Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Ajaranmu


__ADS_3

Begitupun dengan Edo yang merasa terkejut lantaran kehadiran Alana di tengah keluarganya, yang lebih mengejutkannya lagi, kedatangan Alana bersama Dave yang merupakan kakak tirinya. Pandangannya lelaki itu turun pada salah tangan Alana, yang melingkar mesra di lengan Dave. Seketika dada Edo bergemuruh, tangannya mengepal erat, wajahnya tampak memerah padam.


Sementara, Dave tersenyum penuh kemenangan melihat tatapan Edo pada istrinya.


"Papa, buruan ajak Dave kesini?" teriakan perempuan dengan dandanan glamour terdengar, Gizka merupakan istri dari lelaki itu. Lelaki itu berlalu meski dengan wajah kesal.


Dave tetap menggiring Alana masuk, melewati tubuh Edo begitu saja, membiarkan lelaki itu terdiam mematung menikmati kebingungan yang terjadi dengannya.


Tidak ada hanya kehadiran Edo yang cukup membuatnya terkejut di sana, kehadiran Tisa di tengah keluarga itupun kembali membuatnya terkesiap. Ternyata sudah sejauh itukah hubungan keduanya.


"Dave kau membawa siapa?" tanya Xavier selalu pamannya. Lelaki bertubuh sedikit gempal itu menatap Alana.


"Oh kenalin, ini Alana istriku!" jawab Dave tegas.


"Apa?!!" Pekikan dari semua orang di sana terdengar. Tisa bahkan sampai menjatuhkan sendok kecilnya yang ia gunakan untuk mengaduk kopi. Begitupun dengan Natasha, perempuan yang menjadi pilihan orang tuanya.


"Apa-apaan ini Tuan Jonas. Anda hendak mempermalukan kami, dengan mudahnya anda menawarkan perjodohan putra-putri kita, tapi ternyata putra anda sudah memiliki seorang istri!" sergah Seno selaku Ayah kandung dari Natasha.


"Tunggu dulu Tuan Seno, ini pasti salah paham. Dave hanya bercanda, perempuan itu pasti sekertarisnya!" ujar Jonas berusaha menenangkan Seno, seraya memandang kesal ke arah putranya. Bisa-bisanya putranya itu mengacaukan rencana yang sudah ia susun.

__ADS_1


"Benar apa kata Papamu Dave?" tanya Seno geram.


"Tentu saja tidak!" jawab Dave santai, kemudian menoleh ke arah pintu, di mana kedatangan Zain sejak tadi ia tunggu. "Zain di mana buku pernikahanku?" pintanya kemudian.


Zain langsung sigap memberikan dua buku pernikahan pada atasannya. Lalu, Dave meletakkannya di atas meja. "Satu Minggu yang lalu aku sudah menikah dengannya."


Dengkusan tidak sopan terdengar dari Natasha, dan Gizka. Wajahnya merah padam, dan menyiratkan kekesalan teramat dalam. Tangannya bersedekap memandang Alana dan Dave secara bergantian.


"Kurang ajar, aku merasa sudah di tipu habis-habisan dengan anda Tuan Jonas. Kalau begitu tak Sudi aku menjadi rekan kerjamu, awas saja akan aku cabut seluruh saham yang aku tanam ke perusahaan mu!" ancam Seno seraya menarik tangan putrinya untuk keluar dari kediaman keluarga itu. Sekalipun Jonas berusaha memanggil, Seno tak peduli tetap melangkah keluar.


Suasana meja makan itu tampak panas, tatapan tajam semua orang tengah mengarah pada Alana. Mereka bahkan memindai penampilan Alana dari atas sampai bawah. Jonas bahkan terlihat wajahnya sudah memerah marah.


"Kenapa tidak mendiskusikan pernikahanmu dengan kami lebih dulu, Dave?" sinis Jonas marah.


Jonas mengatupkan mulutnya rapat-rapat.


"Apa kamu menikahinya hanya untuk membuat Papa marah?" desis Jonas.


Dave hanya terdiam, menatap inci wajah-wajah keluarga yang kini tengah menatap ke arah dirinya dan Alana. Salah satunya adik tirinya, yang tampak terkejut mendapati Alana kini bersamanya.

__ADS_1


"Kalaupun kau menikah. Kau seharusnya bisa mencari standar kriteria keluarga kita Dave. Bukan hanya asal perempuan kau nikahi," cibir Jonas kemudian.


Alana mengepalkan kedua tangannya mendengar hinaan dari mulut Jonas. Namun, fokusnya teralihkan pada tatapan Tisa yang begitu sinis, dan terlihat senang melihat Alana di permalukan di keluarga Dave.


"Dave?!" teriak Jonas marah.


"Setidaknya istriku jauh lebih baik, daripada istrimu Pa. Udah kampungan, pelakor, dan nusuk dari belakang!" sinis Dave memandang Gizka dengan wajah tak suka.


Alana menatap Dave tak percaya, lelaki itu ternyata membelanya. Kemudian fokus Alana teralihkan pada raut wajah Gizka, yang terlihat memerah dengan kedua tangan mengepal erat. Ternyata Dave berada dalam lingkup keluarga yang toxic.


"Cukup!!" bentak Jonas.


"Aku hanya mengikuti ajaranmu, kenapa Papa begitu marah?" balas Dave santai. Namun, penuh penekanan.


Brak!!!


Jona menggebrak meja kaca berbentuk oval itu. Membuat semua orang terkejut, tak terkecuali Alana yang sampai mengusap dadanya. Bahkan meja kaca yang sangat tebal itu sampai retak.


"Sabar sayang. Nanti darah tinggimu kumat!" Gizka mengelus lengan suaminya.

__ADS_1


"Dave. Apa ini cara kamu merajuk pada kami? Bukankah kau tau kita sudah ada perjanjian pernikahan. Bahkan malam ini Papa sengaja ingin menentukan tanggal pertunanganmu dengan Natasha. Kenapa kau justru membawa perempuan lain. Kau membuat kami malu Dave?" tanya Jonas.


"Aku tidak mau. Kalau Papa mau, Papa saja yang menikah dengannya. Bukankah Papa terbiasa untuk poligami? Papa juga bisa membuang Tante Gizka setelah menikahi Natasha, beres kan, tanpa perlu memaksa ku? Sama seperti yang dulu Papa lakukan pada ibuku!" ujar Dave santai. Namun, terdengar menusuk. Bahkan kata-katanya mampu membuat semua orang di sana terkesiap.


__ADS_2