
Kirana kembali muntah-muntah, membuat Dave mau tidak mau mengurut leher Gadis itu, walaupun ia jijik setengah mati.
"Kalau nggak kuat minum, kenapa minum ?" ia berkata dengan emosi. "Alkohol itu untuk menghangatkan badan, untuk apa kita yang tinggal di Negara Tropis meminumnya...?" Dave mengomel dengan tangan kanannya yang masih mengurut bagian belakang leher Kirana yang panas dan berkeringat. "Hanya orang bodoh sok keren yang meminumnya, bahkan sampai mabuk, dan kau salah satunya !"lanjutnya.
Tiba-tiba Kirana menangis melolong sambil menjatuhkan diri ke tanah, untungnya Dave cepat-cepat memegangi kedua lengannya, kalau tidak pasti Kirana sudah terduduk ke tanah yang penuh muntahannya.
Dave kebingungan, ia semakin malu dan tidak enak di lihat orang-orang yang berlalu lalang hendak masuk dan keluar dari Club tersebut.
"Memang tempat maksiat selalu mengundang masalah." Dave mendesir kesal, sementara Kirana terus menangis di pundaknya.
"...iyaa...aku bodooh..." tangis Kirana sesengukan dengan air mata bercampur ingus yang mengotori kemeja putih Dave pada bagian pundaknya, belum bau alkohol yang menyeruak dari tubuh gadis itu, benar-benar membuat Dave mual.
"Memang sial kalau aku bertemu denganmu." Ucap Dave. Ia hendak mengendong Kirana yang bahkan berdiri tegak pun sudah tidak sanggup, ketika Gadis itu sudah menepis tangannya dan mendorongnya menjauh, tapi malah ia yang terdorong ke belakang dan hendak jatuh.
"Dasar bodoh !" Reflek Dave berkata sambil menagkap Kirana yang tubuhnya terhuyung ke belakang. " Kau mau jatuh haah..??" kening Dave berkerut menatap gadis yang kini berada dalam dekapannya dan tengah memandangnya dengan kedua mata sipitnya yang berwarna cokelat terang.
"Kau memamg jahat !" teriak Kirana mengagetkan Dave. Ia langsung bangkit berdiri walaupun dengan tubuh terhuyung dan menjauh dari Dave. "Kau bilang Daddy memperkosa Ibu ??" ucapnya yang kali ini dengan nada marah dan menunjuk-nunjuk Lelaki yang dengan gusar berkali-kali menyisir rambutnya ke belakang dan memperlihatkan keningnya yang ikut berkringat. "Kau menuduh Ibu ku jadi orang ketiga di Keluarga mu ?" kembali Kirana menunjuk Dave dengan sengit. "Kau belum tahu mesranya Daddy dan Ibu, yang bahkan aku anaknya pun sering merasa di abaikan karena Daddy yang lebih peduli dan sayang pada Ibu !"
Dave membuang muk dan menghela nafas kesal. Ia merasa ini adalah malam terburuknya, dan ia menyesal datang ke club itu. "Kau mabuk, jangan permalukan dirimu sendiri." Dave memcoba bersabar. "Ayo pulang." Di raihnya tangan Kirana, tapilangsung di kibaskan oleh gadis itu.
Kembali seorang wanita dan laki-laki lewat di dekat mereka, dan Dave yakin jika mereka kini bak hiburan bagi Pasangan itu.
"Wajah Dave sudah sama merahnya dengan Kirana, bedanya Dave begitu karena menahan emosi karena malu menjadi tontonan orang yang lewat. "Ayolah Kirana..." Dave berkata, ia kembali berjalan mendekati Kirana dan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Tapi Kirana yang tadi marah-marah, kini tertawa terbahak dengan tubuhnya yang berkali-kali terhuyung dan seperti hendak jatuh. "Daddy memperkosa Ibu...jadi aku anak hasil perkosaan dong...??" ia tertawa geli.
Kali ini kening Dave langsung berkerut. "Kirana !" Betak nya. Entah kenapa ia tidak suka Kirana mengatakan hal itu, padahal dari dia lah Kirana mengetahui nya. "Pulang denganku !" ia meraih lengan Gadis itu dengan mata hitam nya yang menatap Kirana tajam.
