SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
DOA DAN PERNIKAHAN II


__ADS_3

"Kau ke sini ?" Kirana tak percaya. Mendadak ia malu sendiri dengan penampilannya yang berantakan, sedang Jonathan, seperti biasa dia selalu terlihat stylist.


"Lama tak bertemu Kirana." Jonathan berkata saat Kirana kini telah duduk di depannya.


"Aku buatkan sesuatu." Kirana hendak beranjak pergi. Tapi dengan segera Jonathan menahannya.


"Tidak, kau tak perlu repot-repot." ucapnya.


Kirana kembali duduk dengan tangan Jonathan yang masih memegangi pergelangan tangannya. Namun segera ia lepaskan saat wanita itu terlihat tak nyaman.


Beberapa saat mereka hanya saling tatap dalam sunyi ruang tamu dengan jendela besar model kononial yang menyorotkan sinar mentari pagi. Kirana berkali-kali menunduk dan meremas jari-jari tangannya canggung.


"Aku tak tahu ini saat yang tepat atau tidak." kedua mata sipit Jonathan menatapnya. "Aku tahu ini memalukan. Tapi.." Jonathan merogoh saku celananya.


Kirana tertegun saat Jonathan membuka kotak berudru berwarna merah. Sebuah cincin emas berukir indah ia taruh ke arah meja dan di arahkan padanya.


"Cincin ini masih menunggu untuk kau pakai, Kirana." ucapnya.


Mata Kirana memerah dan bibirnya bergetar.


"Bisa kah kita sekali lagi memulainya ?" tanya Jonathan penuh harap.


Air mata Kirana mengalir. Di pandanginya Jonathan baik-baik. Dia sampai menyembunyikan diri untuk mengobati luka hatinya yang belum juga mau mengering. Menguatkan ikhlasnya dalam doa yang tak henti ia bisikan untuk kekasihnya yang kini bersanding dengan yang lain.


Dan kini tanpa di duga, Jonathan datang menawarkan janji setia nya kembali.


"..Jon, aku.." Kirana tertunduk sambil mengigit bibir bawahnya.


Bukan usia yang menjadikan orang dewasa. Namun tempaan hidup yang mendewasakn pikiran.


Hanya dalam waktu kurang dari dua tahun. Kirana yang manja dan kekanakan berubah menjadi sosok berbeda. Tetap tersenyum dan banyak tawa, tapi bagi yang memperhatikan akan terasa hambar.


"Jon, aku sudah menyakitimu.." lirih suara Kirana terdengar "Kau bisa mendapatkan yang lebih dari aku. Aku hanya.."


Kalimat Kirana terhenti saat Jonthan mempererat gengaman tangannya pada jari-jari Kirana yang dingin.


"Kau tahu waktu ku tak banyak. Aku sampai ke sini pun karena kabur diam-diam dari Managerku." Jonathan berkata.


Mereka kembali saling tatap dengan bola mata cokelat terang milik Kirana yang bergetar.


"Kau tinggal mengambil cincin ini jika bersedia." Jonathan kembali berkata.


Kirana bimbang. Apa ini yang di maksud berjodoh ? Mau sejauh apa pun di pisahkan dan mencoba menjauh, maka akan kembali bertemu ?

__ADS_1


Kirana menelan ludah. Di lihatnya cincin emas dengan ukiran kaligrafi kecil di lingkarnya. Kemudian pandangannya beralih ke Jonathan.


"Dave, aku berharap benar-benar bisa melupakanmu. Aku berharap Jon bukan pelarian. Tapi suatu saat, aku bisa mencintainya seperti dia yang mencintaiku setulus hati.."


Ragu-ragu Kirana menjulurkan tangan kanannya. Diambil cincin tersebut dan di pasangkan pada jari manisnya. Ia tersenyum dengan wajah sembab pada Jonathan yang menatapnya penuh rasa syukur.


Tak ada kata sempurna untuk cinta kita yang menyakitkan. Dan tak ada pilihan lain selain berdamai dan menerima.


Bukankah hidup harus terus berjalan ? Kita tak bisa berputus asa hanya karena cinta. Karena percayalah, di luar masih banyak orang yang berjuang mati-matian dengan membawa beban masalah di pundak masing-masing dan mereka tetap tegar menjalani hidup.


...----------------...


Pernikahan Yang Tertunda. Jodoh Yang Kembali. Putri Miliader Perebut Hati Sang Aktor. Kisah Cinta Abad Ini. Dan beberapa judul lainnya yang menjadi hightlight di berbagai media untuk menyemarakan Pernikahan Kirana Martahdianata dan Jon Aoki.


Pernikahan mewah yang di langsungkan tiga hari di Jakarta dan 3 hari di Tokyo. Kebaya mewah bersulam benang emas menambah cantik dan memberikan kesan lain saat Kirana memakainya. Begitupun Jonathan yang terlihat berbeda saat memakai baju adat khas Jawa tersebut. Pernikahan dua Negara yang berbeda budaya memang selalu memberikan kesan unik tersendiri.


"Cantik sekali, Sayang.." Marisa berkaca-kaca menatap putri semata wayangnya.


Mata Kirana berair. Dipeluknya Ibu nya tersebut erat-erat.


