Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Aku Serius Alana


__ADS_3

"Minum Dave!” Alana menyodorkan minuman teh jahe. Keduanya sama-sama baru selesai membersihkan diri, tentunya mandi di kamar masing-masing. Dave sudah menggunakan piyama dengan lengan panjang. Padahal ia tadi mandi air hangat, tapi terasa dingin. Begitupun dengan Alana.


Dave hanya diam menatap minuman di depannya. “Kenapa gak diminum? Kamu gak suka ya? Ah aku lupa, orang sepertimu mana pernah buat minuman seperti ini. Ya sudah kalau gitu biar aku bawa kembali ke dapur saja. Aku akan membuatkan kamu minuman yang lain, Dave,” sambung Alana berniat mengambil kembali cangkir teh jahe milik Dave.


“Eh jangan-jangan. Kata siapa aku gak pernah minum. Aku dulu suka minum teh jahe, tapi saat kecil Alana,” kata Dave seraya mencegah tangan Alana yang hendak mengambil cangkirnya.


Alana mengangguk dan memilih duduk di sisi Dave. Keduanya saling menikmati teh jahe buatan Alana.


“Alana, lain kali jangan mandi di danau malam-malam,” tegur Dave pada istrinya.


Alana menoleh. “Kenapa?” tanyanya.


“Ya aku hanya tidak ingin–”


“Aku tahu. Kamu takut kalau aku tenggelam terus mati. Jadi, intinya kamu takut kehilangan aku begitu kan, Dave.” Alana menyela ucapan lelaki itu, dengan nada sedikit menggoda.


Dave mengerutkan keningnya, melongo mendengar penuturan istrinya.


“Tenanglah Dave. Aku tidak akan mungkin tiada sebelum aku menyelesaikan kontrak perjanjian kita,” sambung Alana seraya menyesap teh di cangkirnya. Kemudian, meletakkannya kembali di atas meja. Alana meremas gagang cangkir miliknya, saat merasakan rasa sesak di hatinya, saat ia mengucapkan kata-kata barusan.


“Bukan itu Alana. Aku hanya khawatir kalau kamu masuk angin. Kamu kan tahu air danau sangat dingin. Apalagi kamu tadi juga udah bersin-bersin kan,” kata Dave sambil menikmati teh jahe buatan Alana.


Alana tersenyum masam. “Air danaunya hangat kok. Mungkin lain kali aku perlu mencobanya lagi, Dave.”

__ADS_1


“Jangan Alana, itu bahaya. Kau bisa sakit nanti. Aku–”


“Kamu khawatir padaku, Dave?”


Dave langsung menatap ke arah Alana dengan pandangan sulit. “Maksud kamu?” tanyanya.


Alana terkekeh geli. “Lupakan Dave. Aku hanya bercanda. Kenapa wajahmu seserius itu. Aku janji tidak akan mandi di danau lagi, paling hanya menyebur.”


“Alana, aku serius!”


“Aku juga,” sahut Alana yang tengah menyesap tehnya. Kemudian mendorong cangkirnya ke tengah meja. “Aku sudah selesai, Dave.” sambung Alana lalu menoleh ke arah suaminya. “Aku tidur dulu ya, Dave.” Alana melangkah hendak menuju kamarnya. Namun, Dave menahannya.


“Kenapa?” tanya Alana.


Alana mengangguk, hingga kini keduanya melangkah naik ke atas bebarengan. Letak kamar keduanya saling berdampingan. Begitu tiba di depan pintu, dan hendak masuk keduanya saling menatap.


“Alana.”


Teguran Dave, membuat Alana kembali menoleh. “Ya Dave.”


“Aku benar-benar minta maaf soal kejadian tadi.”


Wajah Alana langsung merona begitu Dave mengingatkan kejadian erotis tadi di saung dekat danau. “Aku sudah bilang tidak apa-apa Dave, lupakan saja,” sahut Alana dengan sedikit gugup.

__ADS_1


“Aku ngerasa bersalah. Seharusnya kita tidak seperti itu,” seru Dave.


Alana meremas pakaiannya, menahan rasa perih yang Dave lontarkan. Raut penyesalan justru membuat Alana merasa kecewa, seolah menunjukkan bahwa kejadian tadi bukan apa-apa. Padahal jika menurut hukum dan agama keduanya sah-sah saja melakukan hal itu. Tapi, hanya karena sebuah... Ah sudahlah. Alana harus mengenyahkan pikiran lainnya.


“Aku akan mentransfer beberapa uang nanti ke rekeningmu sebagai permintaan maaf ku. Kau bisa gunakan uang itu untuk apa saja,” sambung Dave.


“Dave itu tidak–”


“Oh tidak Alana. Karena aku tidak ingin dibayangi rasa bersalah terus,” kekeh Dave.


“Ya sudah kalau gitu terserah kamu. Aku sudah ngantuk. Aku tidur dulu.” Alana membuka pintu kamarnya, masuk ke kamar lebih dulu, dan menutupnya kembali.


Melihat Alana sudah masuk ke dalam. Dave justru terus menatap ke arah pintu kamar perempuan itu. Lalu mengusap wajahnya. “Ya Tuhan, aku ini kenapa,” keluhnya.


.


.


.


.


Likenya jangan lupa ^^

__ADS_1


__ADS_2