SEANDAINYA...

SEANDAINYA...
PERASAAN ASING


__ADS_3

"....Maaf kan aku..." Ulang Kirana karena Dave hanya diam menatapnya dengan pandangan marah.


Entah perut Kirana yang kekenyangan bakso atau ada sebab lain, ia merasa perutnya begitu mulas dengan jantungnya yang berdebar sangat kencang.


Di tatapnya wajah Dave, membuatnya tak sengaja melihat kedua bola mata hitamnya yang pekat seperti tak ada kehidupan. Wajah Kirana langsung merona dan ia kembali menunduk.


" Ru, rumah ku dekat sini, kalau...kalau kau mau..ikut aku ke rumahku, aku akan mengganti kerusakan pada mobilmu..." Bahkan untuk bicara pun Kirana menjadi gagap, membuat ia memaki dirinya sendiri dalam hati.


Dave tersenyum sinis mendengar kata-kata Kirana, membuat kening Gadis itu berkerut.


Mau jantungnya berdebar lebih kencang, atau mau jadi seaneh apa pun dirinya, ia tetap tidak suka dengan senyum sinis Dave padanya.


Sementara Shopie yang berdiri di belakangnya, masih terlena dengan ketampan Dave yang memang memiliki wajah tampan dengan hidung mancung, bibir tipis dan kedua mata yang menyorot tajam dengan kedua alis tebal nya yang menambah kerupawanan wajahnya.


"Aku kan sudah minta maaf !" Ucap Kirana lantang. "Bahkan aku mau mengantinya, kenapa kau malah seperti mengejek ku...??" Di tatapnya Dave dengan wajah kesal.


"Apa kau pikir semua akan selesai dengan uang mu ?" Lelaki itu akhirnya berkata.


Shopie yang mendengar suara Dave semakin heboh sendiri dengan kehaluan nya. Tapi Kirana tidak ada waktu memperhatikan sahabat baiknya yang berdiri di belakangnya itu. Mata cokelat terangnya semakin menyipit dengan kerutan dalam di dahi memandang Lelaki dengan tinggi 183 cm yang berdiri di depannya.


Dave melipat kedua tangannya di dada. "Lebih baik kau pakai uang mu untuk sekolah kepribadian, supaya kau tahu etika ketika sedang di jalan."


"A, apaaa...???" Mulut Kirana mengangga dengan wajah memerah karena malu.


"Oh my...ganteng tapi mulut nya sadis..." Shopie menautkan kedua tangannya di dada, wajah nya memerah dengan mata yang memandang Dave penuh kekaguman. "Nggak kuat...." Dia mengusap-usap keningnya lagi yang tidak berkeringat sambil tersenyum-senyum sendiri.


Lagi-lagi Dave tersenyum sinis, di tatapnya Kirana dengan pandangan meremehkan. " Kasihan orang tua mu yang di rumah, jika dalam 1 hari kau merusak kan mobil orang 2 kali, bagaimana jika 1 minggu...??" ia terkekeh.


Kirana geram di buatnya. "Tadi itu benar-benar nggak sengaja kau tahu !!" ucapnya dengan kedua tangan terkepal.


Ia tidak suka Dave memandang dirinya dengan tatapan meremehkan, dia sudah minta maaf, tapi omongan lelaki itu malah menyakitkan.


"Apa ada tidak sengaja 2 kali ??" tanya Dave tenang.


Kirana mengigit bibir bawah nya kesal, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Dave.


Angin siang bertiup membawa debu dan daun-daun kering dari Pohon Akasia yang berjatuhan di aspal jalanan yang sepi menuju ke Perumahan elite dengan Pintu Gerbang nya yang tinggi, dengan beberapa patung kuda berlari di pinggir kanan dan kiri dari tembok pembatas Perumahan dengan lingkungan sekitar.

__ADS_1


Dave dan Kirana masih berdiri berhadap-hadapan di pinggir jalan dengan Shopie di belakang Kirana dan Lamborghini Huracan warna grey milik Dave yang masih pada posisi bergesekan dengan pembatas jalan tidak jauh dari mereka.


"Intinya kau ini mau aku ganti nggak ?!" Kirana menatap sengit pada Dave.


Sesaat Dave tertegun saat Kirana mendongkak kan wajahnya untuk menatap nya. Ia menelan ludah dengan susah payah saat mata cokelat terangnya yang sangat mirip dengan milik Ayahnya memandang ke arahnya.


Ia memalingkan muka saat ia mulai ada yang tak beres dengan dirinya, dan berbalik pergi begitu saja meninggalkan Kirana yang sudah terlanjur emosi.


Kirana membulatkan mulutnya tak percaya saat melihat Dave sudah membuka pintu mobilnya, segera ia berlari ke arah nya dan mengetuk kaca hitam dari mobil jenis EVO tersebut.


"Kenapa malah pergi ??" tanya Kirana menepelkan wajahnya ke kaca mobil. "Aku ganti !" ucapnya. "Aku bisa ganti berapa pun !" lanjutnya dengan suara yang di keraskan ketika suara deru Mobil itu mulai terdengar.


Kaca mobil itu memang gelap dari luar, jadi wajar Kirana tidak bisa melihat bagian dalam. Tapi lain dengan Dave yang berada di dalam, ia bisa melihat wajah Kirana yang hampir menempel pada kaca mobil nya itu dengan sangat jelas.


