
Kirana mengelembungkan sebelah pipinya dengan kening yang berkerut, saat ia baru saja selesai dengan Kelasnya dan hendak makan di Kantin Kampus bersama Shopie, tapi dari kejauhan dia melihat sosok tinggi dengan celana jeans biru, kaos hitam dan memakai masker kain warna hitam melambai kan tangan padannya.
"Joon..!" Shopie yang membalas lambaian tangan dari Lelaki berambut lurus dan bermata sipit itu.
Dan meski ia menutupi sebagian wajahnya dengan masker kain warna hitam, anak-anak kampus yang berjalan di sekitar nya, terutama yang perempuan. Tetap menoleh dan memandanganya walaupun sesaat, sambil berbisik dan tersenyum sembunyi-sembunyi mengagumi sosok nya yang terlihat sempurna.
Kirana dan Shopie berjalan ke arahnya.
"Mau apa kau ke sini ?" tanya Kirana galak setelah dekat.
"Kau ini ngomong apa..??" Shopie mencubit pantat Kirana diam-diam sambil tersenyum pada Jonathan.
Sontak Kirana memekik kaget dan langsung memukul pundak sahabatny tersebut.
"Sakit tahu...!" Shopie menringis sambil mengusap-usap pundaknya yang terasa panas. "Gila yaa, tangan kecil kalau mukul sakit baget..." Shopie berkata dalam hati sambil memelototkan matanya pada Kirana yang juga mendelik ke arah nya.
Di balik masker hitamnya Jonathan tersenyum lebar memandang wajah Kirana yang langsung memerah jika sedikit saja ia emosi.
"Dasar bar-bar.." tanpa di duga ia menyentil kening Kirana yang membuat Gadis itu mengerang kesakitan dan menutupi keningnya dengan kedua telapak tangannya.
Hal itu membuat Shopie tertawa terbahak-bahak.
Kirana tidak terima, "Nih bar-bar...!" ucapanya gemas sambil memukuli dada Jonathan berkali-kali.
Melihatnya tawa Shopie semakin kencang, begitu pun dengan Jonathan yang sama sekali tidak merasakan sakit. Malah membuat senyum nya kian terkembang di balik masker hitam yang ia kenakan karena wajah Kirana yang sedang marah itu lah, saat ia terlihat paling cantik di matanya.
Baik Kirana, Shopie atau pun Jonathan terlihat tak peduli dengan beberapa mahasiwa yang berlalu-lalang dan memperhatikan mereka.
Beberapa saat Jonathan membiarkan Kirana memukulinya, sebelum ia memegangi kedua pergelangan tangannya, membuat Kirana langsung melihat ke arahny dengan wajah semakin kesal.
"Aku traktir makan di mana pun kau mau." ucap Jonathan yang membuat wajah Kirana yang semula seperti gunung berapi mau meletus langsung terlihat secerah matahari di langit siang ini.
"Shopie pasti nyesel tadi nggak mau ikut." kata Kirana sambil memasukkan satu sendok nasi dengan daging ke mulutnya.
Kirana makan dengan begitu lahap dengan Jonathan yang hanya memperhatikannya sambil bertopang dagu, tanpa melepas masker hitam yang di kenakannya.
__ADS_1
"Kalau makan pelan-pelan.." Jonathan mengambil tisu dan mengelap ujung bibir Kirana yang belepotan kuah makanan.
Tindakan yang mestinya romantis, tapi tidak untuk Gadis yang tetap asik menyantap nasi dengan lauk daging dan sayur di atasnya yang masih terlihat panas karena berpiring hot plate.
Saat itu mereka sedang makan berdua dengan posisi berhadap-hadapan, di salah satu Rumah makan yang terkenal dengan Nasi beef pepper rice nya di sebuah Mall besar di kota Jakarta.
"Kenapa kau masih memakai masker...?" tanya Kirana setelah dia menghabiskan 2 hot plate berisi pepper steak dan jumbo beef pepper rice dan meminum segelas orange jus.
"Aku tidak mau orang mengenaliku." jawab Jonathan, masih dengan logat yang terdengar aneh jika ia berbicara dengan Bahasa Indonesia.
"Iiih...kepedean..." Kirana mencibir. "Di sini nggak ada yang mengenalimu." ejeknya.
Jonathan terkekeh, lewat mata sipitnya yang berwana hitam ia memandang Kirana dengan tatapan sombong. "Kau tidak tahu kalau aku punya Fansbase yang jumlahnya ribuan di sini..??" ucapnya.
