SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
UNTUK KESEKIAN KALI


__ADS_3

"Kau nggak mandi dulu Kirana...??" protes Kiandra saat melihat Kakak perempuanya yang duduk di meja makan masih mengenakan piyama warna hijau motif keropi nya dengan rambut panjangnya yang tergerai kusut.


Kirana mendelik ke arah Adik laki-laki nya yang baru berusia 5 tahun tersebut. "Anak kecil bawel, mau aku sembunyiin stik P.S mu lagi ??" ancamnya.


Wajah Kiandra langsung cemberut, membuat wajahnya semakin lucu dengan pipinya yang mengelembung.


"Kau tidak boleh mengancam adik mu seperti itu Kirana." Ibu nya berkata sambil menyendokkan 2 centong nasi ke piring anak gadisnya. "Makanlah yang banyak Jon..." Gantian Marisa mengambilkan 1 centong nasi ke piring Jonathan yang duduk di sebelah Kirana.


"Sangkyuu Oba-san." Jonathan tersenyum, dan di balas senyuman pula oleh calon mertuanya yang sudah kembali duduk dan menyuapi Kiandra.


Tidak seperti Kirana yang di usai 3 tahun sudah bisa makan sendiri, kiandra sedikit berbeda. Ia tidak mau makan sendiri dan harus di suapi Ibunya. Jika tidak, anak lelakinya yang ia lahirkan di usia 38 tahun itu tidak akan mau makan sama sekali.


"Film Steven masuk jajaran nominasi Awards tahun ini ya Jon..??" Andreas berkata pada Jonathan yang duduk di seberang meja dan berhadap-hadap an dengannya.


"Ya Oji-san, Papa senang sekali film yang di garap nya bisa masuk Nominasi." Jonathan terlihat bangga.


"Tahun lalu film nya menang Awards kan..??" Ayah Kirana itu kembali berkata sambil menyesap kopi nya.


"Iya..." Jonathan tersenyum sumringah. "Makannya tahun ini pun Papa berharap, film nya bisa menang lagi." Lelaki berkebangsaan Jepang yang sangat fasih berbahasa Indonesia itu menyendokkan nasi dan lauk udang ke mulutnya.


"Coba saja kalian satu keluarga main dalam satu frame." Andreas berkata sambil meletakkan sisa kopi di cawannya.


Jonathan terkekeh menangapi. "Papa tidak bisa bekerja sama dengan Mama jika soal film. Karena jika Mama salah saat take, Papa tidak akan berani memarahi." ucapnya.


Andreas tertawa, "Bukankah dulu mereka pertama kali bertemu saat Nagisa bermain dalam film nya..??" ia bertanya.


"Iya...tapi...entah lah, kenapa sekarang Papa tidak mau kalau Mama ikut main di film nya..." Jonathan ikut tertawa sambil mengangat kedua bahunya.


"Kalau begitu kau saja yang membintangi Film Papa mu." Andreas berujar.


"Tidak, Papa galak sekali kalau sudah menyangkut film nya." Jonathan tertawa .


Ayah Jonathan memang Sutradara terkenal Steven Aoki dan Ibunya Aktris Senior Nagisa Kurosawa. Jadi jangan heran jika anak mereka satu-satunya yaitu Jonathan Aoki atau lebih di kenal dengan nama panggung nya Jon Aoki sudah menjadi Model dan aktor bahkan di usia belum genap 3 tahun.

__ADS_1


Jonathan sangat terkenal di Jepang, bahkan di Indonesia dan Negara Barat seperti Inggris dan Amerika mulai mengenalnya sebagai Aktor yang di perhitungkan.


Tapi tampaknya semua ketenaran Jonathan tidak berlaku untuk Gadis yang masih belun mandi dan berpiyama yang tengah asik menyantap sarapanya tanpa mempedulikan obrolan Ayah dan calon tunagannya tersebut.


"Hari ini Jon terakhir di sini, ajaklah dia jalan-jalan Kirana." Ibu nya berkata padanya setelah selesai menyuapi adik lelakinya.


Kirana menghentikan aktifitas makannya, ia melirik ke arah Laki-laki yang duduk di sampingnya dengan kening berkerut dan pipi mengelembung.


"Kemarin sudah jalan-jalan kok." ia menjawab sambil menunduk dan pura-pura makan.


"Jon sudah jauh-jauh ke sini, bersikap baik lah Kirana." kali ini Ayahnya yang angkat bicara.


"Aku ada kelas hari ini Daddy." Kirana mengangkat wajahnya untuk melihat Ayahnya yang duduk di seberang meja.


