Samawa Till Jannah

Samawa Till Jannah
– S2 – Episode 51. Tamu Yang Tak Diundang


__ADS_3

Happy Reading


"Siapa kamu?"


"Perkenalkan saya Anin bu, boleh saya mencari pekerjaan di sini?"Jawab Anin dengan menampilkan tampilan yang baik, menurutnya HRD-nya ini orangnya judes dan tidak baik dengan orang lain.


" Mari masuk! Saya bukan HRD di sini, tapi saya yang menangani segala keperluan kantor. Dan saya adalah manejemen administrasi kantor, jadinya tadi saya melihat kayaknya ada keperluan kamu ke sini ya?"


Aduh ini ibu-ibu bukannya tadi sudah di jawab, Anin butuh pekerjaan bukan hal yang lain.


"Iya bu, saya mau menemui HRD kantor ini. Mau interview terlebih dahulu."


"Oh gitu, boleh-boleh. Saya akan antarkan ke ruang HRD-nya, mari!"


Setelah akhirnya berjalan beberapa langkah dari pintu depan, ternyata ruang HRD-nya di bawah bukan di atas. Enak kalau begitu, nggak keliengan naik lift cari ruang HRD.


"Selamat pagi Pak."


"Pagi, silakan masuk bu! Oalah ibu, kapan ibu pulang kok saya nggak tau?"


"Kemarin malam saya pulangnya, tapi kemarin saya belum sempat untuk mengunjungi kantor karena lelah dalam perjalanan yang memakan waktu cukup lama." Jelas ibunya dengan ramah tamah, tadi kok sepertinya judes dan nadanya dingin.


"Siapa itu bu?" HRD itu menunjuk dengan kepalanya dan Ibu administrasi kantornya mendekati Anin.


"Ini anak mau melamar pekerjaan di sini. Yaudah kalau gitu saya keluar dulu, saya mau kerja. Semangat buat kerjanya, saya permisi dulu. Selamat pagi..."


"Pagi," Anin memberikan jalan dan HRD itu menghela napasnya.


"Baru saja kelar tadi masalahnya, sekarang udah lanjut lagi ini. Mana surat lamaran kamu?"


Anin tersenyum dan menyerahkan CV kerjanya,


"jangan di apa-apain ya Pak! Soalnya kalau nggak keterima di sini, itu CV nggak bisa di pakai lagi."


"Oke, saya akan buka dulu. Nanti saya akan tes interview kamu kalau ada waktu, tapi sebenarnya saya hari ini itu jam kerja saya kosong di kantor ini. Malah sekarang di suruh buat ke kantor." Desah HRD itu,


Anin cuma mengangguk-anggukkan kepalanya, percuma juga di bicara, tapi ujung dari kata Anin tidak mengerti.


"Baiklah kalau begitu saya keluar dulu Pak. Nanti bapak bisa panggil saya lagi."

__ADS_1


"Tapi jangan kemana-mana! Kalau mau ke kantin sama ke toilet boleh, saya izinkan. Saya kasih waktu tiga puluh menit untuk membaca CV kamu. Silakan keluar!"


Anin keluar dari ruangan HRD, biarkan HRD itu sesuka hatinya merusak ataupun mengelus-elus CV-nya. Yang penting kalau rusak harus tanggung jawab dan dia harus di terima di perusahaan ini sebagai jabatan yang tertinggi daripada HRD.


"Lama amat kalau baca CV aja. Kayaknya udah punya istri sama anak, tapi kok kehidupannya seperti anak kecil. Ribet amat," Ucap Anin dengan pelan, dia tidak mau kalau mengomongkan pembicaraan yang jelek nanti takutnya dia bisa nggak di terima.


***


Rifa'i sekarang hidupnya cukup sederhana, dia mengandalkan kehidupannya dari uang hasil yang selama ia rintih dan bangun dari proyek ke proyek, sebenarnya juga masih banyak, tapi kalau buat pindah ke luar negeri. Yang ada sampai tapi di sananya mau makan apa ke depannya?


