SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
KAKEK DAN CUCU


__ADS_3

Pertunangannya dengan Angela memang Kakek nya yang mengatur. Pernikahan bisnis Keluarga Sanjaya dan Adam untuk mempererat kerjasama kedua Keluarga. Dan ketika fakta jika Dave bukan anak kandung Andreas terbongkar, Kakek nya belum lagi berbicara kepada nya.


Dave sudah membawakan tas tangan milik Ibu nya dan lengannya telah di gandeng oleh nya. Mereka bersiap masuk untuk segera chek in karena pesawat yang mereka naiki akan segera berangkat.


Angela sudah menagis sambil melambaikan tangan pada Dave, tanpa ia sadari jika Kirana yang berdiri di sebelah nya tengah saling pandang dengan Tunangannya. Karena memang Angela mengira Dave sedang melihat ke arah nya.


"DAVE !"


Suara seorang laki-laki terdengar keras di antara hiruk pikuk keramaian Bandara. Saat Dave menoleh ke belakang, tiba-tiba saja Kakek nya sudah memeluk nya erat.


Mata Dave membulat, ia terkejut Kakekny datang menemui nya. Di belakang Kakek nya terlihat Nenek nya yang sudah tak muda lagi itu berjalan tergesa ke arah nya.


"Dave..." Suara Kakek nya itu terdengar gemetar dan pelukannya yang semakin erat, hampir membuatnya sesak.


Eva tak pernha menyangka Ayahnya yang begitu tinggi hati mampu membuang ego nya untuk datang menemui mereka.


"Maaf kan Kakek, Dave..." Lelaki yang berusia lebih dari 80 tahun itu terisak. Ia memang sakit hati mengetahui kenyataan jika Dave bukan darah daging dari Keluarga Marthadinata yang sama terhormat nya dengan Keluarganya, tapi hanya anak hasil hubungan tak sengaja nya dengan laki-laki lain yang tak jelas siapa keturunannya.


Tapi Dave adalah Cucu nya kebangganya, tidak bisa serta merta hati nya mengabaikan Cucu yang di sayanginya ini hanya karena separuh darah nya adalah milik orang asing yang tak sederajat dengannya.


Dave masih mematung, matanya mulai panas karena air mata nya yang berada di pelupuk. Untung nya saat ini jarak mereka dengan di mana Angela, Kirana dan Ibu nya berada cukuo jauh dan terhalang oleh pembatas besi. Sehingga mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Terutama Angela yang memang tidak tahu apa-apa, tapi bagi Kirana dan Ibu nya, melihat pemandangan itu menciptakan rasa haru sampai-sampai Marisa harus menyeka air matanya berkali-kali.


"Dave tetap Cucu kami, Ev. " Erika yang sudah berusia lebih dari 70 tahun itu berkata pada putrinya. "Lihat, Papa mu bahkan sudah minta maaf." air matanya mengalir. "Biarkan Dave tetap bersama kami." pintanya sambil memegangi kedua tangan Eva.


Hati Eva bergetar, minta maaf bagi seorang Hertoni Sanjaya yang terhormat adalah hal tabu. Tapi saat ini dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Ayah nya itu merendah dan bahkan wajah arogannya di hiasi air mata.

__ADS_1


Di pandangi nya wajah putranya yang masih diam tak bicara, "Kau terlalu mirip Ayah kandung mu Dave.." tanpa sadar Eva berkata dalam hati saat melihat betapa gamang wajah putranya itu.


"Kembali lah Dave, maaf kan Kakek.." Hertoni masih memeluk Cucu nya yang lebih tinggi dari nya itu. "Tidak ada hubungannya siapa Ayahmu, yang jelas kau lahir dari rahim anak ku dan kau Cucuku." Orang tua itu menangis pedih. Harga dirinya jatuh, tapi rasanya sayang nya lebih besar. Ia tidak peduli lagi, bahkan saat orang-orang yang berjalan mulai melihat ke arah nya, President Direktur dari Sanjaya Cops itu mengabaikannya. "Kau adalah satu-satunya Pewaris ku, dari lahir sampai sekarang kau tetap Dave Sanjaya. Tidak peduli..." suara nya tercekat. Ia mempererat pelukannya.


