SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
ARTIKEL


__ADS_3

Kirana memejamkan mata nya rapat-rapat. Walaupun sudah lima tahun berlalu, tapi rupanya ia masih belum terbiasa dengan Jonathan yang mencium bibir nya seperti ini.


Kirana meremas baju depan Jonathan, jantung yang berdebar lebih kencang dan Jonathan yang membekap mulut nya sepenuh nya membuat Kirana kesusahan untuk bernafas.


"...Su, sudah.." Wajah Kirana memerah dan nafas nya naik turun. Di dorong nya Jonathan menjauh dari nya. Tapi Lelaki berkulit putih dan bertinggi 187 cm itu tak mau melepas pegangannya pada kedua lengan Kirana.


"Kau masih saja malu-malu seperti itu." Jonathan terkekeh geli melihat sikap calon Istri nya tersebut.


"Aku harus bekerja, sana pulang." Kirana berkata tanpa melihat ke arah Jonathan. "Kau membuat make up ku berantakan." ucap nya pura-pura sebal tapi sebenarnya untuk menutupi rasa malu nya.


Tawa Jonathan kian kencang, kali ini ia melepaskan pegangannya, membuat gadis dengan baju kerja blouse warna lavender di padu rok span pendek warna putih itu langsung beringsut menjauh.


"Kau memang menyebal kan." Kirana mencibir.


Jonathan terbahak.


Kirana sudah bangkit berdiri dan duduk di kursi kerja nya sendiri yang terbuat dari kulit sintetis warna hitam. Di buka nya laci meja dan di ambil nya sebuah kaca kecil. Di lihatnya bibir nya yang membengkak dan lipstik nya yang telah terhapus.


Kening Kirana berkerut melirik ke arah Jonathan yang tengah duduk di sofa dan tersenyum manis ke arah nya.


"Msnyebal kan." gerutu nya dengan wajah masam sambil membuka tas kerja warna putih nya lalu mengambil lipstik dan memoleskannya ke bibir nya.


Sesuai dengan wasiat Mendiang Kakek Kirana dan Nenek Jonathan yang dulu langsung jatuh cinta dengan Kirana kecil yang wajah nya begitu mirip Keponakannya, yaitu Nenek Kirana sendiri. Dan karena selama lima tahun tidak ada penolakan apa pun dari Keluarga Marthadinata, akhirnya di putuskan jika Jonathan dan Kirana akan menikah setelah ulang tahun Kirana yang ke 25 tahun. Yang artinya sebentar lagi.


"Mama sudah menyiapkan Kimono untuk foto prewedding kita." Jonathan berjalan perlahan lalu duduk di kursi di depan Kirana yang hanya di pisah meja kerja berwarna cokelat kayu model minimalis. "Dari Maret sampai akhir Juni bunga sakura sedang mekar-mekar nya, kita bisa foto prewedding di sana."


"Mana mungkin, aku nggak bisa meninggal kan pekerjaan ku." Kirana berkata.

__ADS_1


Jonathan mendengus sambil melipat kedua tangannya di dada dan menyenderkan punggung nya ke kursi. "Apa kau kira aku nggak ada pekerjaan jadi bisa bolak-balik Tokyo-Jakarta setiap weekend ?" ucap Jonathan sambil memandangi gadis yang selalu saja bersikap ketus terhadap nya itu.


Kening Kirana kembali berkerut dalam. Sampai sekarang hati nya masih gamang dengan perasaan nya sendiri.Tapi mengingat betapa antusias Keluarganya menyambut pernikahan ini, ia jadi merasa tidak enak jika harus jujur.


Di pandangi nya Jonathan yang masih menatap nya. "Apa yang kurang dari nya sampai aku masih bingung padahal semua sudah terencana ?" tanya Kirana dalam hati.


"Aku tahu, kalau aku ganteng. Tapi tolong jangan sampai nggak berkedip seperti itu." Ucap Jonathan dengan nada sombong.


Kirana langsung mengelembung kan kedua pipi nya sebal.


Tiba-tiba pintu di ketuk seseorang, membuat perhatian kedua nya teralihkan.


"Lhoh ? Ada Jon di sini ?" Kata seorang wanita dengan baju kerja setelan warna abu tua dengan bouse warna pink fanta begitu ia membuka pintu dan memasuki ruangan.


"Hai Shopie." Jonathan tersenyum dan melambaikan tangan sesaat.