"Apa aku harus telepon papah buat menuruti keinginan Putri? Tapi, nggak papalah kalau aku jujur saja. Sekarang aku hidupnya lebih sengsara daripada dulu. Nanti kan bisa di biayain oleh Putri semuanya. Tapi, nggak-nggak. Apa kata mertuaku nanti?"


Rifa'i memutar otak agar dia diterima sebagai menantu kaya raya dan jabatan tertinggi di kantor, tapi kalau dia berbohong artinya nggak baik buat diri sendirinya.


"Oke aku Amerika daripada aku di sini hidupnya sepi terus masalahnya uangnya sama sekali nggak guna kalau di sini."


Rifa'i mengeluarkan kopernya dan memasukkan pakaiannya ke dalam, setelah semua selesai. Rifa'i keluar dari kamarnya dan berjalan ke depan, ternyata ada Putri di depan bersama mobil dua.


Siapa itu di belakang Putri?


Rifa'i melongok dari jendela dan ada seorang laki-laki yang gagah sama tampan, sedikit beruban sama keriput.


"Siapa itu? Sepertinya Bapaknya Putri."


"Mas, hey. Apa kabar? Aku udah lama nggak ketemu sama kamu lho mas."


"Baik, allhamdulilah. Itu siapa kamu?"


"Mom and Dad, mereka habis pulang dari London. Jadinya, biasalah nggak tau adatnya di sini seperti apa?"


"Yaudah masuk aja kalau begitu, biar aku buatkan mereka teh ataupun kopi."


"Nggak usah, mom and dad itu minumannya nggak kayak gitu. Mereka nggak level sama namanya begituan."


"Hah kok bisa? Lha emang makanannya apa? Kok sampai nggak mau."


"Udah nggak usah di sediakan. Mereka cuma bertamu dan menanyakan apakah kamu serius dengan aku, kalau kamu serius berarti kamu harus menikahi aku." Bisik Putri, mereka semua pun masuk dan Mom Putri kepanasan, mengeluarkan kipas anginnya.


"Selamat pagi." Dengan logat-logat asing, Rifa'i mengangguk.

__ADS_1


"Bagaimana Dad? Kita langsung to the pointnya saja ya?"


"Apakah kamu mau menikahi anak saya?"


"Boleh juga, eehh..." Rifa'i menampol mulutnya, dia salah mengatakan.


"Kenapa?"


"Nggak papa, saya emang orangnya seperti itu."


"Yaudah Put, mom sama dady kamu mau pulang dulu. Kalau kamu mau di sini yaudah silakan! Kami permisi pulang."


Cepat sekali mereka, Rifa'i heran demi apa mereka ke sini? Mending dia nggak usah memasukkan tamu yang seperti itu.


"Maaf mas, maklumi saja. Namanya juga tamu tak di undang, tiba-tiba datang tanpa dugaan ataupun nelpon gitu kasih kabar."


Putri mengeluarkan barang belanjaannya untuk Rifa'i dari mobil dan meletakkan di meja.


"Mas ini buat kamu! Aku tadi belanja buat kamu. Tapi ini belum lengkap sih, kalau nanti kurang boleh telepon aku. Maaf banget kalau hari iki aku nggak bisa menemani kamu, aku ada urusan sama teman-temanku sebentar. Di Solo sana ketemuannya, kamu nggak papa kan beberapa hari aku di Solo."


"Nggak papa kok, kamu jaga kesehatan ya, dan kamu harus hati-hati ke sananya."


"Oke, makasih. Kalau begitu aku pulang dulu, assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Rifa'i menggeleng-gelengkan kepalanya dan menarik tangannya ke atas, tangannya pegal-pegal.


"Assalamu'alaikum..."


"Ada apa lagi?" Rifa'i berbalik badan dan jdrr...


Bersambung...


Jangan lupa Like dan komentar positifnya ya


😊😊☺


Terima kasih banyak yang sudah mendukung dan sudah mampir ke sini🙏💕

__ADS_1


Semangat kalian, jaga kesehatannya dan minum banyak air, supaya nggak kekurangan cairan.


__ADS_2