Kirana yang wajahnya memerah dengan tubuh berkeringat bercampur bau alkohol itu terkekeh, ia menatap Dave dengan pandangan mengoda. "Aku perkosa kau..." ia tertawa dan membuat Dave mengangga mendengarnya. "Aku akan memperkosa mu..." Ucap Kirana lagi.
Sebelum Dave sempat beraksi, Kirana sudah membuka kaos putih yang tengah ia kenakan.
"Apa-apaan kau !" Dave langsung meraih cepat kedua tangan Kirana dan menurunkan kembali kaos putih yang sempat terangkat dan memperlihatkan 2 gundukan daging yang tertutup bra renda warna putih. "Sudah Gila kau haah..!" wajah Dave merah padam sambil memeluk Kirana dan memegangi kedua tangannya yang masih berusaha membuka bajunya.
"Gantian aku yang akan memperkosa mu Saudaranku..." Kirana tertawa lagi.
Dengan kedua tangan yang di pegangi Dave, Kirana berjinjit dan berusaha menciun Dave dengan memonyongkan bibirnya.
"...Aku anak hasil perkosaan yaa berarti...??" Gadis itu tertawa menatap Dave dengan mata cokelat terangnya yang berkaca-kaca, membuat Dave tertegun dalam jarak wajah mereka yang hanya sejengkal dan kedua tanga Kirana yang masih di pegangi Dave. "Aku...anak yang nggak di inginkan...? iya..??" kedua alis Kirana saling tertaut, dengan mata mereka yang masih saling tatap.
Dave baru akan membuka mulutnya untuk berkata sesuatu, ketika sebuah tangan lain sudah menjauhkan Kirana dari nya, dan memukul pipi kanannya tanpa ampun.
"Kirana !" Shopie berteriak saat Kirana sudah terhuyung dan jatuh pingsan yang untungnya langsung ia tangkap tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan pada Tunanganku !" bentak Jonathan bersamaan dengan dia yang melepas masker yang menutupi mulut serta hidungnya. Ia terlihat marah menatap Dave.
Dave meludah sambil mengusap pipi kanannya yang nyeri. Diihatnya Lalaki yang memakai sweter warna hitam itu sudah berjongkok membelakanginya, dan sedang berusaha menyadarkan Kirana yang terduduk di tanah dengan kepalanya yang tersandar di bahu Shopie.
__ADS_1
Tiba-tiba muncul perasaan tak suka yang Dave pikir, karena Jonathan memukulnya tanpa sebab. Membuat ia langsung berjalan ke situ dan berusaha membopong Kirana yang tengah pingsan.
"Kau mau apa ?" Jonathan bangkit berdiri dan berusaha menjauhkan Dave dari Kirana yang tengah pingsan dan berada dalam dekapan Shopie sahabatnya.
"Aku tinggal satu Rumah dengannya, akan aku bawa di pulang !" Dave menatap sengit ke arah Lalaki bermata sipit itu.
"Nggak boleh !" suara Shopie terdengar lantang, membuat 2 orang Lelaki itu menoleh ke arahnya. "Aku yakin gara-gara dia, Kirana sampai minum, minuman keras !" Shopie menatap Dave kesal. Hilang sudah respeknya pada Dave, karena sampai membuat Kirana yang selalu ceria terpuruk seperti ini.
"Kau orang luar, kenapa sok tahu sekali...?" Dave mengejek. Kembali ia maju untuk membawa Kirana, namun langsung di halangi Jonathan yang lebih tinggi dari nya.
"Aku nggak tahu ada masalah apa, tapi Kirana pulang denganku." Jonathan berkata.
"Kau juga orang luar, jangan ikut campur." Dave berucap.
Kedua Lalaki itu saling tatap dengan wajah penuh ketidak sukaan satu sama lain.
Malam semakin larut dengan udara yang dingin, membuat Kirana mengigil, dan Shopie merasakannya.
"Jon, Kirana mengigil." ia berucap dengan raut cemas.
Jonathan langsung menghampiri mereka dan kembali menguncang tubuh Kirana. "Kirana, bangun ." ucapnya. Di rasanya tubuh Kirana begitu panas dengan keningnya yang berkeringat dingin.
Dave langsung membungkuk di samping Jonathan dan mengambil Kirana begitu saja dari Shopie kemudian mebopongnya.
__ADS_1
"Berikan Kirana pada ku !" Ucap Jonathan. Di peganginya tubuh bagian atas Kirana yang masih berada dalam gendongan Dave dengan posisi mereka yang sudah berdiri.