Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran
Menarik


__ADS_3

Natasha menggeram marah ketika melihat apa yang tengah Dave dan Alana lakukan. Bisa-bisanya di tempat rame seperti itu keduanya bermesraan.


“Sial! Bisa-bisanya di tempat seperti ini mereka malah berciuman,” umpat Natasha marah.


“Kau ini kenapa marah-marah Nona Natasha? Bukankah hari ini adalah hari bahagiamu. Harusnya kau tebar senyum bahagia, bukan malah memasang wajah kesal seperti ini,” seru Nelson memberikan satu gelas minuman pada Natasha. Perempuan itu menerimanya dan meneguknya hingga tandas, membuat Nelson melongo.


“Hari bahagiaku sudah rusak, akibat kedatangan perempuan gembel itu!” katanya demikian. Matanya masih menatap ke arah Dave dan Alana, di mana mereka sudah menyudahi ciumannya. Namun, masih saling menatap mesra, hal itu membuat hati Natasha kian memanas.


“Perempuan siapa yang kau maksud?” tanya Nelson. Namun, matanya mengikuti arah pandang Natasha.


“Perempuan gembel yang mengaku istrinya Dave!” dengusnya. “Perempuan perusak segala rencana ku!”


“Maksudnya Alana?” tanya Nelson dengan senyum tipis di bibirnya, matanya masih menatap ke arah Alana.


“Bagaimana kau bisa tahu?” tukas Natasha.

__ADS_1


“Tentu saja. Aku baru berkenalan dengannya.”


Natasha tampak terkejut mendengarnya. Senyumnya sinisnya tercetak di bibirnya, mana kala satu pikiran jelek tentang Alana langsung terlihat. Baginya Alana tak lebih dari seorang perempuan yang suka mencari muka dengan para lelaki yang berdasi dan berduit. Ia bahkan tidak menyangka bagaimana Nelson yang baru tiba di Indonesia, bahkan sudah mengenal Alana. Sungguh perempuan yang liar pikirnya. Melihat tatapan Nelson ke arah Alana, bahkan ia bisa tahu jika lelaki itu tampak tertarik dengannya.


“Aku juga heran. Seingatku kekasih Dave itu Jessica. Kemudian, aku tiba-tiba mendengar dia mau bertunangan denganmu. Tapi, kenapa saat aku kembali. Aku mendapat kejutan yang sangat luar biasa. Dave ternyata sudah memiliki istri, dan itu bukan dirimu Nona Natasha!” cibir Nelson kemudian. Membuat perempuan itu kesal, karena mengira Nelson tengah mengejeknya. Bahkan Natasha sampai meremas kuat gelas kosong di tangannya.


“Kabar itu benar, aku hampir saja bertunangan dengan Dave. Dan sialnya lelaki itu tiba-tiba membawa perempuan gembel itu ke mansionnya, saat keluarga hendak menentukan tanggal pertunangan. Kau tahu apa yang perempuan itu lakukan?”


“Apa?”


Nelson sempat melongo mendengar ucapan Natasha, sebelum kemudian tatapannya kembali melihat Alana, lalu ia bergumam. “Wanita yang menarik.”


“Kau mengatakan apa?” tanya Natasha.


Nelson menggeleng dengan cepat. “Tidak. Setelah aku pikir-pikir, hanya lelaki bodoh saja yang tidak tertarik dengan Alana. Selain cantik, kau bisa melihat bagaimana bodinya begitu bagus, senyumnya bahkan memikat hati. Ahh manis sekali!” pujinya membuat kedua mata Natasha membulat. “Rasanya tidak pantas yang jika kau menyebutnya perempuan gembel. Ku pikir dia pantas menjadi primadona malam ini,” sambungnya.

__ADS_1


“Ku pikir otak dan matamu sudah buta, dengan mengatakan perempuan itu adalah segalanya. Padahal tanpa kau ketahui, dia adalah perempuan yang bisa melakukan apa saja demi uang.”


“Tapi Dave mencintainya!” seru Nelson.


“Bulshit. Aku yakin Dave menikahinya hanya karena untuk menghindari perjodohan denganku. Dan selain itu untuk melancarkan segala bisnisnya.”


“Bisnis?”


“Ya, kau tahu hanya karena hampir gagal mendapatkan proyek kerja sama dengan Pak Risky. Dave terang-terangan mengumumkan status pernikahannya dengan perempuan itu.”


Nelson mengangguk masih dengan senyum yang sama di bibirnya. “Kalau begitu dia bukan jodohmu. Kenapa tidak kau lupakan saja,” sarannya asal.


“Enam bulan ini aku sudah mencoba melupakannya. Tapi, sialan. Dia tidak mau enyah dari pikiranku. Ku pikir aku memang mencintai Dave,” keluhnya frustasi. “Sudahlah berbicara denganmu, membuang waktuku saja, Tuan.”


Setelah kepergian Natasha. Nelson masih bergeming, menikmati minuman di tangannya, tanpa mengalihkan tatapannya pada Alana. Seakan-akan lelaki itu tengah memikirkan sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2