Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Jawab Pertanyaan Ku


__ADS_3

Keesokan harinya, Alana kembali bekerja. Ia berangkat lebih pagi dari hari sebelumnya, karena ia tidak ingin terlambat.


Sebagaimana seorang asisten sekretaris, Alana tampil rapi dengan blouse berwarna peach serta bawahan rok span selutut. Rambutnya yang lurus ia biarkan tergerai namun tetap terlihat rapi.


“Semangat Alana, demi Gala. Jika Dave macam-macam kamu beri saja dia bogem mentah,” monolog Alana memberi semangat pada dirinya sendiri. Kini ia duduk di sisi meja Nara. Dan ia pun tahu jika Dave belum tiba di kantor, atau kemungkinan ia tidak datang.


Namun, suara pintu lift yang berdenting terbuka, membuat pandangan Alana teralih ke sana.


Alana nyaris terperanjat, ia dan Nara berdiri dengan segera saat mendapati siapa yang baru keluar dari lift.


Dave!


Tubuh tegapnya telah terbalut dengan stelan jas kerja berwarna hitam, dipadu dengan kemeja putih, serta didukung dengan dasi berwarna abu-abu yang menjuntai di depan badannya yang bidangnya. Membuat penampilan Dave nyaris sempurna. Alana tersenyum masam melihatnya.


“Kamu memang selalu terlihat tampan Dave. Dan sejak dulu sampai sekarang bahkan aku selalu terpukau. Hanya saja hadirmu dalam hidupku hanya sebatas singgah,” gumam Alana pilu.


Kaki panjang Dave, melangkah menuju ruangannya, yang tentunya sebelum itu harus melewati meja Alana.


Sadar jika posisinya adalah karyawan Dave. Nara dan Alana menundukkan kepalanya menyapa Dave.

__ADS_1


“Selamat pagi, Tuan,” sapa keduanya bebarengan.


Dave langsung menghentikan langkahnya. Menoleh ke arah keduanya, melangkah menuju hadapan Alana, lalu menjawab. “Selamat pagi juga, sayang.”


Alana langsung menegapkan tubuhnya menatap Dave dengan kedua mata melotot. Namun, lelaki itu langsung menggerakkan tangannya mengusap rambut istrinya sesaat.


“Sudah sarapan, sayang?” tanyanya.


“Su–sudah,” jawab Alana gugup.


Dave tersenyum kemudian ia melanjutkan langkahnya ke dalam ruangannya. Meninggalkan Alana yang terdiam dengan wajah melongo. Nara cekikikan sendiri.


“Salah minum obat kali ya,” decak Alana memandang ruangan Dave yang pintunya tertutup rapat.


Sementara Dave yang baru tiba di ruangannya, langsung menghidupkan laptopnya. Sebelum mulai kerja ia melihat langsung melihat rekaman cctv yang mengarah pada Alana. Terlihat perempuan itu menggerakkan bibirnya dengan wajah kesal. “Lucu sekali. Dia pasti lagi mengumpati diriku.”


Waktu berlalu pekerjaan demi pekerjaan datang silih berganti. Alana keluar masuk ruangan Dave demi menyetorkan beberapa berkas penting. Karena Nara dalam kondisi hamil, jadi ia merasa kasihan.


“Alana, apa kau tidak lelah keluar masuk ruangan terus. Lebih baik kamu duduk saja di sini bersamaku.” Dave menepuk pangkuannya. Membuat Alana melotot kesal.

__ADS_1


“Sinting!” umpat Alana. Membuat Dave terkekeh gemas, ia sudah menduga jawaban istrinya. Tapi, entahlah ia menyukai raut wajah kesal Alana saat itu.


“Cepat tanda tangani. Aku harus segera kembali ke meja,” sergah Alana menatap Dave kesal karena lelaki itu bukannya membuat pekerjaannya cepat usai, justru mengulur waktu.


“Akan ku tanda tangani dengan segera. Namun, sebelum itu aku ingin bertanya satu hal padamu? Dan kau harus menjawab dengan jujur?” pinta Dave.


Alana menatap Dave dengan pandangan sengit. “Dave lah..”


Dave justru meletakkan kembali bolpoin nya, kemudian menyandarkan punggungnya di kursi. Seakan tengah menantang Alana. “Dave jika begini kau membuat pekerjaanku berjalan lama,” sungut Alana. Namun, Dave tak peduli dan pura-pura tak mendengar.


“Oke. Katakan apa yang ingin kau tanyakan.” Alana akhirnya menyerah.


Dave tersenyum, menatap wajah Alana dengan penuh selidik. “Lima tahun yang lalu, sebelum kamu meninggalkanku, kita kan sempat melakukan...”


“Dasar mesum!” sergah Alana dengan wajah merona. Meski hanya satu malam rasanya tentu saja membekas.


“Bukan itunya yang ingin tanyakan. Tapi hasilnya.” Dave dan Alana saling berpandangan sesaat. “Apa kau sempat mengandung?” tambahnya.


Deg!

__ADS_1


Alana tersentak, tubuhnya terpaku tak di sangka Dave akan menanyakan perihal malam itu.


__ADS_2