SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
SENYUM TERINDAH


__ADS_3

Berkali-kali Kirana berjalan sambil merapikan rambut panjang nya yang tertiup angin. Ia berjalan pelan, menunduk seperti seorang yang tengah mencari barang hilang.


"Aku nggak kumal, kan ?" tanya Kirana dalam hati. Ia masih mengingat dengan jelas ketika Dave mengatai nya kumal, dan ucapan nya semalam yang mengatakan dia seperti anak kecil hanya karena piyama nya bermotif keroppi.


Karena tidak mau di bilang anak kecil juga Kirana pagi ini memakai model dress tanpa lengan yang berkesan sedikit dewasa.


"Cari uang yang jatuh ?" ucapan Jonathan membuat Kirana mendongkak melihat nya. Ia terkejut melihat Jonathan juga ada di situ. Maklum saja, pikiran Kirana hanya di penuhi Dave dan bagaimana membuat Lelaki itu tak lagi mengeluarkan kata-kata yang meremehkan tentang diri nya.


Kirana membulat kan mata, membuat sebelah alis Jonathan terangkat.


"Kok...?" Kirana menunjuk nya heran. Tapi kemudian pandangannya teralihkan ke Keluarga nya yang sudah berkumpul di dekat Danau buatan, dan tengah bercengkraman bersama Dave di atas tikar yang di gelar di atas rumput jepang yang menutupi seluruh area situ.


"Kau terlihat cantik." Jonathan tersenyum memandangi nya.


"Aku memang sudah cantik." Kirana pura-pura angkuh setelah bisa menguasai keadaan.


Jonathan terkekeh. Di gandenga nya jemari tangan Kirana kemudian ikut berkumpul bersama yang lain.


Dave yang sedang berbincang dengan Andreas segera mengeser duduk nya dan meming kan muka.


"Tumben kau terlihat cantik, Kirana." celetuk Kiandra saat Kakak perempuan nya itu duduk di samping nya.


Kirana langusng mendelik dan mengeran ke arah Adik nya tersebut, tapi kemudian pandangannya langsung tertuju pada Dave yang duduk di samping Kiandra dan sedang minum sambil memalingkan muka.


Wajah Kirana langsung berkerut kecewa. " Dia bahkan nggak melihat ku " ucap nya dalam hati.


"Kirana memang cantik." Jonathan yang duduk di samping kiri Kirana berucap sambil mengedip kan sebelah mata nya ke arah Kiandra yang duduk di sebelah kanan.


"Bagi Nii-san Kirana nggak mandi ya tetep di bilang cantik." Kiandra berkata sambil memasukan sendok penuh nasi ke mulut nya.


"...Dave ?" panggil Andreas yang duduk berhadap-hadapan dengan nya. Tapi Dave masih menunduk sambil mengenggam gelas air putih nya yang telah habis ia minum. "Dave kau melamun ?" Amdreas bertanya. Kali ini lebih keras suaranya, membuat Dave tergagap dan melihat ke arah Ayah nya tersebut.


"Ya, Dad ?" Dave terkejut.


"Kau bisa melamun juga rupanya ?" Andreas terkekeh karena merasa lucu dengan ekspresi yang di tampil kan anak lelaki saudaranya yang telah ia anggap putra nya sendiri itu.


Semua yang di situ tertawa menanggapi guyonan Kepala Keluarga Marthandinata tersebut. Tentu saja kecuali Kirana yang tampak rikuh setiap kali dekat dengan Lelaki dingin mulut pedas tersebut.


"Mungkin Dave sedang memikirkan resep masakan." Jonathan tersenyum ke arah nya.


Kirana langsung mendesis ke arah nya.

__ADS_1


"Kalau memang iya terus kenapa ?" Marisa mengambil kan beberapa sate daging dan jagung muda dengan saus barberque untuk Suami nya.


"Terimakasih." Andreas berucap saat menerima piring berisi daging yang di panggang oleh Dave.


"Bukankah setiap orang punya keahlian sendiri-sendiri ?" lanjut Marisa sambil tersenyum ke arah Jonathan.


Jonathan terdiam, tak menyangka mendapat tanggapan serius dari calon Ibu mertua nya.


"Jonathan juga punya keahlian kan ?" Tanpa di duga Dave menaggapi omongan nya. Jonathan mengalihkan pandangannya dan kini menatap Dave.


"Jon memang punya banyak keahlian." Marisa yang pertama berkata. "Dia Aktor terkenal di Jepang." Marisa antusias, membuat senyum Jonathan melebar.


"Ah..pantas." Dave pura-pura terperangah.


"Pantas ?" Marisa tak mengerti, sementara Suami dan anak lelaki ny sudah asik menyantap makanan dan bergurau sendiri.


Cuma Kirana yang diam dengan pandangan tertunduk sambil memainkan tusuk sate nya.


