
“Apa?!!” pekik Edo. Bahkan ia langsung melepaskan pelukan Tisa.
“Kau salah bicara kan?” tanya Edo tak percaya.
Tisa menggeleng. “Aku beneran hamil.” Ia mengambil hasil tes kandungannya dari dalam tas, lalu memberikannya pada Edo. Lelaki itu langsung membukanya dan membacanya, sontak kedua matanya langsung terkejut.
“Tidak mungkin!”
“Apanya yang tidak mungkin Edo. Itu jelas ada hasilnya positif. Ya Tuhan, aku bingung sekali. Bagaimana kalau orang tuaku tahu, aku hamil. Edo aku harus bagaimana?” Tisa bergerak dengan gelisah.
“Kau yakin itu anakku?”
Tisa sontak menoleh dan menatap Edo dengan kesal. “Kau pikir ini anak siapa? Aku hanya berhubungan satu lelaki yaitu denganmu.”
“Tapi bukankah kita biasanya...”
“Kau lupa aku bahkan beberapa kali tidak meminum pil penunda kehamilan. Begitupun denganmu yang tidak memakai pengaman.”
Edo mengusap wajahnya, memikirkan jalan keluar. Seketika raut wajahnya menjadi kalut.
“Kita menikah saja Edo, bagaimana? Demi anak kita.”
Edo menggeleng dengan cepat, membuat Tisa terkejut merasa sakit hati. “Kenapa?”
“Aku...”
“Kau masih mencintai Alana?” tanya Tisa hati-hati. Edo terdiam menatap wajah perempuan itu.
__ADS_1
Tisa terkekeh kecil. “Baiklah. Tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksa tanggung jawabmu. Karena di sini memang aku yang bersalah. Aku yang menggodamu lebih dulu. Jadi, tidak perlu risau, kejarlah Alana. Aku akan mengugurkan kandungan ini.”
Edo terkejut mendengarnya, Tisa berlalu pergi dengan air mata mengalir. Menyesal telah merusak masa depannya sendiri, hingga membuatnya menyakiti Alana. “Ku pikir ini karma yang aku terima Alana. Maafkan aku Alana,” lirih Tisa.
💞💞
Dave keluar dari showroom mobil Edo dengan wajah sedih. Bukan hanya perkara berdebat dengan sang adik, tetapi perihal kenyataan yang baru saja ia terima berhasil memukul telak dirinya. Perasaan bersalah Dave kian membesar, karena berkali-kali membuat istrinya terluka.
“Maafkan aku sayang. Bisakah kamu kembali, lalu memberikan aku kesempatan kedua? Jika itu terjadi, aku berjanji akan memberikan apapun untukmu. Sepenuh hatiku bahkan akan aku berikan.”
Dave memijat kepalanya yang terasa pusing. Karena sibuk mencari Alana, ia bahkan sampai melupakan makannya. Hampir satu hari ini ia belum menyentuh makanan apapun.
Sementara tak jauh dari jangkauannya, sepasang pria dan wanita tengah menatap ke arah Dave dengan tatapan sulit.
“Kau yakin tidak ingin memberitahukan keberadaan Alana padanya sayang?” tanya Brian merangkul pundak istrinya.
Ya, semalam yang membantu Alana pergi dari rumah Dave mereka. Meskipun akhirnya mereka harus menunda malam pertama, tapi bagi Natasha itu tidak menjadi masalah. Karena ia sudah berjanji akan membantu kapanpun Alana membutuhkannya. Beruntunglah Brian lelaki yang bijak hingga mampu mengerti dirinya.
“Tapi dia terlihat begitu kacau,” ujar Brian prihatin.
“Biarkan saja. Kadang para pria perlu di beri pelajaran agar bisa menyadari perasaannya. Dave saja yang terlalu bodoh, tertipu wajah Jessica. Sudah tahu artis, dia pasti pandai bersandiwara. Kadangkala kalau melihat seperti ini. Aku patut bersyukur gagal berjodoh dengannya.”
Brian tertawa mendengarnya. “Jadi...”
Natasha menggeleng. “Aku akan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Dave pasti tidak menyangka jika akulah yang membantu Alana pergi. Karena yang ia tahu aku masih memusuhi Alana. Pintar juga Alana meminta bantuan ku. Cerdas juga anak itu. Karena kalau Alana meminta bantuan temannya, sudah pasti akan cepat ketahuan kemana perginya.”
“Sudahlah. Ayo kita pergi, ke rumah pak Risky. Aku mau menagih janjinya, katanya akan memberikan aku proyek besar kalau sudah menikah,” sambung Natasha.
__ADS_1
“Kau tidak memanfaatkan aku hanya berniat untuk mendapatkan proyek besar kan, sayang?”
Natasha mendesis kesal. “Hei jangan samakan aku dengan Dave. Menikah hanya demi keuntungan bisnis.”
💞💞
Mobil milik Dave berhenti tepat di lampu merah. Matanya menatap ke arah samping di mana sebuah televisi raksasa terlihat. Ia terkejut mendapati berita yang di tayangkan.
“Tuan, itu...”
”Jessica sialan!” maki Dave marah. Mana kala melihat foto dirinya dengan Jessica tengah masuk ke dalam kamar hotel terpampang di sana. Kemudian di susul dengan sebuah berita miring, yang langsung menjatuhkan nama baik Dave.
“Kau cari mati Jessica. Kalau begini, kau sendiri yang menghancurkan kariermu.”
Drt... Drt...
Ponsel miliknya berdering, terdapat panggilan dari Jonas. Dave langsung menjawabnya.
“Kau sungguh memalukan Dave. Mencoreng nama baik keluarga!”
Dave menghela nafasnya, sudah ia duga jika papanya itu menelpon hanya untuk mengomeli dirinya. Tanpa menanyakan fakta sesungguhnya. Tidak heran, bagi Dave itu sudah biasa.
Dave merasa pusing, belum cukup kepergian Alana yang mampu membuat hatinya kacau, kini nama baiknya pun tercoreng. Semua akibat dirinya sendiri yang membiarkan Jessica hadir di rumah tangganya. Seandainya ia bisa lebih tegas sejak awal, kemungkinan ini tidak akan terjadi. Alana masih berada di sisinya.
Dan karena ia terlalu sibuk meratapi kepergian istrinya, ia sampai melupakan masalahnya dengan Jessica, hingga membuat perempuan itu mendapatkan celah untuk menghancurkan dirinya.
“Zain kau bisa urus persoalan Jessica, kan? Aku ingin membuat dia jera untuk tidak bermain-main denganku.”
__ADS_1
Zain mengangguk. “Tentu saja, Tuan. Anda tidak perlu risau. Saya pastikan Nona Jessica akan mendapatkan balasan yang setimpal.”