SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
SAHABAT


__ADS_3

Dari pada memikirkan luka di pipi dan murka Ayahnya saat pertama kali melihat goresan pisau di pipi kanannya. Kirana lebih meninjau tentang apa yang terjadi pada Shopie.


Hampir sama seperti yang di tuturkan Dave. Keluarga Shopie hancur karena Ibunya lari dengan lelaki yang lebih muda. Membawa surat-surat berharga serta perhiasan. Ayahnya langsung stroke saat mengetahui itu. Perusahaan langsung goyah dan berakhir di pelelangan.


"Kirana, kau yakin ingin menemuinya ?" tanya Dave pasca dua hari Shopie di tangkap dan hampir saja Andreas menyuruh oknum untuk membuat wajah Shopie cacat seperti putrinya, jika saja Kirana tak mencegahnya.


"Aku masih rak percaya kalau nggak dengar langsung dari mulutnya." ucap Kirana saat mobil mereka terparkir di halaman Kantor Polisi.


Dave mengusap rambutnya ke belakang kesal. "Apa lagi yang membuatnya nggak percaya ?" Dave berkata dalam hati. Tak habis pikir dengan sifat Kirana yang menurutnya bodoh dengan mendatangi orang yang jelas-jelas menghianati bahkan mencelakainya.


Dengan di antar seorang Polisi wanita. Shopie yang sudah mengenakan baju tahana di antar menemui Kirana di ruangan khusus.


Shopie langsung membuang muka begitu melihat Kirana. Tapi dia tak punya pilihan lain dengan keadaan tangan di borgol dan seorang Polisi wanita menyuruhnya duduk di depan Kirana yang memandangnya dengan tatapan iba dan juga tak percaya.


"Waktu kalian hanya lima belas menit." Polisi wanita itu berkata sebelum meninggalkan mereka yang kini duduk saling berhadap-hadapan.


"..Shopie." Kirana yang pertama membuka mulut, karena Shopie hanya diam tanpa mau melihat ke arahnya.


Jari-jari tangan Kirana yang berada di atas meja saling mengenggam dengan gelisah. Dia ingin bertanya, tapi Kirana juga takut mendengar kenyataan yang tak di sangka dan akan menyakiti hatinya.


"..Kenapa Shopie..?" mata Kirana berkaca-kaca. "Kita teman bukan ?" ucapnya sambil memandangi shopie yang kini terlihat lain dengan baju tahanan, rambut di kuncir asal dan tanpa make up sama sekali. Beberapa hari dalam penjara juga membuat wajah Shopie yang dulunya mulus menjadi tumbuh jerawat di beberapa bagian dan terlihat kusam. Membuat penampilannya terlihat jauh dari kesan glamor seperti biasanya.


Seharusnya Kirana marah dengan perbuatan Shopie. Tapi entah kenapa ia justru sedih dan menangis.


"Kau cengeng Kirana." akhirnya Shopie melihat ke arahnya.


Kirana yang tengah menghapus air mata menatap ke arah Shopie. Membuat mereka berdua saling pandang dalam keredupan ruangan yang hanya di isi sepasang kursi dan meja kayu sederhana dengan lampu bohlam lima watt di atasnya.

__ADS_1


"Harusnya kau nggak menangis. Tapi marah." Shopie masih memandanginya.


"Kenapa melalukan ini ? Kita sudah berteman selama bertahun-tahun. Kenapa kau tega sekali." Kirana emosi dengan wajah memerah dan mata berkaca-kaca.


"Iya, kita sudah bertahun-tahun bersama. Harusnya aku pun bisa seperti mu !" bentak Shopie tak kalah emosi.


Kirana tersentak. Matanya membulat menatap Shopie.


"Kau itu kekanakan dan tak berbakat dalam hal apa pun. Aku yang selalu membantumu." Shopie menunjuk dirinya sendiri. "Aku selalu berusaha keras, itu pun tak cukup untuk mendapatkan yang aku mau. Sedangkan kau, kau hanya diam dan seolah semua datang sendiri padamu." mata Shopie sudah menganak danau.


Kirana tertegun, air matanya mengalir.


"Kau punya keluarga yang bahagia. Ibu mu yang baik, Daddy mu yang punya segalanya tapi tak pernah tergoda wanita lain. Sedangkan aku.." Shopie terisak. "Mama ku malah kabur dengan lelaki yang lebih pantas menjadi adikku."


