
"Kenapa bisa ada fotomu berpelukan dengan Lelaki lain ?" Jonathan terlihat syok. Tapi Kirana lebih syok lagi.
Dia diam dengan tangan gemetar memandangi foto-foto dirinya yang di bidik jarak jauh dan dalam keremangan malam taman belakang Hotel tempat pesta berlangsung beberapa hari lalu.
"Siapa dia ?" Jonathan meraih ponselnya kembali dari tangan Kirana yang masih terguncang dengan berita dari akun gosip yang memberitakan dirinya.
Foto-foto yang di ambil dari jarak jauh itu hanya menampilkan satu sisi, yaitu wajah Kirana yang terlihat jelas walaupun dalam keremangan malam. Sedangkan Dave hanya tampak bagian punggung saja. Dan di pesta itu banyak pria yang memakai jas hitam seperti Dave. Sehingga mustahil orang langsung tahu jika itu Dave, apa lagi foto di ambil malam hari dan agak sedikit buram.
"Kirana !" untuk pertama kalinya Jonathan meraih lengan Kirana kasar agar melihat ke arahnya.
Kirana mentapanya dengan manik mata yang bergetar.
"Kau memeluk dan mencium Lelaki lain ?" tanya Jonathan emosi.
"Enggak !" Kirana berontak, memalingkan muka dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Jonathan dari kedua lengannya. "Kami nggak berciuman !" Kirana kaget sendiri dengan omongannya.
Kedua mata mereka yang saling tatap membulat. Wajah Jonathan sudah merah padam.
"Aku nggak melakukan seperti yang di beritakan, sungguh !" Kirana berkata. Tangannya masih bergerak-gerak agar Jonathan mau melepasnya.
"Siapa ?" tanya Jonathan. Wajahnya yang biasanya selalu tersenyum kini terlihat sarat akan rasa cemburu.
Kirana memalingkan muka. Ia kebingungan. Tidak mungkin dia mengatakan kalau itu Dave.
"Dave ?" tebak Jonthan.
Kirana terkejut. Tapi secara reflek ia mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Dia yang memanggilmu di pesta itu." Jonathan mencegkeram kuat lengan Kirana. Membuat gadis itu meringis kesakitan.
__ADS_1
"Jon !" bentak Kirana sambil memegangi pergelangan tangan Jonathan yang mencegkeram kuat lengannya. "Sakit." rintihnya.
Jonathan cemburu. Ia sangat mencintai teman kecilnya itu dari dulu. Ia selalu merasa jika Kirana adalah miliknya meski mereka belum resmi menikah. Dan saat melihat wanita yang di cintainya di peluk pria lain, emosinya langsung meluap begitu saja.
"DADDYYY...!" panggil Kirana ketakutan karena Jonathan terlihat menyeramkan di matanya.
"Kirana." Jonathan menguncang lengan Kirana agar gadis itu diam.
"Aku nggak melakukan apa yang di tuduhkan artikel itu !" Kirana berkata dengan nada tinggi. Ia menatap Jonathan lekat-lekat dengan mata memerah siap untuk meluncurkan air mata. Kirana tahu Jonathan sungkan dengan Ayahnya. Tapi dalam hati Kirana juga takut kalau Ayahnya tahu dan menyadari siapa yang di peluknya dalam berita itu.
Jonathan menelan ludah. "Aku percaya kau tidak mungkin melakuka hal serendah itu dengan sembarang orang." Ia berkata.
"Sudah aku bilang, aku enggak.."
"KATAKAN SIAPA !?" Jonathan benar-benar marah.
"DADDYYY ! DADDYYY...!" Kirana memanggil-manggil Ayahnya ngeri oleh suara Jonathan yang membuat telingannya sakit. Ia berusaha mepaskan diri, tapi tidak berhasil juga.
"Aku nggak menciumnya." Kirana berusaha memberi penjelasan. "Lepaskan aku !" ia memukul dada Jonathan, agar calon suaminya tersebut melepaskan kungkungannya. "DADDYYY ! IBUUU !" Kirana berteriak-teriak.
"Lalu apa yang ada di foto ?" Joanthan sakit hati mengingat tiga foto berbeda yang masing-masing menampilkan Kirana berpelukan, memegang lengan dan terakhir tampak seperti ia sedang berciuman.