"Dia memakai Lipstik, Bu." Dave terkekeh. "Iya, kan Jo-nathan." serigai bibir Dave melebar.


Seketika semua orang yang sedang duduk di atas tikar sambil menyantap daging barberque itu menatap ke arah Jonathan yang wajah nya sudah memerah.


"Ini bukan lipstik !" Jonathan berkata. "Sial.." desis Jonathan dalam hati.


"Ini lipglos karena perubahan cuaca bibir ku jadi kering dan dari Managemen menyarankan untuk memakai nya." jonathan menerangkan meskipun sebenarnya ia sendiri malu bukan main. Apa lagi Kirana menatap nya dengan pandangan menyelidik.


"Susah juga ya jadi Aktris." Andreas berkata dengan nada bercanda sebelum kembali menyantap makannya.


"Tidak kelihatan kok, Jon." Marisa yang tahu Jonathan malu menenagkan kemudian mengalih kan pembicaraan ke hal yang lain.


Sekali lagi Dave menatik bibir nya membentuk senyum sinis dan tatapan meremeh kan pada Jonathan. Sebalik nya, Jonathan makin tak suka dengan ke beradaan Lelaki yang menjadi saudara calon Istri nya itu.


Walaupun awal nya penuh ketegangan dan rasa kikuk,tapi pesta barberque yang di gelar sederhana di pinggir danau itu berjalan menyenangkan dengan lelucon yang di lontarkan Kiandra. Sedang kan Dave, dia lebih sering mengobrol soal pekerjaan dengan Andreas.


"Kiiiaaann..!" Amuk Kirana saat Kiandra mengikat rambut panjang Kirana dengan sedotan plastik bekas.


Kiandra sudah berlari menjauh meninggal kan tawa nya yang riang. Kirana tidak terima, ia langsung bangkit dari duduk nya dan berlari mengejar Adik nya tersebut.


Andreas dan Marisa hanya tertawa melihat tingkah anak-anak nya yang walaupun terpaut jauh usia nya tapi tak pernah akur.


Mata Dave mengawang melihat Kirana yang berlari ke sana ke sini dengan rambut panjang nya yang terobang-ambing mengikuti gerakkan tubuh nya.

__ADS_1


"Awaass kau Kiaann !"


Dari kejauhan ia mendengar suara Kirana yang sarat akan rasa sebal karena Adik nya terus berkelit dari nya.


Kiandara tertawa terbahak-bahak. Ia menyayangi Kakak nya dan begininlah ia menunjukkan rasa sayag nya.


Kirana yang merasa terganggu dengan dress panjang semata kaki nya, dengan kesal mengangkat rok bagian bawah nya sampai atas lutut dan mengikat nya erat.


"Waahh...Kirana ngamuk !" Kiandra berlari makin menjauh ke arah kebun mawar putih.


Kirana tak tinggal diam. Dengan dress yang kini ia ikat di atas dengkul, ia bisa leluasa berlari dan mengejar Kiandra.


Dave mengulum senyum melihat tingkah Kirana yang tanpa sadar sudah ia perhatikan dari tadi.


"Kenapa senyum-senyum seperti itu ?"


Ucapan Jonathan yang duduk di samping nya membuat Dave menoleh ke arah nya. Wajah nya yang tadi tersenyum geli, kini berubah datar seperti biasa.


Mereka berdua saling tatap dan tengah duduk bersebelahan dengan jarak lebar di atas tikar. Sementara Suami Istri Marthadinata sudah asik bercerita sendiri sambil saling suap.


"Sejak pertama bertemu aku nggak pernah menyukai mu." Jonathan berkata.


Angin pagi kembali berhembus, membuat mata Jonathan menyipit saat menatap Dave yang masih tenang melihat nya.


"Dan aku makin nggak suka dengan mu ketika kau menuduh Kirana anak haram yang menyebabkan Keluarga mu tak utuh." Jonathan berkata santai sambil menyisir rambut nya ke belakang.


Jonathan melirik sesaat ke arah Dave yang masih melihat ke arah nya tanpa berkedip.


"Keluarga Oji-san memang terlalu baik..."


"Apa yang ingin kau kata kan ?" potong Dave.


Jonathan terdiam sesaat. "Kirana milik ku dan aku mencintai nya." Jonathan memperingati. "Bahkan jauh sebelum kau mengenal nya,Dave."lagi-lagi Jonathan tersenyum meremehkan.


Rahang Dave mengeras.


Jonathan memalingkan muka dari Dave dan wajah nya berubah serius saat dari kejauhan melihat Kirana yang berhasil menangkap Kiandra, kemudian langsung menarik telingan bocah 10 tahun itu tanpa ampun.


"Seperti magnet." ia berucap tanpa mengalihkan pandanganya dari Kirana. "Aku tak bisa lagi berpaling sejak melihat senyum indah itu."


...----------------...

__ADS_1



__ADS_2