"Kenapa nggak cerita padaku ?" tanya Kirana hendak mengengam kedua tangan Shopie yang berada di atas meja, namun segera di tepis oleh Shopie.


"Kenapa ?" Shopie tersenyum sinis. "Bukankah kau sibuk dengan para pria yang mengelilingimu ?" Shopie menghapus air matanya.


"Aku menyukai Jon, Kirana." ucap Shopie lantang.


"A, apa ?" Kirana tak yakin dengan apa yang di dengar.


"Bertahun-tahun aku berusaha untuk membuatnya berpaling darimu. Tapi Jon terlalu mencintaimu." Shopie berkata penuh penekanan.


Kirana masih terdiam, kaget. "Kenapa aku nggak sadar kalau Shopie menyukai Jon ? Padahal aku.." ucap Kirana dalam hati saat teringat betapa seringnya dulu mereka bertiga bersama.


"Pernah berpikir betapa sibuknya Jon dengan jadwal dan tempat tinggal kalian yang berbeda Negara, tapi ia selalu rutin mengunjungimu tiap seminggu sekali ?" ucap Shopie lagi yang membuat Kirana menatapnya. "Dan kau malah bilang tak suka ?" wajah Shopie terlihat muak.

__ADS_1


Kirana tertunduk dengan hati resah. Kedua tangannya yang berada di atas meja saling tertaut dan meremas.


"Dan kau malah jatuh cinta pada saudara mu sendiri ?" Shopie bergidik. "Menjijikan!" umpat Shopie membuat Kirana membelalak kan mata dan menutup mulut.


Shopie kembali tersenyum sinis. "Iya, aku yang memfoto kalian saat berpelukan." ia berkata dengan bangga. Membuat Kirana hampir limbung dengan menyandarkan punggungnya pada kursi. "Aku juga yang mengirim foto-foto itu ke media online dan Fans base Jon di Jepang."


Kirana tak lagi bisa berkata apa pun selain hatinya yang terasa sakit karena penghianatan sahabatnya.


"Ja, jangan bilang..kucing itu juga..." Kirana tak sanggup berkata.


"Benar." ucap Shopie tegas.


Air mata Kirana langsung berjatuhan. Ia menunduk sambil menutupi wajahnya yang memerah di penuhi air mata.


"Kau tenang saja, bukan aku yang membunuh kucing itu." Shopie berkata santai. "Kucing liar itu tertabrak dan sudah menjadi bangkai saat aku memungut dan meletakkannya di atas meja kerja mu."


Kirana masih tak percaya jika benar-benar Shopie lah dalang di balik semua ini. Dia berusaha kuat. Tapi hatinya sesak. Shopie sudah ia anggap lebih dari seorang sahabat. Tapi tega berbuat jahat padanya.


Sampai Polisi wanita itu kembali datang untuk menjemput Shopie. Dalam hati Kirana masih saja terselip rasa iba dan tak ingin sahabatnya itu merasakan tinggal di tempat kotor dan dingin bercampur dengan para penjahat.


"Shopie.." Kirana ikut berdiri saat Shopie sudah di gandeng dan hendak di bawa pergi.


Bahu Shopie bergetar. Dia menoleh ke arah mantan sahabatnya yang memandang dengan wajah sembab. "Kau punya semua yang aku inginkan Kirana." ucapnya dengan mata berkaca-kaca menahan tangis. "Keluarga yang utuh, Kekayaan dan jabatan yang datang sendiri tanpa perlu berusaha." Shopie tersenyum pedih. "Juga Jon yang mencintamu setulus hatinya."


Kirana mengigit bibir bawahnya dengan wajah pilu. Di remas baju bagian dadanya, sesak sekali rasanya.


"Jangan membuang semua yang membuat orang lain iri hanya karena ego, Kirana." ucap Shopie berbarengan dengan Polisi wanita yang merangkul dirinya dan membawanya pergi.

__ADS_1


Kirana mematung di tempat dengan lelehan air mata. Sesaat ia bisa melihat jika Shopie pun menangis.


Hati Kirana kembali goyah. Pantaskan semua di korbankan untuk rasa cinta yang mereka sebut hanya ego semata ?


__ADS_2