SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
DALAM MIMPI II


__ADS_3

Kedua kaki Dave sudah ikut naik ke atas ranjang, kini tubuhnya sepenuhnya berada di atas tubuh Kirana yang berbaring dengan kedua lengannya yang mengalung di leher dan pundak Dave.


Keadaan malam dan kamar yang sunyi dengan lampu temaram warna putih, membuat bunyi cecapan dari keduanya saat berciuman terdengar.


Tidak seperti teman-teman nya di Paris yang bebas dan menganggap hal biasa free s3k dengan pasangan tanpa ikatan pernikahan. Dave tidak seperti itu, walaupun sebenarnya banyak wanita yang menginginkannya.


Selama ini ia hanya fokus bagimana cara supaya Ibu nya selalu tersenyum dan membuat wanita yang telah melahirkannya itu bangga.


Tidak ada ruang untuk Dave yang meskipun baru berusia 19 tahun, tapi memiliki pembawaan yang tenang, untuk memikirkan wanita lain selain Ibu nya. Begitu pun dengan Angela Tuangannya, tak ada debaran apa pun meskipun Dave mengakui Angela begitu cantik, baik dan segala kesempurnaanya.


Tapi ketika bertemu dengan Kirana, semuanya terasa lain. Senyum dan mata cokelat terang yang di miliki gadis itu, selalu membayang di pikirannya.


Menjadikan dia yang setenang air danau, kini di penuhi gejolak dan hasrat seorang Lelaki yang baru kali ini terasa mengebu dan sulit ia kendalikan.


Kirana memeluk Dave lebih erat, dan ia balas menciumi leher Lelaki itu saat Dave menjelajahi leher jenjangnya yang terasa hangat dengan uratnya yang terasa berdenyut di tiap sentuhan bibir dari Saudara lain Ibu nya itu.


Bahkan Kirana mendesah saat tangan Dave menyusup dari balik piyamanya dengan kancingnya yang masih tertutup rapat.


Semakin erat memeluk saat tangan dingin Dave mengelus perut serta punggugnya, membuat Kirana melengkungkan badannya dan ia terisak dalam dekalan dada bidang Dave.


Sensasi mendebarkan dan penuh kenikmatan walaupun hanya sentuhan dari orang yang di cintai, membuat tubuh Kirana semakin lemas dengan suhu tubuh dan detak jantung yang makin meningkat.


Ia bisa merasakan beban dari tubuh Dave saat Lelaki yang selalu bersikap ketus padanya itu menindihnya, kemudian kembali menciumnya, yang dengan sukarela ia pun membalas ciuman penuh hasrat itu.


Sesaat mereka saling memeluk, mencium, bahkan Kirana sudah menyusupkan kedua tangannya ke dalam kaos warna putih yang di kenakan Dave dan menaikkannya ke atas, memperlihatkan perut berorot Dave yang sempurna, dan separuh tato malaikat yang terukir besar pada bagian punggungnya.

__ADS_1


Satu persatu Dave melepasi kancing piyama yang di kenakakan Kirana dengan posisi ia yang masih mencium bibir gadis itu dengan nafas memburu, sementara tangan yang satu ia jadikan topangan agar tubuhnya tidak langsung menjatuhi tubuh gadis itu.


Dave memandangi Kirana yang tergolek di bawahnya dengan piyamanya yang telah tersingkap, dan memperlihatkan tubuh bagian atas dan kulitnya yang putih dengan kedua gundukannya yang masih tertutup bra.


Mata gadis itu setengah terbuka dan memandang penuh cinta, dengan sisa-sisa air mata di pipi, wajah yang memerah dan rambut panjangnya yang acak-acakan.


Dan itu, membuat Kirana terlihat begitu cantik di mata Dave, membuat hasrat Lelaki itu kian bergolak, meskipun nuraninya menjerit atas tindakan tak bermoral nya.


Kirana mengigit bibir bawahnya dan memalingkan muka saat Dave menurunkan tali bra nya, mencium kemudian menyesap dadanya yang separuh terbuka dan meninggalkan tanda berwarna merah.


