SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
PANTAI


__ADS_3

"Duuh...kenapa dia semakin keras menangis...??" Jonathan mengaruk-ngaruk kepalanya yang tak gatal saat melihat Kirana yang menangis semakin keras.


Benar-benar menangis seperti anak kecil dengan air mata yang meleleh membasahi kedua pipinya, wajah yang memerah dan ingus yang berkali-kali ingin keluar dan di sedot lagi oleh pemiliknya.


Jonathan memandanginya dengan gamang, bibirnya ia gigit dan lepaskan untuk beberapa kali. Sebenarnya ia ingin memeluk Gadis itu, tapi ingatan terakhirnya saat ia memeluk nya, berakhir dengan injakan di kaki yang membuat ia mengaduh kesakitan.


Di lihatnya rambut Kirana yang diikat sembarangan semakin terlihat berangakan dengan helai-helainya yang menempel pada pipi dan keningnya.


Jonathan menatap prihatin, ia paling tidak bisa melihat tampilan wanita yang berantakan sebenarnya. "Kirana, ayo aku ajak ke salon...??" ucapnya.


Kirana langsung memperbesar volume suara tangisnya, yang membuat Lelaki berkebangsaan Jepang itu menutup telinganya dengan kedua tangannya.


Dengan lahap Kirana memakan Hamburger big mac nya sambil sesekali ia terisak dan menyedot ingusnya yang masih saja ingin keluar dari lubang hidung.


Jonathan yang duduk di sebelahnya hanya diam memperhatikan sambil meminum mcFreeze coca cola nya.


Saat ini mereka berdua sedang duduk bersebelahan di pinggir pantai, di bawah Pohon Cemara Laut yang memayungi mereka dari sinar matahari yang masih menyorotkan sinarnya .


Di tengah mereka duduk terdapat bungkusan warna cokelat terbuat dari kertas beisi french fries, spicy chicken bites dan chicken snack wrap yang menunggu giliran untuk di makan.


Tak lupa minuman orange mcfloat blast dengan gelasnya yang juga terbuat dari kertas berada di situ.


Makanan-makanan itu di beli Jonathan dengan cara drive thru tadi saat Kirana tetap tidak mau berhenti menangis dan ia pusing karena tidak tahu bagaimana menghentikan tangisnya.


Jonathan hanya tahu Kirana suka makan, dan makan cepat saji itu lah yang letaknya paling dekat dengan mereka, karena tidak mungkin Jonathan mengajak Kirana untuk masuk kembali ke dalam Mall atau dia sendiri yang masuk dan meninggalkan Kirana di mobil sendirian untuk menbelikannya makanan.


Dan terbukti, setelah ia menghabiskan 2 paha ayam dan kini ia sedang memakan big mac yang tinggal separuh, gadis berkuncir yang kali ini sedikit terlihat cantik dengan dress warna kuningnya itu telah berhenti menangis.


"...Kenapa tadi tiba-tiba menangis...??" tanya Jonathan saat melihat Kirana telah menghabiskan hamburgernya dan meminum orange mcFloat blast nya sampai hampir habis.


"Aku nggak mau di jodohkan." Kirana menjawab lantang. Ia menoleh ke samping, memandangi Jonathan dengan wajahnya yang sembab dan matanya yang semakin sipit karena bengkak habis menangis.


"Jodohmu itu kan aku." Jonathan berkata. Kulitnya yang putih tampak memerah terkena bias sinar matahari sore yang menerobos celah-celah pohon cemara laut yang daun-daunnya rimbun di atas mereka.


"Kau itu temanku, bukan jodohku." Kirana meninju pundak Jonathan. Anak-anak rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya berkibar-kibar tertiup angin laut.


"Memang ada aturannya kalau teman tidak boleh jadi jodoh...??" Kening Jonathan berkerut memandang Gadis dengan kedua bola matanya yang semakin indah ketika terkena pancaran sinar matahari sore.

__ADS_1


Kirana mengelembungkan pipinya. "Coba kau bayangkan kalau aku jadi istrimu !" ucapnya kesal.


"Aku sudah berkali-kali membayangkan hal itu." Lelaki berusia 23 tahun itu menjawab serius.


Wajah Kirana langsung memerah. "Ka, kau kan Artis, bayangkan saja kau beristri dengan salah satu dari teman seprofesi mu itu." Kirana berkata angkuh, padahl ia hanya sedang menutupi rasa malu nya.


Jonathan langsung menyentil kening gadis itu, yang membuat nya mengerang kesakitan sambil mengusap kening nya yang memerah.


"Kenapa kau lakukan lagi..???" Kirana marah, di pukulinya Lelaki berambut lurus dengan hidung mancungnya itu berkali-kali.


"Salah mu sendiri mengatakan hal yang tidak masuk akal." Jonathan memegangi kedua pergelangan tangan Kirana yang masih terus bergerak ingin memukul Lelaki yang duduk di sampingnya itu.


