SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
SEMPURNA


__ADS_3

"Mana aku tahu." wajah Kirana semakin muram. Dia menunduk dalam dan tanpa di ketahui siapa pun tangannya yang berada di bawah meja meremas gaun malamnya sampai kusut.


Diliriknya lagi Dave yang duduk di seberang meja. Lelaki itu tengah berbicara mesra dengan Angela yang malam itu terlihat luar biasa cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai sederhana dan di beri hiasan pada salah satu sisinya.


Kirana makin tak percaya diri. Padahal dengan gaun hitam yang melilit tubuh ramping dan kulit putih khas Asia Timur turunan dari Ayah nya, Kirana jauh terlihat lebih menonjol. Apa lagi dengan wajah oriental dan kedua mata bening nya yang berwarna cokelat terang. Tak ada yang memiliki kecantikan unik seperti dirinya.


"Kirana."


Kirana mengangkat wajahnya. Jonathan telah berdiri sambil mengulurkan tangannya.


"Ayo." ucapnya sambil mengerakkan tangannya agar Kirana menyambutnya.


Kirana masih tak paham. Ia baru mengerti saat melihat kedua orangtuanya serta Kiandra, lalu Dave dan Angela yang telah berdiri.


Kirana menyambut uluran tangan Jonathan dan bangkit dari duduknya.


Hari ini Ayahnya akan mengumumkan tanggal pernikahannya bersama Jonathan. Dan...Kirana melihat ke arah Dave yang lengannya di gandenga mesra Tuangannya yang bak bidadari dengan faun warna putihnya yang terkena bias cahaya lampu.


Dave menoleh ke arahnya. Biasanya Kirana akan langsung berpaling, tapi tidak kali ini. Dia tetap menatap Dave dari kejauhan di antara hiruk pikuk tepuk tangan orang-orang yang hadir dalam Pesta yang di gelar tiap tahun tersebut.


Kening Dave sedikit berkerut, sebelum ia mengenggam tangan Angela dan melangkah terlebih dahulu mengikuti Ayah serta Ibunya yang telah berjalan bergandengan bersama anak bungsu mereka.


Kirana meraba bagian dadanya yang memperlihatkan belahannya dan leher yang di hiasi kalung mutiara. Entah ia gugup karena pengumuman pernikahannya atau karena Dave yang sejak awal selalu membuat dia salah tingkah.


Kirana menghela nafas panjang dan mulai melangkah sambil menjinjing salah satu sisi gaun malam nya yang sampai menyapu lantai.


"Aku baru tahu kalau muka es itu bisa tersenyum." Jonathan berbisik saat mereka sudah berjalan di belakang Dave dan Angela.


Kirana memandangnya tak mengerti.


"Tuh." Jonathan memberi kode ke arah Dave yang tengah berjalan dengan lengan diapit Angela dan mereka tengah bertukar senyum.

__ADS_1


"Angela sangat cantik." Kirana berkata murung.


"Kau jauh lebih cantik." jonathan berkata dengan bangga, sayang Kirana tak memperhatikan hal itu.


Di hadapan ratusan tamu yang hadir, Andreas memperkenal kan Dave sebagai putra nya yang merupakan pewaris tunggal dari Sanjaya Company, perusahaan yang beberapa tahun lalu sempat bersitegang dengan Marthadinata Corp karena perceraiannya dengan Eva yang adalah istri pertamanya dan Ibu kandung Dave. Kini hubungan kedua perusahaan mulai menghangat berkat kehadiran Dave.


Tepuk tangan meriah menyambut calon Presiden Direktur Sanjaya Company itu. Meski masih muda, tapi tidak bisa di pungkiri jika kecerdasan, kharisma, wajah tampan dan pembawaan Dave yang tenang membuat siapa pun segan terhadapnya.


Di tambah yang di gandeng adalah si cantik Angela yang merupakan putri bungsu dari Keluarga Adam yang terhormat dan tidak kalah pamor dari Keluarganya.


Dave memandang tamu-tamu yang menatapnya penuh kekaguman. Begitulan sepantasnya dia di pandang. Kehormatan, kekayaan, calon istri yang tidak hanya cantik, tapi juga mampu memperkokoh posisinya. Dave memandang Angela yang berada di sisinya dan menatap penuh cinta. Dave tersenyum samar, semuanya sempurna.


Tepukan tangan dari para tamu membuyarkan lamunan Dave.