Kirana merintih kesakitan saat Dave melakukan itu, kulitnya seperti di gigit dan baru kali ini ia merasakannya. Kepala Kirana terasa makin berdenyut dengan keningnya yang berkeringat. Ia tak tahu lagi ini benar mimpi atau kenyataan, yang ia rasakan tubuhnya semakin panas dan ia menikmati saat kulit mereka saling bersentuhan.


"...Dave..." ia berucap lemah, saat Lelaki yang sudah bertelanjang dada dan hendak menurunkan celana piyama yang di kenakan Kirana itu mengangakat wajahnya dan memandang gadis yang berada di bawahnya tersebut.


Untuk sesaat mereka saling tatap, sebelum Kirana mengulurkan kedua tangannya dan menangkup kedua pipi Dave dan tersenyum.


Seperti tertampar oleh sesuatu, Dave langsung bangkit dan turun dari ranjang gadis itu. Ia mengerang seperti orang yang sedang frustasi akan sesuatu, dan menjabak rambutnya sendiri.


"Apa yang mau kau lakukan bajingan ??!" Dave mengumpat dirinya sendiri. Ia menampar wajahnya berkali-kali, kemudian menyisir rambutnya ke belakang dengan kedua tangannya penuh emosi.


Dengan cepat di ambil kaos putihnya yang tergeletak di lantai, dan segera di pakainya. Di lihatnya Kirana yang masih terbaring dengan nafasnya yang berat dan mata yang setengah terpejam.


Dave kembali menjambaki rambutnya sendiri seperti orang gila. Menengadahkan wajahnya ke atas memandang langit-langit kamar, dengan jantungnya yang masih berdetak begitu kencang, sebelum kemudian ia menghela nafas panjang seperti habis di bekap.


Ia berjalan pelan ke arah ranjang, memandang tubuh Kirana dengan prihatin saat melihat piyamanya yang terbuka di sana-sini.

__ADS_1


Dave kembali menepuk keras wajahnya dengan tangannya sendiri, sebelum ia cepat-cepat merapikan kembali piyama gadis itu dengan wajah gundah dan memerah menahan malu, entah menguap kemana nafsunya yang tadi telah di ujung tanduk.


"Sudah gila kau Dave ! kau gila ! gilaaa...!!" Dave memaki dirinya dalam hati.


Ia segera keluar dari kamar itu, mencari Pelayan dan memberi tahu nya tentang Kirana yang demam.


"Jangan bilang pada siapa pun, jika aku yang memberi tahu." Dave berpesan. "Jika ibu atau siappun bertanya, bilang saja kau nggak sengaja lewat kamar Kirana dan mendengar rintihan kesakitannya."


Meskipun tak paham, kenapa hal sepele ini harus di rahasiakan, tapi si Pelayan tersebut menunduk dan mengiyakan dengan patuh.


Dave seperti baru benar-benar bisa bernafas setelah ia masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya.


Ia segera menjatuhkan diri ke ranjang empuknya, tidur telentang dan kembali menghela nafas panjang.


Bayangan tentang kejadian tadi terlintas jelas dalam memori nya, membuat Dave mengusap-usap wajahnya kasar.


"Gila ! Gilaaa...!!" Dave bangkit dari tidurnya, duduk di atas ranjang sambil membungkukkan badan dan memegangi kepalnya yang tertunduk dengan kedua tangannya. Ia tak tenang.


"...Ternyata...aku bener-benar mencintaimu..."


Wajah Kirana yang berada di bawahnya dan menatap sendu dengan kedua bola mata cokelat terangnya yang berkaca-kaca membayang, membuat Dave mengerang, menunduk dan menutupi wajahnya yang merah padam dengan kedua tangannya.


Ia berharap, dengan begitu wajah Kirana akan menghilang bersama memori perbuatan bejat bin bodohnya tersebut.


Namun sayang, alih-alih menghilangkan, bahkan Dave masih bisa merasakan tubuh hangat Kirana dan bibirnya yang lembut dan lidahnya yang bergelung memenuhi rongga mulutnya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kau punya perasan lebih, dan hampir saja melakukan hal gila dengan anak dari wanita yang sudah menghancurkan Keluargamu ??" Dave mengerang tak percaya. "Dengan gadis yang menjadi saudara 1 Ayahmu..?" Dave bangkit berdiri dan memukuli tembok berkali-kali.


__ADS_2