
Di titik ini, aku merasa tidak baik-baik saja. Salahkah jika aku menyelipkan namamu di doa-doa yang setiap saat ku langitkan?
Berharap kamu kembali dengan rasa yang sama.
Pulanglah..
Jadikan aku satu-satunya rumah singgahmu.
Dave Dirgantara.
💞💞
Hari berlalu Dave lalui dengan kesunyian. Hidupnya tampak kacau tanpa Alana di sisinya. Beberapa hari yang lalu bahkan nilai keuntungan saham perusahaannya sempat menurun akibat berita miring dirinya dan Jessica. Membuat Dave berkali-kali harus lembur. Kerap kali ia melupakan waktu makannya, hingga membuat asam lambungnya kerap naik. Beruntunglah sekarang kondisinya sudah membaik. Dan Jessica sudah mendapatkan balasan yang setimpal, bukan hanya karena nama baiknya yang tercoreng. Bahkan perempuan itu sudah di blacklist dari seorang artis. Tidak akan ada lagi stasiun televisi manapun yang mau mengontrak dirinya. Tidak hanya itu Zain juga membuat orang tua Jessica mengalami kerugian yang cukup besar, juga karier perempuan itu dalam sekejap hancur.
Dave juga mengancam akan memasukkan Jessica ke penjara. Namun, niat itu ia urungkan. Karena kedua orang tau Jessica memilih untuk membawa putrinya pergi dari negara ini. Mereka berjanji tidak akan membiarkan putrinya mengusik kehidupan Dave.
Kini Dave masih tidak menyerah dan lelah mencari keberadaan istrinya. Bahkan seluruh staf kantornya. Baik yang di pusat dan cabang ia kumpulkan demi mencari informasi tentang istrinya. Namun, tak satupun dari mereka yang tahu.
“Sebenarnya kamu di mana, sayang?” tanya Dave lirih. Menatap foto Alana yang terpampang di layar ponselnya dengan desir kerinduan yang membuncah. Foto itu ia dapatkan saat berada di villa Surabaya. Saat itu Alana memintanya untuk jalan-jalan namun ia kehabisan baterai, hingga membuatnya meminjam ponsel miliknya. Dave tersenyum mengingat hal itu.
Lalu teringat lagi akan kejadian Alana melindungi dirinya saat terkena tembakan. Dave meringis, mengapa hari itu juga ia tidak sadar. Jika Alana berkorban untuknya. Mempertaruhkan nyawanya hanya demi dirinya.
Dave menatap ke atas langit yang bertaburan bintang. Ia kembali mengingat obrolannya dengan Alana terakhir kali.
‘Aku sedang bertanya pada bintang tentang makna cinta sesungguhnya.'
__ADS_1
‘Lalu apa jawabannya?’
‘Tidak ada! Cinta itu hanya angan-angan dan sebatas mimpi.’
‘Emm... Begitu. Mungkin memang waktunya kamu bangun dari tidurmu. Agar impianmu tentang cinta terhenti!’
‘Mulai besok aku akan berhenti bermimpi tentang cinta’
Dave menyentak nafasnya mengingat kata-kata terakhir Alana. Sekarang ia baru paham apa maksud kata kiasan istrinya. Ya setelah malam itu, Alana memang pergi meninggalkan cintanya.
“Tidak Alana. Cinta itu ada, kau tidak berangan-angan atau bermimpi. Aku mencintaimu, dan aku berjanji akan tetap menunggumu kembali.”
Drt.. drt... Ponsel miliknya tiba-tiba berdering terdengar panggilan dari mansion utama. Segera ia menjawabnya.
“Apa?!!” pekiknya ketika mendengar ucapan di balik telpon.
Beberapa menit kemudian, Dave telah tiba di mansion utama. Ia langsung menuju kamar sang Ayah, di tengah jalan ia berpapasan dengan sang adik, yang wajahnya terlihat sedih, bahkan pipinya juga terlihat memar seperti bekas tamparan. Tidak perlu bertanya Dave juga sudah tahu alasannya.
“Kak,” tegurnya.
Dave menoleh sekilas, masih terlalu malas bicara dengan adik tirinya itu. Ia ingat bagaimana Edo mengancam akan merebut Alana darinya.
Ia melanjutkan langkahnya ke kamar sang Ayah. Terlihat Dokter Emraan tengah membereskan peralatannya tampaknya ia sudah selesai memeriksa kondisi Jonas. Setelah mengucapkan beberapa kata, lelaki berbalut jas Dokter itu pamit.
Dave melangkah masuk mendekati Jonas. “Gimana keadaannya?” tanyanya tanpa basa-basi.
__ADS_1
“Sudah lebih baik. Papamu hanya terkejut hingga membuat darah tingginya kambuh, lalu bermasalah ke jantung,” sahut Gizka.
Dave mengangguk, menoleh pada Jonas yang tampak mulai membuka matanya. “Dave... Edo dia...”
Dave tersenyum sinis. “Aku tahu. Cepat atau lambat semua pasti akan terjadi. Bagaimana kejutan putramu itu Pa, Ibu tiri? Luar biasa kan. Bisa menabur benih tanpa menikahi perempuan.”
Gizka mengepalkan kedua tangannya, mendengar ejekan anak tirinya. Kali ini ia sama sekali tidak bisa berkutik.
“Coba katakan lebih malu mana membawa perempuan kampung dalam keadaan sah menjadi istri. Atau membawa seorang perempuan dalam keadaan hamil di luar pernikahan?” sambungnya. Ia ingat sekali bagaimana Papa dan Ini tirinya itu begitu kerap menghina istrinya dengan sebutan gadis gembel.
“Nikahkan mereka berdua itu adalah jalan satu-satunya. Itu juga kalau anda mendengarkan saran saya Ibu Tiri, dan Papa.” Setelah berkata demikian, Dave berbalik. “Sudah cukup, aku tidak suka terlalu lama di tempat ini,” sambungnya berlalu pergi tanpa memperdulikan panggilan Papanya.
Melihat keadaan Jonas yang baik-baik saja itu sudah cukup. Ia merasa akhir-akhir tubuhnya terasa lelah, karena masalahnya tak kunjung berakhir. Ada saja masalah yang muncul di keluarganya.
💞
💞
💞
💞
yang kenceng likenya 😂
Sogok aku dulu lah Dave. Entar aku kasih tahu di mana Alana.
__ADS_1
Besok aku mau jumpa Alana lah. Ada yang mau nitip gak? hehe
udah ya 3 bab.. udah like belum? kalau belum balik lagi ya..