"Kalian bisa jalan-jalan setelah kelas mu selesai." Ayahnya berkata. Wajah Kirana langsung cemberut.


"Dulu kau paling senang kalau Jon ke sini." Ibu nya berkata. "Bahkan bisa seharian kalian bersama dan kau sampai lupa kuliah mu."


"Mungkin Kirana bosan jalan-jalan berdua denganku Oba-san." Jonathan melihat ke arah Kirana yang membuat gadis itu semakin cemberut.


Jonathan tahu alasan Kirana sekarang besikap antipati terhadapnya, tapi laki-laki itu sengaja berkata seperti itu, hanya supaya mendapat simpati dari orang tuanya.


"Apa nya yang bosan Jon, semua gadis di negeri ini bahkan rela melakukan apa pun asal bisa berdekatan denganmu..."


"Hweeeekkk..." Kirana memotong kata-kata Ibunya dengan pura-pura muntah.


"Kirana !" Ayah nya langsung menegur sikap anak gadisnya.


Kirana langsung menunduk, tapi wajahnya berkerut kesal. Sedang kan Jonathan diam-diam tersenyum geli melihatnya.


Kekesalan Kirana masih berlanjut bahkan ketika kini ia telah rapi dengan atasan kemeja longgar warna hijau botol yang ia lipat sampai siku dan celana jeans biru dengan rambut panjangnya yang di kuncir seperti biasa.


"Aku minta maaf deh..." Jonathan yang menyetir di sebelahnya melihat nya sekilas.

__ADS_1


Saat itu mereka berdua telah duduk di dalam mobil dengan Jonthan yang menyetir untuk mengantar Kirana berangkat Kuliah.


"Aku nggak mau bicara dengan mu !" Kirana menjawab ketus sambil bersedekap dan membuang muka. Membuat Jonathan tertawa terbahak.


Sementara itu di Universitas Jayabaya. Dave yang memakai kaos hitam lengan panjang, berjalan berdampingan dengan Angela yang tampak cantik dengan dress warna putih dengan motif bunga-bunga merah pada rok nya.


Dave memegang beberapa lembar kertas putih dan tengah serius membaca tulisannya sambil berjalan.


"Aku tidak tahu kalau Universitas Jayabaya ini milik Daddy mu Dave." Angela berkata sambil memegangi lengan Dave, sedang tangannya yanh lain menjinjing tas tangan warna merah.


"Yaah...sekarang kau tahu." Ia melihat sekilas ke arah Angela dan tersenyum sesaat, sebelum ia kembali fokus pada tulisan di kertas putih yang ia pegang.


Angela terkekeh, ia menyandarkan pipinya pada lengan Dave. " Aku jadi ingin bertemu dengan beliau, pasti seganteng dirimu." Angela tersenyum lebar sambil menengadahkan kepalany memandang Tuangannya.


Dave hanya tersenyum tanpa memandangnya. Mereka berjalan di halaman Universitas Jayabaya yang luas dan teduh dengan banyaknya Pohon-pohon yang tumbuh di sekitar Kampus.


Sesekali Dave memandang sekitar, mencari-cari Gedung Administrasi Fakuktas dan ruangan Rektor.


"Heii..Kirana !" Panggil Jonathan sambil memakai masker hitam nya dengan terburu.


Begitu Mobil Aston Martin DB11 warna diavolo red itu terparkir di halaman Kampus, Kirana langsung saja turun tanpa mempedulikan Jonathan yang berjalan tergesa mengejarnya.


BUUKK...!


Kirana memekik terkejut, ia langsung jatuh terduduk bersamaan dengan kertas-kertas putih yang berhamburan di sekitarnya.


"Kirana !" Jonathan berjalan cepat ke arahnya dan segera memberdirikan nya yang masih meringis kesakitan sambil mengelus-elus pinggangnya.


Hampir saya Kirana mengibaskan tangan Jonathan yang menolongnya karena masih marah dengan Lelaki itu, kalau saja ia tidak mendengar suara lembut yang menyapa dan sosok dingin di sebelahnya.


"Kirana...??" Angela memandangnya dengan mata bulat nya yang seperti boneka.


Tanpa sadar Kirana menahan nafas melihat Angela dan terutama Dave yang menatapnya dengan pandangan tak suka dengan kertas-kertas putihnya yang berhamburan, bahkan ada yang terinjak oleh Gadis berkuncir yang selalu membuat hari nya sial.

__ADS_1


__ADS_2