"Omong kosong !" lagi-lagi Kirana mencibir. "Nggak pernah dengar tuh ada yang nyebut-nyebut Jon..Jon.." Gaya bicara Kirana di buat kemayu.
Jonathan menjentikkan jari tengah nya ke kening Kirana, yang membuat Gadis itu langsung mengaduh dan menutup keningnya dengan kedua telapak tangannya.
"Kenapa kau selalu melakukan hal ini haah...??" Wajah Kirana merah padam. "Sakit tahu !" Ia mengusap keningnya yang memerah.
Kirana mendengus kesal dengan kening berkerut menatapnya. Tapi ia tidak bisa apa-apa selain mengelus keningnya yang masih berdenyut.
"Makasih traktirannya." Kirana mencangklong tas nya dan beranjak dari duduknya.
"Mau ke mana...??" Jonathan meraih lengannya dan ikut berdiri.
"Aku masih ada kelas hari ini.." Kirana pasang wajah polos.
Jonathan terkekeh. "Mau aku sentil lagi karena berbohong ??" ucapnya.
Reflek Kirana menutupi keningnya dengan kedua telapak tangannya dengan wajah cemberut.
Mereka berjalan berdampingan memutari Mall yang ramai dengan pengunjungnya itu. Wajah Kirana tertekuk, sesekali di liriknya Jonathan yang kini sudah melepas maskernya dan di ganti dengan topi hitam yang beberap saat lalu mereka beli di salah satu Toko di Mall tersebut.
"Kenapa wajahmu selalu seperti itu jika aku ajak jalan...??" tanya Jonathan saat mereka menuruni tangga ekskalator.
__ADS_1
Wajah Kirana masih manyun.
"Dulu kau tak begini, bahkan akan bersorak kegirangan kalau akau ajak pergi." Jonathan bersandar pada tangga ekskalator sambil melihat ke arah Gadis berkuncir yang kali ini pun hanya memakai kaos longgar dan celana jeans.
Di tatapnya Jonathan dengan mata yang kian menyipit dengan kening yang berkerut. "Dulu mana aku tahu kalau bakal di jodohkan denganmu !" ucap Kirana dalam hati.
Mereka sampai di lantai bawah, di mana di situ terdapat hall besar dengan lantai keramik tempat berlalu-lalang nya pengunjung dengan lampu-lampu Mall yang terang benderang dan Toko-Toko yang menawarkan kemewahan di kanan dan kirinya.
"Seharusnya kau beruntung bisa jalan denganku seperti ini." kata Jonathan yang membuat Kirana pasang wajah malas.
"Narsis nya kumat..." ucapnya dalam hati.
"Foto kan aku." Kata Jonathan sambil memberikan ponselnya.
Ogah-ogahan Kirana menerima ponsel itu. Jonathan memang Aktor dan Model, dan ia sering meminta Kirana memotretnya saat mereka sedang berdua. Tak lain karena hasil foto Kirana yang bagus.
"Foto di mana..??" tanya Kirana malas.
"Di sini Kirana !" Panggil Jonathan yang sudah berdiri di depan baliho besar tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Sementara orang-orang yang berlalu-lalang memperhatikan Jonatahan yang berdiri di depan baliho besar dengan gambar seorang laki-laki yang sedang mengiklankan merk ponsel tersebut.
Kirana sudah bersiap memotret, saat Jonathan membuka topi nya dan begaya sama persis dengan model laki-laki yang berada di baliho.
"itu beneran Jon !" teriak histeris seorang pengunjung wanita.
Kirana membulatkan matanya saat beberapa wanita pengunjung Mall langsung menyerbu, memfoto, meminta tanda tangan bahkan memeluk Jonathan.
Jonathan menatap ke arah nya dengan senyum khas nya yang bagi penggemarnya itu adalah bius, tapi tidak bagi Kirana yang dari pada melihat senyum Jonathan, ia lebih kaget dengan Gadis-gadis yang mengeroyok Jonathan.
Ia masih berdiri di tempat tidak jauh dari Jonathan yang sedang di kerubuti Penggemarnya, dan itu membuat Kirana sadar jika baliho besar yang ternyta tidak hanya 1 yang terpasang, tapi ada beberapa baliho besar serupa dengan itu, model nya adalah Jonathan.
...----------------...
__ADS_1