"Datang jam berapa ?" tanya Shopie sambil menyalami Jonathan dan memberikan map warna kuning kepada Kirana yang langsung di periksanya.


"Uuuuhhh...nggak sabar aku membayangkan kehebohan media jika tiba-tiba foto permikahan kalian terpampang di media." Wanita dengan rambut nya yang kini di potong pendek dan di beri jepit rambut itu gemas sendiri.


Rencana Pernikahan Jonathan dan Kirana memang hampir tidak terendus media. Selain karena di sembunyikan, juga karena Kirana adalah putri dari Andreas Martadianta, salah satu Konglomerat di Asia Tenggara. Yang tentu saja tidak sembarang media berani memberitakan sesuatu tentang nya tanpa bukti yang otentik. Karena bisa di pastikan, media yang memberitakannya pasti akan di buat bangkrut dalam satu malan.


Tapi lain cerita nya jika di Jepang. Di sana Kekuasan Keluarga Martadinata tidak sebesar di Indonesia, terlebih Jonathan adalah publik figure dan masyarakat sana percaya akan media, karena memang tidak sembarang berita bisa di blow up di sana jika tidak ada bukti yang kongkrit.


"Wajah ku sudah masuk halaman majalah Tokyo." Kirana berkata sambil menutup map yang tadi di berikan Shopie kesal.


Mata Shopie membulat. "Benarkah ?" ia tak percaya. "Mana ? mau lihat foto calon Istri Jon Aoki di majalah gosip." Shopie antusias.

__ADS_1


Mendengar nya Jonathan tertawa senang, sedang kan wajah Kirana makin tertekuk.


"Mana, Jon ?" tak mendapat respon dari Kirana, Shopir menoleh pada Jonathan yang duduk di samping nya.


"Tuh !" Tunjuk Jonathan ke arah meja tak jauh dari mereka duduk.


Shopie mengikuti arah pandangan Jonathan dan segera bangkit berdiri untuk mengambil majalah yang tergeletak di atas meja begitu saja.


Melihat tingkah Sahabat yang sekarang jadi rekan bisnis nya itu membuat Kirana mendengus. "Kurang kerjaan semua." ucap Kirana dalam hati sambil memegangi kepala nya yang berdenyut.


"Waaaahhh....!" Shopie berjalan ke arah tempat ia duduk tadi dengan mata yang masih terpaku pada majalah yang ia buka dan ia lihat dengan ekspresi seolah mendapat hadiah uang puluhan juta. "Wajah mu terlihat jelas di sini, Kirana." Shopie memandang Kirana sesaat, kemudian kembali melihat ke arah majalah yang masih ia buka meskipun kini ia sudah duduk kembali di samping Joanathan.


"Iya kan, kelihatan jelas." Kirana cemberut. "Kau.." ia menunjuk Jonathan yang masih tenang-tenang saja. Seolah tak mau tahu jika Kirana benar-benar terganggu dengan pemberitaan berbahasa Jepang yang memuat foto diri nya yang sedang berjalan dan tengah di peluk mesra oleh Jonathan di jalanan Kota Tokyo di malam hari.


"Kau tenang saja, media mengira kau orang Jepang Kirana." ucap Jonathan santai.


Kening Kirana berkerut dengan mulut bawah yang ia gigit sangking kesal nya.


"Iya, wajah mu kan mirip Daddy mu Kirana." Shopie tertawa. "Nggak ada yang mengira kau orang Indonesia jika pergi ke Negara-negara seperti China, Jepang, Korea, Taiwan..." Shopie menyebut nama-nama Negara dengan penduduknya yang bermata sipit.


"Nggak penting." Kirana bertopang dagu dan melihat Shopie dengan wajah malas.


Hanya Jonathan yang menanggapi, membuat dua orang di depannya itu berlanjut mengobrol asik dan tertawa membicarakan Kirana yang semakin bertambah nya usia semakin terlihat tak seperti orang Asia Tenggara.


"Hei..orang ya kalian bicarakan itu di depan." ucap Kirana dalam hati dengan wajah cemberut.


Tapi sepertinya kedua orang itu tak peduli. Jonathan dan Shopie memang dari dulu dekat, mereka cocok satu sama lain apa lagi jika sudah membicarakan Kirana dan tingkah nya yang menurut mereka lucu hingga tak jarang membuat baik Shopie maupun Jonathan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


...----------------...


Maaf baru bisa Up hari ini 🙏


__ADS_2