
Pastikan kalian sudah memiliki KTP saat membaca adegan ini ya. Mohon maaf penulis tidak bertanggung jawab segala resikonya.
Selamat membaca ^^
ππ
Alana terkejut masih tak mengerti dengan ucapan Dave. Ia baru hendak membuka mulutnya untuk bersuara. Namun, dengan cepat Dave langsung membungkam bibirnya dengan ciumannya. Sedikit lembut namun terasa menuntut. Kedua mata Alana terbelalak seiring dengan suara jantung yang memekik telinga. Kedua tangan Dave merengkuh pinggangnya.
Dave terus memainkan bibirnya dengan lihai, tak peduli sekalipun wanita di depannya itu meronta memintanya untuk dilepaskan. Entah karena terbawa pengaruh obat, ataukah memang tubuh Alana yang terasa candu. Dave merasa nyaman dan menikmatinya. Nalurinya sebagai seorang lelaki merespon sangat cepat.
Alana merasa hampir kehabisan nafas, kini kedua tangannya mencengkram kuat jas lelaki itu. Dalam sejenak ia merasa tubuhnya terasa lemas, seperti jelly tak bertenaga. Sejenak otaknya pun tak dapat berfikir dengan jernih. Mana kala ia merasakan ciuman sang suami terasa begitu nikmat. Dave sama sekali tak membiarkan dirinya bernafas mengambil oksigen.
__ADS_1
Ciuman terlepas, bibir Dave beralih mencium tengkuk leher istrinya. Menyesapnya, meninggalkan jejak keunguan di sana. βAhh... Dave,β de sah Alana.
Dave tak mengindahkan seruan Alana. Baginya panggilan sang istri terdengar seperti nyanyian yang terasa merdu, membuat tubuhnya kian bersemangat untuk melakukan hal yang lebih.
βDave...β Alana kembali berucap berusaha menyadarkan sang suami. Entah apa yang terjadi, namun ia mengerti sesuatu telah terjadi. Ia tahu Dave bukan tipikal lelaki yang selalu menyerobot tubuhnya begitu saja. Ucapan Dave saat baru masuk ke kamar kembali terngiang mana kala ia berucap seseorang telah menjebaknya. Seketika otaknya langsung mengerti, jika suaminya kini dalam pengaruh obat perangsang.
βDave... A...ah..." Alana terus menyeru memanggil nama sang suami. Mengharapkan kesadaran sang suami untuk pulih. Namun, sepertinya ucapan Alana sama sekali tak berarti apa-apa. Dave hanya menganggapnya seperti angin yang lewat. Ia tak peduli terus melanjutkan aktivitasnya, untuk tak melewatkan sedikitpun tiap jengkal tubuh istrinya. Tangannya bergerak untuk menarik handuk putih yang membalut Alana, membuat kedua mata perempuan itu terbelalak. Mana kala menyadari tubuhnya kini dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun.
Alana menyilangkan tangannya di dada. Namun, secepat itu Dave menepisnya. Ia merunduk, memainkan lidahnya di titik merah jambu itu secara bergantian. Menegapkan kembali tubuhnya, Dave menatap wajah Alana dengan pandangan penuh damba.
Seperti seekor singa yang kelaparan, dan baru mendapatkan mangsanya. Ya begitulah mungkin keadaan Dave kini. Ia tak membiarkan Alana berkutik sedikitpun. Bahkan tak ada satu incipun tubuh wanita itu yang terlewatkan. Meski di bawah pengaruh obat, Dave tetap menyentuh tubuh istrinya dengan sangat lembut.
__ADS_1
Alana memejamkan kedua matanya, meski logikanya berusaha untuk menolak, nyatanya tubuhnya merespon sangat baik. Ia pun mendamba dan menikmati sentuhan lembut sang suami. Dan ketika ia membuka matanya, ia melihat Dave pun sudah dalam keadaan polos, entah kapan lelaki itu melucuti pakaiannya sendiri. Alana meneguk ludahnya menatap tubuh kekar sang suami yang tanpa seutas benangpun, apalagi bagian bawahnya yang tampak terlihat menegang. Sejenak Alana memalingkan wajahnya dengan merona.
Tak perlu lama lagi, dengan posisi yang sudah sangat pas. Dengan pelan Dave menuntun miliknya untuk masuk, menyatukan tubuh keduanya, dengan sangat lembut.
βDave... Sakit...β rintih Alana, mana kala ia merasakan sesuatu di bawah sana seperti robek, ia mencengkram punggung sang suami hingga menyisakan luka cakaran kuku panjangnya di sana.
Alana membungkam mulut dengan salah satu tangannya, menahan isakan kecil yang dari mulutnya, seiring dengan air matanya yang menetes. Setelah kehormatannya ia serahkan pada sang suaminya, entah apa yang akan terjadi ke depannya. Alana hanya bisa diam pasrah, membiarkan Dave kesakitan itu juga bukan pilihan yang baik. Ia merasa tidak rela jika melihat suaminya justru mencari perempuan lain demi menuntaskan hasratnya, biarlah esok ia pikirkan nanti. Malam ini biarlah Dave melakukan apa saja padanya, anggaplah semua untuk membalas jasa atas kesembuhan sang ibu.
Lagi, Alana merasakan bagian bawahnya terasa penuh seiring dengan hujaman yang kuat masuk ke bagian paling terdalam.
Dorongan yang semakin kencang dan berirama, dan terus menerus secara berulang-ulang menimbulkan sensasi yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Berkali-kali Dave telah mencapai titik puncaknya yang tertinggi, yang berhasil membawa Alana ke puncak kenikmatan nirwana. Hingga beberapa saat kemudian, Dave menenggelamkan milikinya semakin dalam, seiring dengan lelehan hangat membasahi rahim istrinya, ketika tubuhnya merasa lelah tak bertenaga. Dave menggulingkan tubuhnya ke samping, seiring dengan isakan kecil dari mulut Alana.
βAku mencintaimu,β gumam Dave sangat lirih.