Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Patah Hati


__ADS_3

“Apa?!! Kekasihnya Dave sudah kembali?” pekik Silvi sampai menyemburkan air minumnya.


“Iya dia sudah kembali beberapa hari yang lalu,” jawab Alana sendu.


Silvi mengambil tisu di atas meja, membersihkan bibirnya. Menatap wajah sahabatnya dengan prihatin. Ia tahu Alana pasti terluka. “Terus sekarang kamu patah hati ya?”


“Tidak!” dustanya. Alana memainkan kukunya. Terlihat sekali jika ia tengah berbohong.


“Kau bisa saja bilang tidak. Tapi, hatimu mengatakan sangat,” cibir Silvi.


Alana melengos mana kala merasakan ucapan sahabatnya itu sama sekali tidak meleset. “Perihal sebuah rasa, siapa yang bisa menyalahkan Alana. Aku memang belum pernah jatuh cinta. Tapi, kau adalah sahabat ku. Aku sangat mengerti kesedihanmu. Sejak kecil kita sudah terbiasa berbagi makanan kan. Tetapi, sekarang saat kau merasa sedih, mengapa kau mencoba menutupinya. Kau bersikap kau adalah mahluk yang paling kuat, padahal aku tahu kau membutuhkan sandaran,” sambungnya. Ia mendekati Alana lalu memeluknya, detik berikutnya tangis Alana pecah. Silvi mengusap punggung sahabatnya.


Beberapa saat kemudian, tangis Alana pun reda. Menghapus air matanya, gadis itu mulai tersenyum.


“Bagaimana? Apa sudah lebih baik?” tanya Silvi.


Alana mengangguk. “Lumayan.”


“Lalu apa keputusanmu sekarang?” tanya Silvi.

__ADS_1


“Tentu saja menjalani kontrak pernikahan ini sampai usai.”


“Kau akan terluka semakin dalam, Alana.”


“Bukankah sekarang pun aku sudah terluka. Jadi, aku pikir semua sudah kepalang tanggung. Aku bisa melihat Dave saja aku sudah bahagia.”


Silvi mengusap wajahnya dengan gerakan kasar. “Astaga! Cinta memang gila. Bahkan bisa membuat orang menjadi bodoh.”


“Tiga bulan lagi, aku pikir tidak lama.”


“Berusahalah untuk menghindar dari lelaki itu, Alana!” seru Silvi.


“Tentu saja, untuk menghindari lukamu semakin dalam.”


“Aku pikir itu susah. Karena kami tinggal satu rumah, dengan kamar yang saling bersebelahan. Dia bahkan akan menungguku jika sampai malam aku tak kunjung pulang,” keluh Alana.


“Kalau begitu menghilang saja dari pandangannya.”


“Tidak untuk sekarang Silvi. Aku masih ingin menikmati hidup sebagai Nyonya Dave,” serunya tergelak. Alana hanya berusaha menghibur diri.

__ADS_1


Silvi menggelengkan kepalanya, membiarkan saja sahabatnya itu berkata semaunya.


💞💞


Alana menghentikan laju mobilnya di restoran cepat saji. Tiba-tiba ia menginginkan makan mekdi, yang berada tepat di sebrang kantor Dave. Keluar dari mobil, sejenak Alana menatap bangunan menjulang tinggi di sebrang restoran mekdi itu.


“Kira-kira Dave sedang apa ya? Sudah makan belum?” gumam Alana. Karena beberapa hari belakangan ia kerap menjumpai Dave pulang larut malam. Kemungkinan dia lembur, karena banyak pekerjaan yang tertinggal selama di Surabaya saat itu. Atau lelaki itu menghabiskan waktu bersama Jessica? Entahlah Alana tak pernah lagi bertanya perihal Jessica. Karena setiap mengingat nama itu membuatnya hatinya berdenyut nyeri.


Dengan menenteng tas miliknya, Alana masuk ke dalam. Suasana restoran itu sedikit ramai, karena memang hari sudah menjelang petang, kemungkinan kedatangan Alana juga bersama orang-orang pulang dari kantor. Sebelum memesan makanan itu. Alana menyapu pengunjung restoran itu.


Hingga tatapannya terhenti pada sosok lelaki yang beberapa hari belakangan ia rindukan itu.


“Dave,” desisnya.


Fokusnya terpatri pada perempuan di sisi depan Dave. Jessica? Ya lelaki itu tengah bersama kekasihnya, makan bersama. Lalu untuk apa ia merasa khawatir, jika lelaki itu saja tetap asyik makan bersama perempuan lain.


Perempuan lain? Pantas saja kan, Alana menyebut Jessica perempuan lain, karena ia hadir-hadir di tengah rumah tangganya dengan Dave. Meski mungkin menurut Dave dan Jessica, dirinyalah yang merupakan orang ketiga. Memang terlihat mereka hanya makan bersama, tidak ada kemesraan yang ditonjolkan. Namun, mengapa hati Alana tetap berdenyut sakit. Dan mendadak keinginan untuk makan burger mekdi sirna. Ia menjadi sudah tak berselera lagi.


Alana berbalik. Namun, matanya terkejut mendapati seseorang di depannya.

__ADS_1


__ADS_2