
Dave terpaku sejenak, mendengar istrinya terisak di dadanya. Bahkan ia bisa merasakan jika tubuh istrinya masih panas. Rasa cemas dan tak tega seketika menyelimuti. Perlahan ia pun menggerakkan tangannya mengusap punggung istrinya.
“Istirahatlah, badanmu masih panas,” ujar Dave.
Alana menggeleng, dan semakin mengeratkan tangannya tanpa suara. Ada banyak hal yang ingin ia utarakan pada suaminya, namun entah kenapa ia seakan tidak mempunyai tenaga untuk itu. Kepalanya sungguh berdentam menyakitkan. Obat yang diberikan perawat tadi belum sepenuhnya membuatnya baik. Bahkan ia juga bisa merasakan tubuhnya masih mengigil karena AC.
Kriek!
“Mami?”
Suara pintu terbuka, di susul suara Gala mengejutkan keduanya, Alana langsung melepaskan dekapannya. Kemudian terlihat Zain menyusul masuk dengan nafas terengah-engah.
“Tu–tuan maaf, dia tadi—”
“Biarkan saja, kau boleh pergi. Jika hari ini ada meeting yang begitu penting kau bisa mewakilinya, namun jika bisa di batalkan... Batalkan saja!” titah Dave.
“Baik Tuan. Saya permisi!”
Sepeninggal Zain. Dave mengalihkan tatapannya pada istri dan anaknya yang kini duduk di sofa.
“Mami nangis?” tanya Gala dengan polos.
“Emm...” Alana menoleh ke arah Dave. Laki-laki itu hanya menatapnya dengan kedua alis terangkat, seolah-olah ia tengah menunggu pergerakan istrinya.
Gala mengikuti arah pandang Alana. “Kenapa? Mami nangis karena Paman Dave galak ya?” celetuknya asal.
__ADS_1
Sontak Dave langsung menatap tajam Alana, lalu membuang muka, mana kala hatinya juga terasa sakit, mendengar putranya memanggil dirinya Paman.
Alana meneguk ludahnya dengan kasar. “Sayang, bisa Mami tanya sesuatu?” tanya Alana seraya mengusap lembut pipi putranya.
“Tentu!”
“Bagaimana Gala bisa kemari?” tanya Alana.
“Nenek doa sambil nangis-nangis, aku pusing. Terus aku lihat kucing manis berlari, aku mengejarnya. Eh tahunya aku sampai di pembuatan gedung yang tinggi Mam. Dan aku bertemu Paman Dave di sana.” Gala menghentikan ucapannya sejenak menatap wajah Alana dan Dave bergantian.
“Aku tidak tahu Mami. Tiba-tiba aku kepengen ikut Paman kemari. Aku pikir dengan aku masuk gedung tinggi, aku bisa bertemu Papi, Mam. Apakah Paman baru saja memarahi Mami karena aku tak sengaja menyusul Mami kemari?”
Ucapan Gala mampu membuat Alana meringis pilu dalam hati. Dave masih terdiam dengan pandangan tajam ke arah istrinya.
“Tidak sayang.” Alana membingkai wajah putranya dengan kedua telapak tangannya. “Lalu, jika Gala sudah bertemu Papi. Apa yang akan Gala lakukan?” sambungnya bertanya serius.
Alana menahan nafasnya yang terasa sesak tiba-tiba. Kata-kata Gala mampu menghantam dadanya. “Gala...”
“Yess, Mam.”
“Paman Dave itu... Papinya Gala.”
Sontak Gala langsung menoleh ke arah Dave. Tampak Dave tersenyum ke arahnya. “Benarkah?”
“Iya sayang... Ma—”
__ADS_1
Belum sempat Alana melanjutkan ucapannya. Gala langsung turun dari pangkuannya, dan menghambur memeluk Dave. “Papi?” panggilnya.
Dave menekuk kedua kakinya, membalas pelukan putranya. Menghujaninya dengan kecupan. “Gala...” ucapnya lirih.
Beberapa saat kemudian ia mengurai dekapannya, menatap wajah putranya. “Maafin Papi ya.” Mendengar ucapan putranya pada Alana barusan, ia pun merasa bersalah. Bagaimanapun ia harus tahu tidak mudah menjadi Alana membesarkan Gala seorang diri. Dan kemungkinan ada pertimbangan khusus yang Alana lakukan, mengapa ia tak kunjung memberi tahu dirinya soal Gala.
“No. Mami selalu bilang Papi itu baik dan pekerja keras, untuk itu Papi belum bisa bertemu kami.”
“Kamu tidak marah? Tadi, bahkan kita sudah bertemu dan Papi tidak—”
“No. Mami bilang, Tuhan saja maha pemaaf. Kenapa Gala tidak? Itu yang Mami ucapkan setiap kali Gala berantem dengan teman sekolah,” kata Gala terkikik geli.
Dave kembali memeluk putranya. Alana memandang haru keduanya. Ia menghela nafasnya, seolah-olah ada beban berat yang baru saja ia angkat, kini ia merasa lega. Namun, kondisi tubuhnya sama sekali tidak bisa diajak kompromi.
💞
💞
💞
💞
Gimana guys? Udah puas kan kebongkar semua.
Udah ya 3 bab. Jangan lupa di like, komentar, dan hadiahnya. Kalau ada yang lupa balik lagi ya tekan jempolnya 🤭.
__ADS_1
Lope lope sekebon tomat 😍😍