"Itu nggak benar !" Kirana membantah. Ia tak pernah tahu Jonathan bisa marah sampai seperti ini. "Lepaskan aku, Jon, sesak." Kirana tak bisa diam.
"JON !" Suara keras dari Andreas yang telah berada di ambang pintu mengagetkan keduanya. Andreas berjalan cepat dan langsung mendorong kasar Jonathan dari putrinya.
Kirana terisak dan langsung memeluk Ayahnya.
"Aku patahkan tanganmu kalau kau berani bersikap kasar pada anakku !" Andreas menunjuk Jonathan geram.
__ADS_1
"Ada apa ini ?" Marisa yang berlari-lari karena mendengar keributan ikut hadir.
Sementara itu di rumah Keluarga Sanjaya. Wajah Dave kaku menatap foto dirinya bersama Kirana di salah satu media online.
"Nggak mungkin, kan, Kirana selingkuh ?" Angela menyatukan jari-jari tangannya di dada. Wajahnya terlihat panik.
Dave masih mematung. Itu dirinya, tapi Dave beruntung, hanya bagian punggungnya yang terlihat.
"Dave ?" panggil Angela karena Dave tak bereaksi.
"Da, dari mana foto ini ?" sedikit kaget Dave bertanya.
"Hampir semua media online memberitakannya." jawab Angela. "Sebentar lagi pasti di di susul media cetak dan elektronik." wajah Angela makin gusar. "Kasihan Kirana..." ia memelas. "Dia mau menikah tapi mendapat cobaan seperti ini."
Otak Dave langsung berputar. Tak menyangka tindakannya yang tak bisa menahan diri akan berbuntut panjang seperti ini.
"Aku memang bodoh." Dave mengumpat dalam hati. Ia menyesal sudah memeluk Kirana. "Dia akan menikah dengan public figure dan kini hal apa pun tentang dia bisa jadi gosip." Ingin rasanya Dave meninju tembok sangking emosinya.
Tiba-tiba mata Dave membulat, ia tertegun. "Bagaimana kalau mom tahu itu aku ?" tanya Dave dalam hati. Jantungnya berpacu kencang oleh segala kemungkinan buruk jika semua terbongkar.
Dave menelan ludah susah payah. Mendadak semuanya terasa gelap dan hanya berisi rentetan peristiwa yang akan mencemarkan nama baik Keluarga. "Bagaimana seandainya semua tahu aku bukan anak Dad ?" tanya Dave dalam hati. "Semua akan mencemooh Mom karena aku anak haram. Aku yang hanya anak dari saudara angkat Dad." Mata Dave bergetar. Lututnya terasa lemas, membuat ia langsung terduduk di sofa dengan pandangan kosong.
"Dave, ada apa ?" Angela cemas. Ia ikut duduk di samping Dave sambil menguncang bahunya.
Dave menoleh ke arah Angela perlahan. "Pertunaganku dengan Angela pun bisa putus. Kerjasama antar Keluarga juga pasti terancam di batalkan." Kening Dave berkerut dalam dengan manik matanya yang bergetar. "Lalu bagaimana dengan semua karyawan yang terlibat di dalamnya ?" Dave masih bergelut dengan pikirannya.
"Dave jangan menakuti ku ." Angela khawatir karena Dave hanya menatapnya tanpa bicara.
"Aku sudah mengecewakan Kakek-Nenek karena ternyata aku bukan seorang Marthadinata". Dave tertunduk. "Dan sekarang aku nggak hanya mengecewakan tapi juga mempermalukan mereka dengan tindakan bodohku yang memeluk seorang yang di mata Negara dan Hukum adalah saudara ?" Dave memegangi kepalanya dengan kedua tangan dan meremas rambutnya kalut.
__ADS_1
"Ada apa, Dave ?" Angela semakin bingung. "Kita pasti bisa membantu Kirana. Kita temukan Lelaki itu, pasti Kirana punya alasan memeluk dan mencium Lelaki itu." ucap Angela mengambil kesimpulan sendiri. "Kita tahu Kirana bukan wanita seperti itu, jadi pasti.."
Dave tak mendengar apa yang Angela katakan meskipun Tunangannya itu berada persis di sampingnya. Di remasnya rambutnya dengan kedua tangan dan wajah tertunduk dalam. "Mom," Dave menangis dalam hati.