lupa Like dan Komentar positifnya


😉😉😉

__ADS_1


Terima kasih 🙏💕


__ADS_2