"Memang benar kan, dengan mereka saja kau bisa berciuman !" Kirana makin kesal karena Jonathan tidak mau melepaskan tangannya.


"Itu kan akting untuk film." Jonathan menerangkan. Ia masih memegang erat kedua pergelangan tangan Kirana yang masih berusaha di lepas pemiliknya dari genggamannya.


"Yang penting itu ciuman, jadi berhayal saya dengan mereka, jangan aku !" Ucapan Kirana yang seperti seorang yang sedang cemburu itu membuat senyum tersungging di bibir tipis Lelaki tersebut.


Angin sore berhembus, membawa aroma asin dari air laut. Matahari yang semula masih berada di atas kepala mereka, tahu-tahu sudah berada di garis pantai. Menimbulkan semburat warna jingga yang indah pada langit di sekitarnya.


"Lepakan tanganku !" Kirana berkata dengan kening yang berkerut dalam menatapnya dengan kedua bola mata cokelat terangnya yang indah.


Percayalah Kirana itu sangat cantik, dan di mata Jonathan gadis itu telihat lebih cantik lagi ketika sedang marah, seperti saat ini.


Di tambah kali ini Kirana yang mengenakan dress warna kuning cerah yang feminim dan menambah kesan langsing pada tubuhny yang seharusnya mengendut dengan banyaknya porsi makannya.Tapi nyatanya Gadis itu tetap langsing dengan tinggi ideal yang bahkan membuat Shopie sahabatnya iri.


Suasana pantai yang indah, angin sepoi, keadaan pantai yang sepi dan posisi duduk mereka yang terhalang Mobil Aston Martin DB11 milik Ayah Kirana yang di pakai Jonathan yang terparkir melintang di belakang mereka.


Kirana membelalakkan matanya saat Jonathan mencondongkan tubuhnya ke arahnya dengan posisin kedua tangannya yang masih di pegang erat.


Kirana gelagapan, Jonathan hendak menciumnya.


Laki-laki berambut lurus itu sudah memejamkan matanya dengan jarak wajah mereka yang dekat dan bibir mereka yang hampir bersentuhan.


Kirana panik, otaknya langsung berpikir cepat. "...Da, Daddyyy...!!" teriaknya yang membuat mata Jonathan langsung membuka dan melepas pegangannya pada kedua tangan tangannya.


"Oji-san...??" Jonathan terkejut. Ia takut di lihat Ayah Kirana jika sedang ingin mencium anak gadisnya.

__ADS_1


Kirana tertawa terbahak. "Dasar mesum !" ucapnya sambil bangkit dari duduknya, tak lupa ia membawa bungkus kertas cokelat berisi makanan cepat saji yang tadi belum sempat ia makan.


Jonathan memandang punggung Kirana kesal, ia sadar jika telah di bohongi gadis yang rencanany akan di tunangkan dengannya itu.


"Kenapa masih di situ ? Ayo pulang !" Kirana yang sudah sampai di mobil berkata dengan suara yang di keraskan agar Jonathan dengar.


Jonathan berdecak kesal sebelum kemudian ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Kirana sambil membuk kunci mobil dengan sensor yang terdapat pada kunci mobil yang ia bawa.


"Kau itu terlalu sering melakoni adegan kissing , makannya otakmu jadi ikut mesum." Kirana tertawa saat mereka sudah duduk di dalam mobil.


Sebenarnya Jonathan kesal 2 kali, pertama ia yang ingin mencium Kirana tapi gagal. Kedua, akting yang di lakoni nya dengan susah payah, tapi malah di sebut mesum oleh Kirana.


Tapi saat melihat gadis yang duduk di sebelahnya dengan mulut penuh french fries dan sudah terlihat ceria lagi, ia memutuskan untuk membiarkannya.


"Kau ini beruntung." Ucap Jonathan dalam hati sambil menjalankan mobil nya keluar dari area pantai yang terletak di daerah pinggir Kota itu.


Sore menjadi malam, di rumah mewah Keluarga Sanjaya yang berciri khas pilar-pilar penyangganya yang terbuat dari marmer putih dan berjumlah 6 buah pada bagian depannya.


Dave merebahkan dirinya di kasur empuknya yang berukuran king size di lantai 2 kamar tidurnya. Ia membiarkan kamarnya remang dengan tidak menyalakan lampu kamarnya tadi ketika ia masuk.


Hari ini ia merasa sangat lelah setelah menemani Angela jalan-jalan seharian.


Ia memejamkan matanya sambil memijit-mijit keningnya yang serasa berputar dan bermuara pada satu wajah seorang gadis yang memiliki warna mata milik Ayahnya.


"...Kirana..." ia berguman.


...----------------...


My Dear Up tiap hari kecuali Minggu, karena saya juga punya Novel lain di Aplikasi lain..🙏


Silahkan Follow:


-Instagram: Hijaudaun_birulangit


-Facebook: Hijaudaun Birulangit


Untuk informasi lebih lanjut perial Novel saya 🙏

__ADS_1


Terimakasih ❤


-🍀-


__ADS_2