Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
He Is My Son?


__ADS_3

“Mami?”


Alana terkejut mendapati Gala berada di sana.


“Ga—gala?”


Anak itu langsung berlari menghambur memeluknya. Seketika tubuh Alana terpaku, mana kala matanya tak sengaja bertatapan dengan manik mata hitam tajam milik Dave. Lelaki itu juga melangkah mendekatinya.


“Mami,” cibir Dave seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar barusan. Lelaki itu menggelengkan kepalanya, tersenyum getir. “Tak ku sangka. Aku sudah dibodohi dan dibohongi oleh istriku sendiri,” sambungnya terkekeh kecil.


“Da—dave...”


“Tuan, ini pesanan anda.” Zain tiba-tiba datang. Lelaki itu terkejut melihat apa yang terjadi di dalam. Bagaimana ia melihat Gala tengah memeluk Alana. Tanpa perlu penjelasan apapun lagi, ia pun paham keadaan sesungguhnya.


Dave membuang muka dari hadapan Alana. Sementara Gala menatap bingung ke arah Alana dan Dave secara bergantian.


“Sayang, bisa tinggalkan Mami di sini sebentar. Kamu ikut Paman Zain dulu ya,” pinta Alana menunjuk ke arah Zain. Gala mengikuti petunjuk Maminya.


“Kemari sayang. Paman punya banyak makanan,” ajak Zain membawa Gala keluar dari ruangan itu. Tak lupa ia juga menutup pintunya kembali.


Alana mengigit bibirnya, bingung mau mulai pembicaraan dari mana. Berkali-kali ia menarik nafasnya, namun tak juga ada satu kata yang mampu ia keluarkan.


Dave memutar tubuhnya, menatap istrinya dengan wajah kecewa. “Kenapa hanya diam Alana? Kau tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?” tanya Dave menuntut.

__ADS_1


Alana meremas tangannya. “Dave sebenarnya Gala itu—”


“Putraku?” pungkas Dave langsung.


Alana mengangguk pelan, menatap Dave dengan tatapan sendu. Dave menyentak nafasnya. “Sudah ku duga dari awal saat aku melihat wajahnya. Aku bahkan sempat berfikir untuk melakukan tes DNA.” Dave menunjukkan satu helai rambut yang tadi ia ambil dari Gala.


“Kenapa kau tidak berkata jujur padaku Alana?” sambungnya kecewa.


“Aku pikir—”


“Kau berpikir jika aku tidak perlu tahu tentang Gala? Begitu kan?” cecar Dave.


Alana menggeleng. “Bukan begitu Dave. Aku hanya perlu-—”


Alana menggeleng, air matanya menetes. Sungguh bahkan ia tidak pernah membenci Dave sama sekali.


“Tidak kah cukup waktumu untuk mengurusnya sendiri selama empat tahun? Mengapa setelah kita bertemu kau pun berniat menyembunyikannya dariku? Apakah kesalahanku sama sekali tidak bisa termaafkan, Alana?”


Alana menunduk menangis tergugu. Di hadapan Dave, bahkan ia nyaris tak bisa bersuara.


Dave memalingkan wajahnya, mengusap sudut matanya yang basah. Melihat istrinya menangis juga ia tidak tega. Namun, saat ini rasa kecewa telah menyelimuti hatinya “Kau tahu kan Alana? Entah apapun yang melatarbelakangi pernikahan kita sebelumnya. Aku selalu mempercayai apa katamu. Tidak pernah aku berpikir jika kau berbohong. Untuk itu saat aku bertanya perihal kejadian lima tahun lalu. Aku pun memilih percaya padamu, meskipun dalam hati aku merasa ragu. Tapi, aku meyakinkan diri. Jika aku harus sepenuhnya percaya padamu. Aku bisa saja mencari tahu tentang kehidupanmu selama di Jakarta ini. Dengan cara memaksa ikut denganmu saat mengantarkanmu pulang, atau meminta seseorang untuk mencari tahu tentangmu. Tapi, itu tidak aku lakukan Alana. Dan kau tahu alasannya apa.”


Alana mengangguk, dalam tangis ia juga mengingat perjalanan pernikahannya dengan Dave. Lelaki itu bahkan hampir tidak pernah berkata tidak ketika Alana berbicara, Dave akan selalu mengiyakannya apapun perkataannya.

__ADS_1


“Aku juga tidak tahu. Bagaimana caranya aku meyakinkan dirimu tentang perasaan aku sesungguhnya. Segala cara sudah ku lakukan Alana. Namun, tidak ada satu cara pun yang bisa melembutkan hatimu.” Dave tersenyum getir.


“Dave—”


Dave menatap Alana dengan tajam. Lelaki itu memang berbicara dengan nada santai. Namun, dari setiap kata yang keluar dari bibirnya, mampu membuat hati Alana bergetar.


“Jika kau berpikir hanya kau yang menderita setelah kejadian lima tahun lalu itu. Kau sangat salah, Alana. Kau bahkan tidak tahu apa yang terjadi denganku kan. Aku dihukum dengan perasaan bersalahku padamu, Alana. Semua orang menyalahkan diriku, karena kepergianmu. Mereka menganggap akulah penyebabnya. Aku yang menyebabkan dirimu terluka. Tapi, aku terima itu Alana. Aku berusaha mencarimu kemana-mana. Tetapi, kau menghilang bagai ditelan bumi. Dan setelahnya aku berjanji Alana, jika kau kembali aku akan berusaha lebih baik, tidak akan mengecewakanmu, aku akan melakukan apapun agar kau bisa kembali. Tapi, sampai detik ini kau bahkan—”


“Cukup Dave! Cukup!” teriak Alana membuat Dave bungkam. Dengan air mata berlinang, Alana menghambur memeluk Dave dengan erat, membuat tubuh lelaki itu terpaku.


“Maaf,” katanya lirih.


💞


💞


💞


Ehemm...


Tes.. tes..... satu, dua, tiga..


Jangan lupa di like, komentar, dan hadiahnya yang kenceng 🤭🤭🤭😂

__ADS_1


__ADS_2