Ia mengkerutkan kening, "Bahkan wajahnya pun mirip Dad.." ia berucap dalam hati. "Aku pasti sudah gila !"


Ia mengeleng kan kepalanya sesat, sebelum menginjak gas dalam-dalam yang membuat mobil keluaran Eropa warna grey itu langsung melesat lurus dengan bunyi khas nya.


Kirana masih berdiri di tempat, memandang dari kejauhan mobil yang mulai tak terlihat itu dengan wajah kalut.


"Kirana." Suara seorang laki-laki terdengar di barengi lengannya yang di pegang seseorang.


Sontak Kirana menoleh ke belakang, matanya membulat melihat sosok Laki-laki bertinggi 187 cm, berkulit putih dengan rambut lurus dan memakai masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya.


"Lhoh..?" Kirana menunjuk laki-laki itu dengan wajah terkejut.


"Kali ini pun kau tidak mau menjemput ku di Bandara..??" Laki-laki dengan mata yang sama sipit nya dengan Kirana itu berkata dengan logat asing yang terdengar aneh.


Ia menarik ke bawah masker hitam yang ia kenakan, memperlihatkan wajah tampan khas Asia Timur nya dengan wajah putih mulus seperti tak berpori.


Kirana masih belum bisa menguasai keadaan, pikirannya masih berfokus pada Dave yang entah kenapa menimbukan kesan begitu kuat pada dirinya.


"Apa kabar Kirana-chan...??" Ia tersenyum sambil merapikan rambut Kirana yang berantakan menutupi pipi dan kening.


Sentuhan tangan Lelaki itu membuat Kirana segera sadar dari lamunannya akan Dave.


"Kenapa sudah sampai sini...??" Kirana balik bertanya dengan wajah kaget.

__ADS_1


Ia menghela nafas panjang lalu memasukan kedua tangannya pada saku celananya. "Aku tahu kau tidak akan mau menjemputku, makannya aku naik taxi saja dari bandara." ia berkata.


"Tapi bukannya ada Supir Daddy yang jemput...??" tanya Kirana. Sebenarnya ia tidak benar-benar sedang bertanya, ia cuma ingin tahu. Karena harusnya saat ini Lelaki itu masih di Bandara menunggu Supir yang menjemput, maka dia akan ada waktu untuk lebih dulu pergi menginap di rumah Shopie.


Tapi kini rencananya berantakan, ia berteriak dalam hati dan menyalah-nyalahkan kenapa tadi harus ada adegan hampir tertabrak mobil, yang membuat ia harus berdebat dengan Dave.


"Hai Jon." Dengan senyum sumringah Shopie mendekati Lelaki tinggi dengan celana jeans biru dan kaos yang di rangkap jaket tersebut.


"Hai Shopie.." ia mengalihkan pandangannya dari Kirana ke Shopie yang kini sudah berada di antara mereka. "Kali ini, Kirana ada rencana apa untuk melarikan diri...??" tanyanya.


Mendengarnya Shopie langsung tertawa kencang. "Sampai hafal yaa Jon...???" ucapnya si sela tawanya.


Wajah Kirana langsung masam.


Jonathan tersenyum lebar memandang wajah Kirana yang kini tertekuk, sebelum kemudian ia merangkul Gadis itu, "Ayo pulang. " Ajaknya. "Aku kangen masakan Ibu." ia mengelus-elus perut datarnya denagan ekpresi menahan lapar.


"Dia sudah makan bakso tadi, jangan di suruh makan lagi." ucap Shopie. "Nanti cacing-cacing di perutnya tambah gemuk, dia semakin kering tinggal tulang !" ia tertawa terbahak.


"Bukannya kalau cuma bakso, itu artinya belum makan...??" Kata Jonathan sambil memandang Kirana yang masih di rangkul nya.


"Benar !" Shopie menepukkan kedua telapak tangannya. "Kalau belum sama nasi, artinya belun makan." Shopie melirik ke arah Kirana dengan wajah jahil.


Ia menutup mulutnya menahan tawa melihat Kirana yang biasanya langsung membalas candaanya, kini diam tak berkutik dengan lengan Jonathan yang masih berada di pundaknya.


Kirana memag tidak berniat membalas, pikiranya saat ini seperti bertumpuk-tumpuk, pertemuannya dengan Dave benar-benar menguasai otaknya saat ini. Bahkan kedatangan Jonathan yang biasanya bisa membuat ia panik, tak bisa mengalihkan pikirannya dari sosok Laki-laki yang baru 2 kali ia temui itu.


Dengan langkah gontai, ia hanya bisa pasrah ikut berjalan beriringan dengan Shopie dan Jonathan menuju mobil MINI Clubman Cooper S yang sudah si variasi pemiliknya menjadi warna pink dengan garis hitam yang terparkir tidak jauh dari situ.


"Koper mu di mana Jon..??" tanya Shopie saat mereka sudah sampai di mobil.


"Aku delivery kan." jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya pada Kirana yang hari ini tumben-tumbenan tidak menolak rangkulan tangannya.


...----------------...


JONATHAN AOKI (JON AOKI )


__ADS_1


__ADS_2