Samawa Till Jannah

Samawa Till Jannah
– S2 – Episode 32. Kesempatan memang berakhir, tetapi engkau lebih kejam


__ADS_3

Happy Reading


Byrrrrr...


Anin membuka lebar-lebar pintu ruangan Rifa'i dan ternyata di sana Rifa'i sedang melakukan adegan m*****t bibir perempuan yang menikmatinya sekarang.


Anin langsung melemparkan rantang yang dia bawa ke lantai. Dengan wajah penuh emosi dan tidak tertahan lagi, Anin langsung menampar wajah Rifa'i.


Rifa'i terkejut dengan kedatangan Anin yang tiba-tiba dan dia tidak tau kalau Anin bertanya dengan papah Rahmat, soal perusahaan.


“ Kenapa? ” Anin menampar bolak-balik wajah Rifa'i dengan angkuh dan kejam.


Perempuan yang di permainkan Rifa'i tidak terima dan menarik-narik kerudung Anin.


“ Siapa kamu? Kenapa menampar tunangan saya, kamu itu nggak berhak atas ini semua? ” Perempuan itu juga emosi dan Anin semakin naik darah dengan perempuan ini.


Akhirnya dia menampar perempuan yang di mainkan Rifa'i, tetapi Rifa'i mencegahnya.


“ Kenapa kamu bela dia mas? Apa? Kamu emang laki-laki bajingan, nggak tau diri. Muka jelek harus sekalian di telan bumi aja, kamu bangsat mas. Aku mau kamu urus perceraian kita, aku nggak mau liat muka kamu. Jangan sampai kamu tidak mengurus perceraian kita! Aku akan urus semuanya. Biarkan aku hidup bebas, kamu orang munafik yang menampilkan wajahmu di depan ku. Kamu memang bermuka dua, silakan kamu mau ngapa, silakan! ” Anin menangis terseguk-seguk dan Rifa'i langsung menampar wajah Anin dengan kerasnya, menimbulkan suara yang begitu retak.


“ Jangan sampai kamu mengucapkan kata itu! Aku nggak akan ceraikan kamu. Kamu memang wanita yang bisa ku andalkan tetapi itu cuma di dunia rumah tangga bukan permainan. ”


“ Kesempatan ini memang berakhir, tetapi kau lebih kejam dari laki-laki yang lain. Kamu selalu berbohong, setiap kali aku tanya? Jawabannya apa? ” Anin sudah mengebu-ngebu emosinya dan tidak memedulikan lukanya itu.


Papah Rahmat yang tiba-tiba datang, akhirnya memukul wajah Rifa'i dengan keras dan menendang kaki Rifa'i.


Anin menangis dan pergi dari ruangan Rifa'i, dia menumpahkan semua air matanya karena Rifa'i memang laki-laki yang nggak bisa di percaya.


“ Apa salah istrimu? Kamu itu nggak puas apa? Kamu udah di kasih kepercayaan sama ibu mertua kamu sebelum meninggal, jagalah anaknya, jangan sampai kamu menceraikannya! Mamah juga begitu, apa otak kamu itu isinya cuma itu-itu aja? Kamu nggak memikirkan setiap hari istrimu, yang selalu menyiapkan apa aja yang kamu mau. Nggak mikir... Ya Allah nak, ingat pernikahan itu sehidup semati cuma satu kali, apa kamu nggak malu di hadapan Allah terus di hadapan orang-orang, nggak malu? Iya, kalau kamu mau nikah, tetapi itu semua nggak semudah yang kamu bayangkan. Coba pikir! Papah udah nggak sudi punya anak seperti kamu,


ini perempuan nikahilah kalau kamu mau. Papah restuin, tetapi harta dan tahta kamu akan papah cabut semuanya. Silakan kamu keluar dan bawa perempuan ini, jangan lagi kamu menginjakkan kaki dan menongolkan wajah kamu di hadapan papah lagi nak, papah nggak akan maafkan kamu sebelum kamu memikirkan semuanya! ”

__ADS_1


Papah Rahmat menatap Rifa'i dengan tatapan tajam dan angkuh. Rifa'i mengangguk dan perempuan itu menatap papah Rahmat dengan tajam.


