Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Jangan Melacurkan Diri


__ADS_3

Welly tampak terkesiap mendengarnya. Hingga bersamaan dengan itu, Alana keluar dari dalam toilet. Dave langsung merengkuh pinggangnya. “Sayang, kenapa lama sekali?” tanyanya lembut.


“Eh...” Alana terlonjak. Akan perubahan suaminya tiba-tiba. Lalu pandangannya terpatri pada perempuan seksi di depannya.


“Aku tiba-tiba merasa sangat mulas tadi. Maaf membuatmu menunggu lama, suamiku,” balas Alana tak kalah manisnya.


“Oh begitu. Ya sudah ayo kita kembali,” ajak Dave menggiring istrinya. Namun, sebelum benar-benar berlalu pergi, lelaki itu menatap ke arah Welly.


“Jika tak salah menduga. Kamu itu seusia istriku. Namun, istriku jauh lebih cantik dan mampu menjaga kehormatannya. Ikutilah caranya, jangan melacurkan diri, hanya demi mendapatkan beberapa lembar uang,” ucap Dave langsung berlalu pergi.


Welly terkekeh pelan, baru kali ini ada seorang pria yang menolak dirinya. Sungguh beruntung sekali perempuan yang berada di sisinya itu. Welly adalah sang primadona yang tak pernah gagal dalam merayu para pria. Dan ketika Agram tentunya di bawah perintah Nelson, memberikan tantangan padanya untuk menggoda Dave sengaja untuk menjatuhkan nama baik pria itu, dengan iming-iming bayaran yang cukup besar, tentu saja ia langsung setuju dan yakin lelaki itu akan sangat senang. Namun, dugaannya meleset sangat jauh. Dave Dirgantara lelaki yang mempunyai pendirian tinggi, tak mudah dirayu. Bahkan untuk sekedar mendapatkan satu lembar fotonya bersamanya tadi pun tak ada celah. Sejenak ketika berhadapan dengannya tadi, dirinya merasa seperti seonggok sampah yang tak berarti. Jangankan menyentuhnya, Dave bahkan melihatnya dengan wajah jijik.


Welly berdecih, kembali memakai kaca mata hitamnya, berjalan keluar dari lorong toilet itu.


“Jangan melacurkan diri!”


Welly menggelengkan kepalanya, saat mengingat kata-kata Dave yang nyaris sama sekali tak bisa membuatnya berkutik. Benar Dave bukanlah pria sembarang pria. Tak mudah untuk menaklukkan pria itu. Dalam sesaat ia langsung menyerah.


“Jika bukan demi anakku, tak akan mau aku mengambil pekerjaan semacam ini. Orang kaya memang selalu seenaknya bertutur kata!” desisnya. Perempuan itu langsung keluar dari area restoran hotel itu. Tanpa sengaja tangannya mengarah pada lelaki yang ia sempat ia rayu tadi.

__ADS_1


“Maaf, saya gagal. Dan saya angkat tangan, saya menyerah,” ucap Welly pada seseorang di balik ponselnya.


💞💞


“Sudah selesai Alana?” tanya Dave ketika melihat istrinya mengusap sudut bibirnya menggunakan tisu.


“Sudah Dave.”


“Kita langsung kembali ke Jakarta saja!” ucapnya.


Baik Alana maupun Zain keduanya terkejut, bukankah sebelum berangkat tadi Dave mengatakan untuk menginap. Kenapa mendadak pulang.


“Dave, bukannya kamu bilang–”


Alana dan Zain berpandangan terkejut. “Baik Tuan. Saya akan urus semuanya lebih dulu,” seru Zain.


💞💞


Ketika semua rahasianya berada di tangan Dave. Nelson merasa dirinya dalam bahaya. Tidak mendapatkan Alana dan bisnisnya, justru nyaris terancam hancur. Ia nyaris sama sekali tidak bisa berkutik. Akibat tawaran penolakan barter bisnis kali itu, membuat Nelson menganggap jika Dave adalah musuhnya.

__ADS_1


Tidak peduli jika semua berawal dari dirinya. Dia tetap menganggap Dave adalah musuh, yang harus ia singkirkan. Untuk itu ia berniat menghancurkan nama baik Dave, dengan cara meminta Welly menggoda Dave, bahkan ia sengaja sudah menyewa seseorang untuk menyebarkan foto atau video nantinya. Dan sialnya lelaki itu justru menolaknya secara terang-terangan.


Menjelang petang, ia terkejut ketika mendapatkan telpon dari Welly melalui asistennya.


“Maaf, saya gagal. Dan Saya angkat tangan dan menyerah!” ucapnya di sebrang sana.


“Sial!” umpatnya marah. Lagi-lagi ia kembali gagal menjatuhkan nama baik Dave. Dan satu-satunya cara adalah dengan membunuh lelaki itu. Maka hidupnya akan tenang.


Nelson kembali meraih ponselnya, menghubungi seseorang.


“Bunuh lelaki itu. Bila perlu kau bisa gunakan senjata mu yang paling berbahaya. Gunakan sniper misalnya,” perintahnya dengan nada marah.


Agram yang berdiri di sisi lelaki itu. Menelan ludahnya secara kasar. Tubuhnya bahkan nyaris gemetar, baru kali ini ia mendengar atasannya itu berniat menjadi pembunuh, hanya karena obsesi memiliki seorang perempuan, yang jelas-jelas sudah memiliki suami.


💞


💞


💞

__ADS_1


💞


Update jam segini ada yang baca gak ya.🤔


__ADS_2