Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Terluka


__ADS_3

Teriakan Dave membuat Natasha dan Gizka terkejut.


“Dave kau membelanya?” tanya Natasha dengan bergelimang air mata.


Dave menatap Natasha sebelum kemudian menjawab dengan pelan. “Dia istriku, sudah sepatutnya aku melindunginya. Hanya dia yang paling mengerti kondisiku sekarang. Terserah apa keputusanmu. Jika kau masih kekeh ingin menikah denganku, kau harus siap menerima kehadiran wanita-wanita lain, dan jangan pernah mengharapkan kesetiaan yang tak akan pernah bisa aku berikan.”


Dave mengelus rambut Alana dengan lembut. “Akan ada dia di antara kita, selamanya!” sambungnya.


Natasha menangis, meraung hingga tiba-tiba terdengar gerakan seluruh ruangan.


“Kurang ajar kamu Dave Dirgantara. Bagaimana sebenarnya orang tuamu mendidikmu,” bentak seorang lelaki setengah baya yang baru saja tiba. Dave dan Alana sontak menoleh, sedikit terkejut melihat kedatangan ayah kandung Natasha dan Jonas–Ayah kandung Dave.


“Tenanglah Pak Seno. Semua bisa dibicarakan dengan baik-baik,” ucap Jonas.


“Apa yang mau dijelaskan? Sudah jelas kalian semua menghina putriku. Kalian semua pikir masalah ini bisa dibicarakan dengan baik-baik. Tidak akan! Saya tidak akan membuat masalah ini selesai begitu saja,” ancam Seno seraya merangkul pundak Natasha. Lelaki itu memang sengaja menyusul putrinya kesana, karena ia takut putrinya mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan. Namun, tak ia sangka jika dugaannya itu benar. Semula ia merasa yakin, kala Gizka datang menemui keluarganya, membicarakan kelanjutan pertunangan itu. Mereka semua bilang semua hanya salah paham. Tapi ternyata apa yang ia lihat barusan? Ia bahkan sekilas mendengar ucapan Dave? Baginya kata-kata Dave meski terdengar pelan, namun sudah menghina dan mempermainkan perasaan putrinya.

__ADS_1


“Sudahlah Natasha. Papa sudah bilang, putuskan rencana pertunangan ini, Papa tidak sudi menikahkan kamu dengan lelaki bejat macam dia!” imbuh Seno kemudian.


“Dave, benarkah ini yang kamu inginkan?” tanya Natasha pelan. Memandang Dave dengan air mata berlinang. Jauh dari lubuk hatinya ia masih tak rela rencana perjodohan itu kandas begitu saja. Pasalnya Natasha memang sudah jatuh hati pada lelaki itu sejak pertama kali bertemu, saat keduanya mengemban kerja sama. Hingga akhirnya ia meminta sang ayah untuk menjodohkan dengan Dave, ia pikir dengan semua yang ia punya. Akan dengan mudah mendapatkan lelaki itu, tapi ternyata? Ia sungguh tak menyangka jika Dave sungguh-sungguh sudah menikah, lebih terkejutnya lagi mendengar apa yang diucapkan Alana. Dave masokis? Mana mungkin ia berani menikah dengan lelaki yang bercinta dengan cara kasar, hal yang ia kerap bayangkan adalah bagaimana Dave akan bersikap romantis.


“Natasha dari awal aku sudah kerap mengatakan jika aku tidak menerima perjodohan ini. Karena sejak dulu aku memang sudah berhubungan dengan dia....” Dave memandang ke arah Alana sesaat. “Apalagi dengan gaya hidup kita yang berbeda. Aku tidak mungkin mengubah kebiasaan ku hanya demi dirimu,” sambungnya.


Kata-katanya seolah membenarkan perkataan Alana. Hal itu tentu membuat Zain melongo, masih tak percaya jika atasannya itu masokis.


Natasha memejamkan kedua matanya, tak lama kembali membukanya. Ia menghentakkan kakinya ke lantai. Matanya menatap ke arah meja, di mana di sana terdapat vas bunga.


Tanpa diduga, Natasha menghantamkan vas bunga itu ke arah Alana yang sejak tadi hanya berdiri diam di samping Dave. Nyaris saja mengenai kepala Alana, jika saja Dave tak sigap menariknya. Namun, tetap saja vas bunga itu mengenai pundak Alana, hingga membuat perempuan itu meringis terjatuh kesakitan.


“Natasha kamu gila!” bentak Dave sambil menutup tubuh Alana dengan tubuhnya.


Zain bergerak mengunci Natasha. Sementara, Seno mengambil vas bunga dari tangan putrinya, dan membuangnya secara asal.

__ADS_1


“Aku gila karena kamu, Dave. Dan dia lebih gila karena telah merebutmu dariku.” Natasha berteriak menatap Alana dengan tajam. “Aku tidak terima, tunggu saja pembalasanku Dave.”


Seno yang merasa sudah lelah, segera mengambil alih putrinya, lalu membawanya keluar dari rumah Dave.


“Apa kamu puas Dave? Kamu benar-benar mempermalukan keluarga. Kau lebih memilih perempuan ini, daripada Natasha yang sudah jelas asal-usulnya!” bentak Jonas ketika Natasha sudah berlalu.


Dave hanya mengangkat bahunya acuh. “Aku tidak peduli!”


“Kamu berani sekali melawan Papa!" bentak Jonas lagi.


“Pa sudahlah lebih baik kita pulang.” Gizka mendekati suaminya mengajaknya pulang. Sebelumnya berlalu ia menoleh ke arah Dave. “Kamu sungguh mengecewakan Dave."


Dave justru tertawa dengan keras. “Oh maaf jika mengecewakan dirimu, wahai Ibu tiri. Tapi, kalian tidak ada hak untuk mengatur hidupku. Jadi, silakan kalian keluar,” usir Dave membuat Jonas geram, ia ingin mengatakan sesuatu tapi Gizka langsung menarik tangannya keluar.


“Dasar perempuan bermuka dua,” umpat Dave setelah keduanya berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2