"Serasi sekali mereka." Angela yang berdiri di sebelahnya ikut bertepuk tangan dan tersenyum penuh kekaguman.


Dave memandang ke arah di mana mata Angela tertuju. Kirana dan Jonathan tengah mengumumkan tanggal pernikahan mereka dan di sambut kegembiraan oleh semua tamu yang hadir.


Setelah serangakaian acara ramah tamah dengan berbagai sajian lezat yang terhidang. Acara di lanjut dengan hiburan musik orkestra oleh salah satu komposer kenamaan. Simfoni indah mengalun memenuhi ruang pesta seolah mengajak


Serenade no.13 for strings in G major atau Eine Kleine Nachtmusik karya Mozart membuat Kirana terlena dan menyandarkan kepalanya pada bahu Jonathan. Di peluk nya pundak lebar Lelaki yang melingkarkan lengannya pada pinggang dan memegangi tangan kanannya. Mereka ikut berdansa di tengah para tamu lainnya yang berdansa dengan pasangan dan menikmati simfoni romantis klasik karya dari Maestro Musik.


Suasana memang romantis dengan lampu utama yang di matikan dan hanya lampu-lampu kristal yang menerangi.


"Kau cantik, Kirana..." bisik Jonathan di telingan Calon Istrinya yang hanya diam sambil menyandarkan kepala pada pundaknya.


"Aku capek..." ucap Kirana lesu tanpa mengangkat wajah nya. Ia melepas pegangan tangan Jonathan dan memeluk pinggang nya.


Jonathan terkekeh. Ia balas memeluk pinggang Kirana dan merapatkan ke dirinya. Kini mereka tidak seperti orang yang sedang berdansa, tapi lebih seperti orang yang saling memeluk dan bergerak pelan kiri dan kanan mengikuti irama musik.


Hari memamg telah larut, tapi para tamu masih sangat menikmati pesta. Bahkan Ayahnya masih asik mengobrol dengan salah satu tamu khusunya. Hanya Ibu nya dan Kiandra lah yang telah lebih dulu pulang karena Kiandra yang tak kuat menahan kantuk.

__ADS_1


"Jadi istri Jon..." Kirana berkata dalam hati sambil menyandarkan pipi nya malas pada pundak Jonathan. "Baru membayangkan saja aku sudah nggak sanggup..." Ia menghela nafas panjang dan membenarkan letak sandaranya.


Jonathan tersenyum dan mengecup sayang belakang kepala Kirana dan mengelus punggungnya yang terbuka pelan.


"Kirana !"


Suara panggilan dari seorang laki-laki mengagetkan keduanya. Bahkan beberapa pasangan yang berdansa di sekitar Kirana dan Jonathan menoleh ke arah nya.


Mata Kirana membulat melihat Dave yang telah berdiri di dekat mereka.


"Ada apa ?" Jonathan yang bertanya karena Kirana masih terkejut menatap Dave yang tiba-tiba sudah berdiri di dekatnya.


"Dad memanggil." Dave langsung menarik pergelangan tangan Kirana dan berjalan cepat meninggalkan area dansa.


Kirana tergopoh-gopoh mengikuti langkah kaki Dave yang panjang-panjang. Bahkan ia hampir tersaruk gaun nya sendiri yang menyentuh lantai.


"Ada apa ?" Kirana menjinjing gaun malam nya itu gusar. Sepatu berheels 7 cm nya membuat nya makin kesusahan untuk mengikuti langkah kaki Lelaki itu.


Tapi Dave tak menjawab. Ia terus berjalan tergesa sambil mengandeng tangan Kirana tanpa sekali pun menoleh ke arah Kirana yang setengah mati mengikuti langkah kakinya.


"DAVE !" bentak Kirana marah sambil menepis pegangan tangan Lelaki itu saat mereka sampai di taman belakang yang gelap dan hanya di hiasi lampu taman.


Dave menoleh ke arahnya. Wajahnya berkerut menatap ke arah gadis dengan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan karena tadi ia menyeretnya begitu saja. Dan kini, gadis itu tengah meremas gaun malam nya dengan wajah merah padam dan kedua alisnya yang menyatu menatapnya.


...----------------...


Maaf menunggu lama ๐Ÿ™


Saya sangat sibuk dengan RL dan revisi ๐Ÿ™๐Ÿ˜ญ


Tetimakasih sudah membaca SEANDAINYA..

__ADS_1


๐Ÿ™๐Ÿคงโค


-๐Ÿ€-


__ADS_2