"Kau harus bahagia, Nak." Marisa mengelus-elus punggung Kirana yang di balut kebaya pengantin. "Lupakan semua dan mulai lah hidup baru, ya ?" air mata Marisa mengalir. Kirana mengangguk sesengukan.


"Daddy." Kirana melepas pelukan Ibunya dan gantian memeluk Ayahnya.


Kirana terisak. Semestinya ia menjadi orang paling berbahagia di situ. Tapi air matanya terus saja mengalir. Entah haru atau sedih. Perasaan campur aduk yang membuatnya gemetar untuk melangkah. Tak ada pilihan, lebih baik di cintai dari pada terus tenggelam dalam kesedihan dan membuat khawatir orang di sekitar yang menyayanginya.


Dengan di apit Ayah dan Ibu nya, Kirana melengang keluar dari kamar di salah satu Hotel milik Keluarga Marthadinata yang telah di sterilkan untuk pernikahannya dengan Jonathan.


Dalam satu tarikan nafas, janji suci pernikahan terucap.


"Anak kita nanti akan terlahir dari ikatan suci sebuah perkawinan, yang di saksikan oleh malaikat dan Yang Memberi Hidup."


Dada Kirana sesak menahan tangis saat mengingat ucapan Dave padanya beberapa tahun lalu.


Sebuah tangan hangat meraih dan mengenggam jemari tangannya yang di hias indah oleh nail art warna emas, senada dengan kebaya yang tengah di pakainya.


Kirana yang terlihat cantik dengan riasan pengantin dan siger khas pengantin sunda menoleh ke arah Jonathan yang duduk di sampingnya.


"My Wife.." ucap Jonathan sambil tersenyum.


Kirana terdiam sesaat, lalu tersenyum dan balas mengenggam tangan Jonathan.


Beberapa hari berita pernikahan Kirana dan Jonathan masih bersliweran di layar televisi, kendati Pesta pernikahan telah usai.

__ADS_1


"Dave ?" Angela terkejut saat membuka pintu rumah dan Dave yang masih mengenakan kemeja kantor dengan jas nya yang di lepas langsung ambruk ke arah istrinya.


"Maaf, Angela." Dave tersenyum dan bangkit meskipun sempoyongan.


"Kau bau alkohol." Angela menutup hidungnya.


Dave tersenyum sambil mengelus pipi Angela. "Iya, tadi Pak Bram yang mengajak minum sambil membahas pekerjaan." ia berjalan ke arah kamarnya sambil memegangi kepalanya yang pening.


"Kau bisa menolaknya, kan ?" Angela mengekor di belakang. "Dia terkenal suka minum dan mempunyai selingkuhan di luar. Dia bisa memberi pengaruh tak baik untuk rumah tangga kita." Angela mencoba mengingatkan.


"Iya, lain kali aku akan menolak ajakkan Pak Bram." Dave berkata saat mereka sudah sampai kamar.


Angela memandang Suaminya yang tengah membuka kemeja kerjanya dengan pandangan was-was. Berita pernikahan Kirana dan Jonathan wara-wiri di Televisi dan Angela yakin, Dave pasti melihat.


"Apa karena itu akhir-akhir ini Dave sering pulang dalam keadaan mabuk ?" tanyannya dalam hati "Akan aku siapkan air hangat." pada akhirnya Angela memilih untuk tak membahas dan segera beranjak pergi untuk menyiapkan keperluan mandi Dave yang telah setahun ini menjadi suaminya.


Dave memandangi dirinya sendiri di cermin. Ia terlihat lebih matang dengan penampilannya sekarang.


Dengan menikahi Angela, ia mendapatkan semua. Rahasia tentang kelahirannya pun tetap tersimpan, walaupun seluruh dokumen yang mengatasnamakan Ansreas adalah Ayah kandungnya telah di hapus dan di ganti status menjadi anak angkat.


Bayangan wajah Kirana yang memakai kimono dan bersanding dengan Jonathan membayang saat tak sengaja tadi ia melihat beritanya di televisi. Kening Dave berkerut dalam, tak kala membayangkan malam pertama mereka.


Dave tertunduk sambil memegangi dadanya. Perasaan tak rela bercampur perih kembali mengetarkan hatinya yang coba ia buat beku.


Tiba-tiba ia terkekeh. "Bukankah aku juga sudah tidur dengan Angela ?" ucapnya dalam hati. Ia geli dengan dirinya sendiri. Di usap wajahnya kasar saat kedua matanya kembali sembab.


...----------------...


Salah satu ruangan di Pemandian air panas di Kota Kyoto itu di hias indah dengan banyaknya kelopak bunga mawar dan lampu berbentuk lilin kecil. Aroma bunga yang sensasional menambah gairah pasangan pengantin yang tengah meneguk manisnya madu pernikahan.


Seharusnya ini menjadi malam yang mendebarkan untuk Kirana. Tapi entahlah kenapa ia bisa setenang ini saat Jonathan mencium lembut bibir dan melepas ikatan yukatanya.


Kirana memandang Jonathan yang berada di atasnya sesaat, sebelum ia memejamkan mata dan memasrahkan semua.


"Selamat tinggal cinta masa muda ku.." ucap Kirana dalam hati.


...****************...


...****************...


Satu bab lagi tamat 🥰


-🍀-

__ADS_1


__ADS_2