Samawa Till Jannah

Samawa Till Jannah
– S2 – Episode 67. Paket isi kertas semua


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗


Putri tersenyum smirk dan mengelus dada laki-laki itu dengan kelembutan.


"Ehem, nanti malam kita makan malam yuk!" ucap Putri dengan nada manja dan bergelanyut di leher laki-laki itu.


"Nggak bisa, 'kan aku mau ke luar kota. Jadinya, di tunda dulu ya. Besok lagi," ucap laki-laki itu dengan menyelusuri leher Putri dan Putri sadar kalau dia mempunyai suami.


"Okelah kalau gitu, nggak papa." Ujar Putri, laki-laki itu pun menggandrungi Putri dan mengecup singkat bibir Putri.


Putri menggeleng dan memilih untuk berdiri.


"Kamu kenapa? 'kan aku masih---" ucap laki-laki itu terputus karena ada handphone yang berbunyi, membuatnya mengangkat telepon orang yang penting baginya.


"Untung aja nggak di curigain, kalau nanti ketauan gimana? Dia 'kan orangnya cepet gampangan tau kejadian apa yang aku alamin selama ini, sampai orok ke ujung lagi." Ucap Putri, di dalam hati dengan membatin banyak hal yang seharusnya dia tidak melakukan ini.

__ADS_1


"Aku mau pergi dulu ya! Nanti, kalau udah pulang ke sini aku akan segera menikahi mu sampai aku bawa ke pelaminan buat menuju bahagia." Ujar laki-laki itu, dia memegang pipi mulus Putri dan Putri tetap harus memainkan dramanya terlebih dulu.


"Iya, aku akan selalu sedia dimana pun kamu berada. Kalau belum waktunya aku akan tunggu, sampai kamu akan kembali ke dunia ini juga aku tunggu." Putri salah ngomong, pingin rasanya memuntahkan semua perkataan yang dia inginkan. Padahal Putri inginnya cuma mengajak kerja sama, tetapi laki-laki itu malah ingin membuatnya segera menikah dengannya.


Sampai sekarang susah sekali membujuk lelaki ini agar memutuskan perhubungan mereka sampai di sini.


Putri akan pertahankan keamanan dan keadaannya sekarang.


Dia membayar dengan bayaran gede' untuk menampol mereka agar tutup mulut saat di tanya oleh papah Putri dan sekarang ada beban lagi dalam kehidupannya yaitu suaminya, dia harus benar ekstra kuat untuk menghadapi semuanya.


"Dahhhhhh..." Putri melambaikan tangannya ke arah pintu dan laki-laki itu tersenyum.


"Apanya ini?" Anin membuka satu persatu, isinya yaitu surat. Tapi, kenapa harus di buntel dengan kertas yang berlipat-lipat dan membuang tenaga, terus kertasnya juga ujungnya sia-sia.


"Gimana nin udah?" Pakde sampai lemes karena di saat bersamaan ada orang edan yang lewat di sekitaran rumah.

__ADS_1


Pakde napasnya mengkis-mengkis dan pakde menurunkan kepalanya ke atas paha Bude, agar leluasa untuk memeluk perut bude.


"Udah apanya? Ini aja masih separonya pakde, ini orang edan apa? Segini banyak kertas terus kebuang apa nggak sia-sia itu kertas?" Dumel Anin, yeah Anin tidak suka namanya orang kayak begini. Menggunakan kertas tanpa ada coretan atau gimana.


Seenggaknya ada coretan pulpen dikit lah, msa iya kosong omplong gini.


"Alah bude sebenarnya ingin tau siapa sih yang kirim paket nih, jangan-jangan auto nge-prank ini, memungkinkan bagaimanapun ini orang kudu jelas dan deal kalau suratnya itu nama pengirimnya, ataupun alamatnya kek." Timpal bude dengan memijat kening dan sekitarnya kepala pakde.


"Bener, jalan terbaiknya sekarang kita ke kantor ekspedisinya aja! Biar jelasnya itu gimana, kalau nggak jelas bisa aja kita masuk ke jalur hukum dan membuat surat laporan. Atas kasus ini, apa yang ada di pikiran ini orang? PAKDE sampai heran," ucap pakde dengan mengambil minyak kayu putih.


"Cap aja orang nggak tau diri. Sini itu capek dah 'an kok ya di timpali pekerjaan seperti ini. Coba macam apa ini orang?" Anin membuka dengan kesusahan payah, walaupun bibirnya ikut maju dan bude ingin sesekali melihat paket itu barang isi belanjaannya apa nggak duit.


Bersambung...


Jangan lupa Like dan Komennya ya gess 😁😁

__ADS_1


Terima kasih


#maafsikit


__ADS_2