Air mata Dave sudah meleleh. Yang terluka bukan oleh kenyataan pahit ini bukan hanya dia, tapi Kakeknya ini pasti lebih terluka. "Kakek..." ucap Dave perlahan.


Hertoni melepas pelukannya, di pandangi nya wajah Cucu nya yang tampan. Betapa berharganya Cucu nya itu untuk dirinya yang sudah tua ini.


"Aku yang harus nya minta maaf pada Kakek." Dave berucap. Wajah nya sembab, namun ia sudah menghapus air matanya diam-diam tadi. "Aku nggak seperti yang Kakek harap kan." lanjut nya.


Wajah tua itu semakin berkerut memerah. Di tangkup nya pipi Dave dengan kedua tangannya yang keriput. "Kau lebih dari yang Kakek harap kan, Dave." ia berkata.


Bibir Dave bergetar, ia tidak kuat lagi menahan air matanya yang seolah mendesak keluar. Di peluk nya Orang yang selama ini mengisi kekosongan peran Ayah dalam hidup nya, sosok yang ia hormati dan sangat dinsayangi nya meskipun didikannya begitu keras. Tapi Dave tahu, itu semua untuk kebaikannya.


Eva tak pernah menyangka rahasia besarnya perihal Ayah kandung Dave dapat selesai dengan baik, apa lagi Ayah nya dengan lapang dada mau menerima bahkan meminta maaf.


"Aku akan tetap mendampingi Mom dalam pengobatanya." Dave berkata setelah mereka mampu menguasai diri dan tidak ada tangisan lagi.


Eva langsung menatap putranya.


"Saat Mom di nyatakan Dokter pulih, baru lah aku dengan tenang bisa pulang kembali ke sini." lanjut nya.


"Baik kalau itu yang kau mau." Setengah tak rela Hertoni berkata. "Tapi sesekali jenguk lah kami, karena pasti kami sangat merindukan mu." mata tus nya kembali berkaca-kaca.


Dave mengangguk.

__ADS_1


Nenek nya tak bisa berkata apa-apa, ia hanya mampu memeluk Dave dengan air mata berlina. Dulu Dave memamg tinggal di Paris, tapi Dave lebih sering pulang ke Jakarta karena Hertoni ingin memperkenalkan Dave di tiap kesempatan.


Tapi dalam hal ini, sepertinya akan memakan waktu cukup lama untuk Dave pulang ke Jakarta lagi, karena ia bertekat akan mendampingi pengobatan Ibu nya sampai ia sembuh.


"Jika libur kami akan menjenguk mu di sana." Erika berkata.


Dave hanya tersenyum mengangguk.


Dave menoleh ke arah Ibu nya yang sedari tadi memandang nya tak berkedip dengan mata berkaca-kaca. Putranya itu tersenyum dan melingkar kan tangan Ibu nya pada lengannya.


"Ayo Mom, pesawat sebentar lagi berangkat." ia berkata.


Air mata nya hampir tumbah, ia merapat kan tubuh nya pada Dave dan menunduk, hanya agar anak nya tidak tahu jika ia tengah mengusap air matanya.


"Terimakasih Ren, kau meninggalkan Dave untuku.." ucap nya dalam hati saat mengingat Ayah kandung Dave tersebut.


Dalam keramain itu hanya punggung Dave yang terlihat dalam pandangan Kirana. Setiap ia memandang punggunv yang mulai menjauh itu semua terasa sunyi dan lambat bergerak dan hanya dia yang paling nyata.


"Sampai jumpa lagi Dave." ucap Kirana dalam hati.


Dan seperti keajaiban, dari kejauhan Dave menoleh sekilas ke arah nya dan kembali berjalan dan berbelok menuju pesawatnya yang akan membawanya jauh.


...----------------...


Bulan-bulan ini saya akan sangat sibuk, jadi mohon di maklumi jika update nya telat 🙏

__ADS_1


Tapi insyaAllah tidak akan hiatus, terimaksih yang sudah mau menunggu, membaca, memberikan vote dan banyak hadiah untuk karya saya yang masih banyak kurang nya ini. 🙏🙏


-🍀-


__ADS_2