Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Tak Percaya Diri


__ADS_3

Alana mengangguk, tersenyum getir. “Untuk itulah, aku merasa terkejut ketika kau mengakui diriku sebagai istrimu di depan rekan bisnismu. Dave bagaimana jika orang itu mencari tahu tentang diriku. Nama baikmu pasti akan tercoreng, karena mempunyai istri yang memiliki ibu pengidap penyakit jiwa!"


Dave menghela nafasnya. “Penyakit ibumu tidak ada urusannya dengan nama baikku Alana,” sahutnya.


“Tapi, Dave. Dulu Edo saja malu mempunyai kekasih yang mempunyai ibu yang berpenyakit gangguan jiwa. Hingga ia lebih memilih berselingkuh dengan Tisa. Untuk itulah aku merasa tidak percaya diri.”


Dave terkekeh geli. “Kita hanyalah manusia Alana. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa memilih untuk di lahirkan oleh seorang ibu seperti ibumu. Mengapa kau harus berkecil hati seperti itu? Bukankah tujuan sebelumnya kau menerima pernikahan ini demi membalaskan rasa sakit hatimu padanya. Tapi, aku merasa aneh. Kenapa sampai detik ini pun mau tidak meminta aku melakukan apapun. Justru kau yang lebih banyak membantuku.”


Alana menunduk, menyentak nafasnya. “Awalnya iya begitu. Tapi, setelah kau membawaku ke mansion utama. Rasanya aku tidak ada keinginan untuk melakukan hal itu lagi.”


“Kenapa?”


“Oh ayolah Dave. Kau dan Edo itu keluarga, bagaimana aku bisa merusak ikatan persaudaraan kalian. Ku pikir lebih baik aku jalani saja seperti ini, sampai ibuku sembuh.”

__ADS_1


Dave tertawa kecil mendengarnya, kenapa semudah itu hati Alana luluh. Tak ia sangka hati perempuan itu ternyata begitu lembut, lalu bagaimana bisa Edo justru mengkhianatinya. “Dia hanya saudara tiriku Alana. Ia anak dari ibu tiriku.”


“Aku tau Dave, tapi kan tetap saja...”


“Ahh sudahlah, kenapa jadi membahas Edo. Akan lebih baik kita langsung pulang, kau harus segera berganti pakaian agar tidak demam.” Dave kembali melajukan mobilnya.


“Mengenai kejadian di restoran tadi. Aku minta maaf karena telah mengingkari poin perjanjian yang kau ajukan. Hanya saja aku dalam keadaan terdesak Alana. Lelaki itu hanya ingin menjalin kerjasama dengan orang yang sudah berkeluarga. Aku merasa tidak ingin kalah dalam proyek itu, tidak ingin membuat Natasha menang.”


Alana mengangguk paham. “Apakah proyek itu begitu menguntungkan?”


Alana tersenyum tipis, mengangguk. “Sebenarnya, tanpa seperti itupun aku akan merasa untung. Bukankah jika kau mendapatkan kerjasama itu, makin menguntungkan untuk karyawan seperti diriku?”


“Oh ya mengenai hal itu. Bagaimana jika kau berhenti kerja saja Alana.”

__ADS_1


“Kau memecatku Dave?”


Dave terkekeh. “Bukan. Hanya saja aku ingin memberi kamu kemudahan. Kau hanya tinggal duduk berdiam diri di rumah. Aku akan memberikan apapun yang kau butuhkan Alana. Belanja misalnya. Biasanya perempuan akan membelanjakan apapun. Tapi yang ku lihat kau tak pernah membeli apa-apa. Mobil yang ku berikan juga tak pernah kau gunakan!”


“Akan ku gunakan nanti saat aku sudah khilaf,” jawab Alana pelan menoleh kearah Dave. “Sebenarnya bukan tidak mau menggunakan mobilmu, hanya saja aku memang tidak bisa menggunakannya.”


Dave tergelak kecil. “Baiklah. Nanti kalau ada waktu aku akan mengajarimu.”


****


Di tempat lain di jam yang sama. Natasha tengah mengamuk karena lagi-lagi ia merasa dipermalukan oleh Dave dan Alana.


“Gadis gembel itu benar-benar keterlaluan. Selain merebut Dave ternyata dia juga telah membuatku kehilangan proyek kerjasama ini. Sial!” makinya marah. Wajahnya mendongak menatap pantulan dirinya di cermin. Paras jelita tak menampik kesempurnaan wajahnya. Ya Natasha merasa dirinya terlihat sempurna, ia merasa sangat cocok dengan Dave. Untuk itulah ia meminta untuk datang undangan kerjasama Pak Risky. Ia tahu Dave juga menginginkan proyek itu, untuk itu gencar semangat. Ia pikir dirinya masih ada kesempatan memiliki Dave, mengingat Pak Risky merupakan family man. Ia akan dengan mudah membuat Dave mau tak mau kembali mengakui hubungan keduanya yang kembali dekat. Namun, sialnya kehadiran Alana tiba-tiba mengacaukan segalanya.

__ADS_1


Natasha marah bukan hanya karena gagal mendapatkan proyek itu, ia juga marah karena kembali gagal mendapatkan Dave. Ia pikir Dave tidak akan mengakui hubungannya dengan gembel itu di depan publik. Tapi, ternyata yang ia lihat tadi. Mendadak kepalanya berdenyut nyeri. Segala rencana yang ia sudah susun pun berantakan.


__ADS_2