Rifa'i mengeluarkan kunci mobil dari dalam sakunya dan dompet yang berisi kartu ATM sama pemberian papahnya.


“ Ini pah, mudah-mudahan papah bisa memberikan restu kepada kami. Jangan salahkan perempuan ini pah! Ini calon istriku. Aku sadar kalau Anin belum juga hamil, aku meninggalkan pernikahan ini di tengah jalan, tetapi Anin yang meminta itu semua. Jadi, besok akan aku urus perceraian ini. Dan aku akan menikah dengan putri pah. ” Ucap Rifa'i dengan menyorot mata papahnya yang terdiam dan Rifa'i langsung menggandeng tangan putri.


Akhirnya mereka keluar dan tinggalah seorang diri, jati diri papah Rahmat benci dengan perempuan itu.


Yang tiba-tiba di benaknya terlintas pikiran untuk membunuh wanita itu, karena wanita itu mamah Hajar meninggal Dunia, putri Mahkota tunggal dari keluarga Johnson. Orang yang memiliki dendam juga atas harta dan tahta.


Kenapa tadi tidak sekalian dia bunuh?


Amarah yang nggak bisa di pendam, akhirnya barang-barang sekitar yang papah Rahmat hantam ke dinding.


Papah Rahmat langsung terduduk di kursinya dan bayangan yang berkelebat di kepalanya.


Flashback Off


Lalu, bi isah membayar uang ongkir, tetapi katanya sudah di bayar dari pengirimnya itu.


Bi isah langsung menghadap ke Mamah Hajar dan mengasihkan surat itu.


“ Bu, ini tadi ada kurir, katanya ini surat tapi nggak tau siapa yang ngirim gitu bu. ” Ucap bi isah dan mamah Hajar heran dengan surat ini. Tidak pernah namanya ada kurir yang mengirim barang surat. Sekarang jamannya canggih dan modern, kenapa masih aja ada surat?


“ Yaudah kalau begitu bibi lanjutkan pekerjaannya ya bi. Saya mau baca dulu suratnya, ”


“ tapi bu. Nanti kalau ada apa-apa gimana? Saya di sini aja. ”


Firasat buruk sebenarnya sudah ada di dalam diri bi isah, karena sedari pagi sudah mondar-mandir seperti gosokkan.


“ Hm, tolong ambilkan gunting buat buka ininya, apa lagi ini udah di lapisi plastik berlapis-lapis lagi? Aduh, siapa yang kirim surat ini? Jadi, curiga dengan pengirimnya. ”

__ADS_1


Bi isah mengambil gunting dan cutter untuk membuka suratnya.


Demi langkah dan langkah, akhirnya terbukalah suatu kertas dan di bukalah oleh mamah Hajar.


Mamah Hajar menatap dan membaca setiap kata yang di ucapkan oleh pengirimnya.


Di baris bawah, mata bu isah langsung melotot dan akhirnya mamah Hajar dadanya serasa sesak sekali.


“ Astagfirullahalazim bu. Mang... Mang... ” Bi isah berteriak-teriak dan meminta bantuan kepada mang Darso sama orang yang bekerja di rumah ini.


“ Ya Allah... ”


Flashback Onn


Begitulah yang ada di pikirannya sekarang dan memikirkan bagaimana caranya menjatuhkan keluarga Johnson?


“ Kenapa kamu kembali? ”


Notes:


Ada apakah gerangan?


Bersambung...


Hm, jangan lupa kasih like sama komentar positif ya!


Belum greget ini mah 😅😅😅


Terima kasih 🙏💕


Maaf alur, sedikit bolak-balik dan kebanyakan orang tua Rifa'i. Hm, okelah aku jawab.

__ADS_1


Sebab, ada cerita yang belum di selesaikan ya... Nah, harap bersabar untuk menunggu ceritanya. Jugaan nanti aku nyempilin dikit cerita orang tuanya, oke☺☺☺


__ADS_2