
Happy Reading
“ Ini pah, tadi aku beli martabak. Sebenarnya mau aku kasih ke suamiku, tetapi dia malah nggak kerja di kantor udahan. ”
Papah Rahmat tersenyum dan Anin mengambil piring di kamar papah Rahmat.
“ Nak, papah mau ngomong sama kamu. Sebenarnya suami kamu udah bekerja di perusahaan papah. Tapi, ada beberapa yang di urus, papah udah nggak sanggup untuk mengurus perusahaan. Papah udah tua dan itu pun papah nggak mau ambil pusingnya lagi. ”
Anin terkejut, untung aja piringnya nggak lepas dari tangannya.
“ Apa pah? ” Anin meletakkan piringnya di meja dan menghempaskan bokongnya di kursi.
“ Iya nak, apa suami kamu nggak bicarakan sama kamu terlebih dahulu? ”
“ Nggak pah. ” Papah Rahmat melotot tajam dan mengepalkan tangannya.
“ Kenapa anak ba****an itu nggak ngomong sama Anin? Saya udah bilang, kalau kamu mau ngambil alih perusahaan, kamu harus ngomong dulu sama istrimu. Apakah dia setuju atau tidak? Dasar anak kurang ajar, di kasih kepercayaan kok ya kayak gitu. ” Ucap papah Rahmat di dalam hati, sambil tersenyum kepada Anin, tetapi Anin tidak menanggapinya.
“ Yaudah kalau begitu pah, aku mau ke kantor papah dulu. ” Anin mengambil tasnya dan membawa tasnya.
“ Kalau begitu, papah antar ya nak. ”
“ Nggak usah pah, takutnya nanti papah ada apa-apa di jalan. ”
Papah Rahmat tertawa dan membawa beberapa berkas untuk di segerakan siapa yang berhak mendapatkan warisan?
Akhirnya mereka pun keluar dari kamar dan menapaki tangga untuk turun.
“ Mang, mana kunci mobilnya? ”
__ADS_1
Mang Jalal langsung terkejut dan mengambil kunci mobil di meja.
“ Tuan mau kemana? ” Sambil mengasihkan kunci mobilnya.
“ Saya mau ke kantor, kamu jaga rumah ya. Saya aja yang nyupir, kamu sekarang boleh bebas mau kemana aja! Saya bolehkan. ”
“ Allhamdulilah... ” Ucap mang Jalal di dalam hati dengan tertawa senang.
Mata mang Jalal langsung terang dan beralih pergi dari pandangan Papah Rahmat.
Mereka pun melesat di kantor papah Rahmat dengan kecepatan sedang. Karena, papah Rahmat ingin tau, apa alasan di balik ini semua?
Sedari tadi pikiran Anin berkecamuk di kepalanya dan berpikiran yang tidak-tidak.
Sampailah di kantor yang menjulang tinggi dan pastinya mehong pembayaran ini semua.
“ Oh iya nak, kamu masuk dulu sama asisten papah yang udah menunggu di resepsionis sana. Papah mau ada urusan sebentar, ” Anin mengangguk dan masuk ke dalam kantor.
Orang-orang di sekitar, tidak ada yang membahas soal desas-desus yang mengabarkan kalau Anin adalah menantu dari pemilik perusahaan ini.
Mereka semua diam dan tidak menyapa, tersenyum pun tidak.
“ Kenapa pada ngeliatin aku begitu? Emang ada yang salah, nggak kan. Yaudah lah mending lanjutkan perjalanan aja. ” Anin di dalam hati membatin, melanjutkan perjalanannya dan sampailah dimana ada seseorang laki-laki paruh baya, sekitar umurnya di atas papah Rahmat.
“ Selamat datang di perusahaan kami Nona, kami menyambutnya dengan senang hati. Mari Nona! Saya di perintahkan Tuan Rahmat untuk membantu Nona ke ruangan Tuan Rifa'i. ”
Anin di giring ke lift dan Anin masuk ke dalam lift, dengan senang hati, Anin mengajak becanda dengan asisten papah Rahmat.
Sampailah di ruangan yang begitu indah dan di lihat, kayaknya butuh mengguncang dompet membuat ruangan ini.
__ADS_1
“ Kalau begitu, saya permisi dulu Nona. Saya ada pekerjaan yang belum saya selesaikan. Silakan Nona ke ruangan Tuan Rifa'i dan katanya Tuan Rahmat, kedatangan Nona harus di rahasiakan. Jadinya, Nona langsung masuk aja. ”
Asisten papah Rahmat menghilang dari pandangan Anin, satu lantai aja cuma ada satu ruangan. Biasanya itu banyak ruangan yang pasti.
Anin serasa dag-dig-dug-der, karena pertama kalinya masuk ke dalam perusahaan yang terkenal kemajuannya di kota.
Anin melangkah dengan pelan-pelan dan membuka handle pintu, tetapi ada asisten papah Rahmat yang tiba-tiba datang.
“ Ada apa Pak? ”
“ Ini titipan Tuan Rahmat tadi nona, Nona lupa bawa. ” Rantang yang berisi makanan dan Anin mengangguk.
“ Kalau begitu saya permisi dulu. Mari Nona! ”
Akhirnya asisten papah Rahmat pergi dan waktunya Anin membuka ruangan Rifa'i...
Byrrrrr....
Bersambung...
Tet-tet-toet, jangan sedih ya😁😁😁...
Othor nggak kuat udahan denger cerita Anin, ummm pinginnya gimana ya?
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR POSITIF YA ❤️🌹❤🌹
Kalau boleh mampir ke instagram othor 💕
@dindafitriani0911
__ADS_1